
Pemandangan pegunungan begitu indah dengan danau yang begitu luas dan jernih. Terlihat sangat indah dengan perpaduan bunga-bunga yang mengitarinya.
Di sebuah Kediaman Kerajaan, di balik Kamar yang begitu mewah dan indah, meringkuk seseorang di dalam selimut.
"Brak" Pintu di buka dengan keras terlihat seorang gadis belia yang memakai pakaian bercorak adat melayu dengan warna kuning kehijauan, tidak lupa selendang dan mahkota kecil di atas kepalanya.
Dia berlarian memasuki kamar sementara seorang pelayan di belakangnya mengikuti dengan tergesa-gesa. "KAKAK," teriak gadis itu. Dia meletakkan kedua tangannya di pinggang dengan ekspresi kesal.
Dia membalik selimut merah tebal itu, dan melihat punggung pria berambut panjang berbaring sambil memeluk lutut membelakanginya.
Gadis kecil itu menggoyang-goyang tubuh Pria tadi dan berteriak, "Kakak ayolah bangun, ini hari yang penting, ayo bangun." Gadis tadi terus membangunkan Pria yang masih enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya hingga Gadis itu membisikkan sesuatu.
"Kakak ini Festival Rakyat hanya terjadi setahun sekali banyak wanita cantik yang datang, bahkan mungkin putri cantik dari Kerajaan lain," ujar Gadis itu dengan tatapan yang nakal.
Pria yang enggan bangun tadi langsung membuka kedua matanya dan langsung terbangun. Rambut Panjang yang berantakan dan bekas air liur di bibirnya membuat Gadis tadi mendengus jijik. "Kakak, kau menjijikkan lihat liur di bibir mu, bagaimana kau akan menarik hati gadis gadis jika penampilanmu seperti ini?. "
"Ehm, Ara kau benar," setelah berfikir sejenak Pria itu berdiri lalu mendorong gadis belia tadi keluar dari kamarnya. "Kak Panji, Kenapa kau mendorongku, ahhhhh," Teriak Gadis belia yang memiliki nama Ara itu.
"Tunggulah di luar, Kakakmu akan bersiap-siap," ujar Panji yang mengintip dari Balik Pintu. Setelah itu dia membanting Pintu di depan wajah Ara, membuat Ara semakin kesal.
"Aku Raras Laraswati Jayanegara Putri dari Raja Jayanegara, Raja Andalas, tapi tidak ada harga dirinya di depan Kakak Ketigaku, Panji. Ini sangat menyebalkan," batin Ara.
15 Menit Kemudian Panji Keluar dari Kamarnya dengan Pakaian adat Melayu yang begitu indah, bercorak, dengan warna merah gelap. Rambutnya di ikat Rapi kebelakang dengan menyisakan sedikit di kedua sisi wajahnya. Mahkota kecil bertengger di kepalanya. Wajahnya begitu bersih berbeda dengan sebelumnya.
"Cih, siapa yang sekarang begitu bersemangat, lihatlah bi asih dia jadi begitu berbeda dengan Pria berliur tadi," Ujar Ara yang mengejeknya. Ara berbicara pada Pelayan di sebelahnya yang tidak berani menjawab pernyataan Ara.
Panji pun terlihat bangga, dia pun berputar memperlihatkan Pakaiannya yang indah. Gelang besar berwarna emas di kedua tangannya pun senada dengan warna Mahkota yang di kenakannya.
"Kakak ketigaku ini cukup tampan, tidak sia sia dia menyandang gelar sebagai Pangeran paling tampan di Kerajaan Andalas." batin Ara.
"Kalian sudah siap?," Suara lembut suara gadis muda membuat Panji dan Ara menoleh ke arahnya. "Kak Layla," kata Ara dengan semangat, Ara menghampiri Layla dan menggandeng lengannya. Senyum manis terukir di wajah Ara.
__ADS_1
Panji pun ikut menghampiri Gadis yang bernama Lyla tadi. "Kak Lyla, lihatlah adikmu, dia sangat manja dan begitu semberono, dia sering mendobrak kamarku, kau tau" Keluh Panji.
"Panji, kau begitu susah di bangunkan jadi jangan mengeluh, jika bukan Ara yang membangunkanmu, siapa lagi yang bisa?" Sentilan pun mendarat di kening Panji, membuat Panji cemberut pura-pura kesal. Dia pun mendapat juluran lidah dari Ara.
"Kalian sudah siap semua ayo kita pergi ke festival rakyat," ujar Pria yang datang menghampiri mereka dengan semangat. Jika Panji adalah Pria Paling tampan di Andalas, maka Yang kedua Paling tampan adalah dia. Dia adalah Pangeran Mahesa. Pangeran pertama Kerajaan Andalas, sekaligus Kakak Kedua di antara mereka berempat.
Tatapan persaingan pun muncul di kedua mata Panji dan Mahesa saat mereka bertatapan. "Siapa yang sok tampan sekarang?" tanya Mahesa. Panji pun menjawabnya, "Cih hanya ada orang iri di sini."
Panji kemudian menjepit leher Mahesa. "Beraninya kau bilang aku sok tampan, siapa yang sok tampan aku memang tampan," ujar Panji.
"Hei hei lepaskan aku," kata Mahesa dengan wajahnya yang semakin memerah karena menahan sakit di lehernya.
Ara dan Kakak keduanya Lyla hanya menggelengkan kepala melihat sikap mereka berdua. Walau pun mereka sering bertengkar tapi rasa sayang persaudaraan sangat erat di antara Panji dan Mahesa. "Panji panji sudah hentikan kita akan pergi sekarang."
Perintah dari Lyla pun langsung di turuti oleh Panji, dia melepaskan Mahesa yang kemudian terbatuk-batuk. Mahesa kemudian memperbaiki Mahkotanya yang sedikit miring. Setelah itu, mereka pun menuju Festival Rakyat yang di adakan di wilayah Kerajaan Andalas.
Di wilayah Kerajaan Andalas begitu ramai orang yang berdesak-desakan. Pasar begitu ramai di penuhi orang-orang, tidak begitu jauh dari sana ada sekelompok Wanita muda yang menarikan Tarian Joged Lambak dengan di iringi alunan lagu pucuk Pisang menambah kemeriahan Pesta Rakyat tahun ini.
Raja dan Ratu Jayanegara duduk berdampingan dengan senyum bahagia terukir di wajah mereka. Disisi Ratu duduk Pangeran dan Putri, sedangkan di sisi Raja duduk beberapa Bangsawan.
"Cih membosankan sekali," ujar Panji. Di sebelahnya Mahesa menoleh dan menatap sinis, "apa kau mau kabur?," Tanya Mahesa. "Kau mau ikut?," Tanya Panji kembali.
"Tidak keberatan," ujar Mahesa. Mereka pun kemudian menyelinap kabur bersama sementara yang lain sedang sibuk menonton pertunjukkan Tarian adat.
"Pakai ini," Panji melempar jubah berwarna hitam yang bisa menutupi seluruh tubuh mereka. "Kenapa aku harus memakai pakaian jelek ini," kata Mahesa. "Kau bodoh ya, kita memakai baju apa lihat semewah ini tentu saja kita akan ketahuan."
Dengan Enggan Mahesa memakai Jubah Serba hitam itu. Mereka berdua pun pergi menjelajahi setiap sudut Pasar Rakyat.
Pasar Rakyat di adakan Setahun Sekali setelah masa Panen. Kerajaan Akan memberikan banyak makanan kepada Rakyat semasa Festival berlangsung. Itu semua adalah tradisi
Sebagai penghargaan atau hadiah untuk Rakyat karena Panen berlimpah.
__ADS_1
Tidak hanya ada tarian dan makanan, di beberapa tempat ada berbagai lomba yang bisa di ikuti, seperti lomba bertarung, memanah, membaca puisi, bernyanyi, dan masih banyak lagi.
Panji yang sedang sibuk memperhatikan para wanita yang sedang menyanyi pun di tarik oleh Mahesa. "Lihat wajah bodohmu itu, setiap melihat wanita cantik kau pasti begini," Ujar Mahesa dengan Kesal.
"Aku mau ikut lomba memanah, apa kau mau ikut?," tanya Mahesa.
"Aku ikut." Mereka pun menyusuri kerumuan." Ahh lihat di sana kenapa ramai sekali gadis-gadis yang bersorak?," tanya Panji. Panji menunjuk ke arah kerumunan. "Hehh bukankah itu area lomba memanah???."
Panji dan Mahesa saling memandang dan mereka pun setuju untuk melihat apa yang sedang terjadi hingga terdengar beberapa kata-kata yang terlontar oleh gadis-gadis.
"Hei lihatlah kedua Pria itu terutama yang lebih mudah, dia tampan sekali."
"Benar, bahkan mungkin lebih tampan dari pangeran kita bukan, lihat kulitnya yang mulus dan hidung mancungnya."
"Darimana datangnya Pria hebat dan tampan ini, lihat dia memanah dengan tepat 3x berturut-turut."
Mendengar komentar dari Para Gadis yang membandingkan ketampanannya, dia menjadi marah dan bergegas menerobos kerumunan untuk melihat lebih dekat Pria yang di bicarakan. Mahesa mengikutinya dari belakang.
Terlihat dari belakang sosok Pria yang membelakanginya tengah memanah sasaran di Papan Panahan. Pria itu mengenakan Pakaian berwarna biru putih dengan bagian lengan yang terbuka lebar di bagian bawahnya. Pakaiannya hampir menyeret lantai.
Dari belakang rambut hitam panjang menutupi bagian punggungnya, dan ada pita yang melingkar di dahinya.
Merasa tidak sabar dia pun berteriak pada pemuda yang sedang memanah, "Aku ingin menantangmu memanah," Teriakan Panji membuat semua orang menoleh kepadanya, termasuk Pria yang memanah tadi.
Mereka pun bertatapan. Ada rasa gugup dan terkejut di hati Panji saat melihat Pria itu. "Sial dia benar-benar tampan seperti bukan manusia," Panji mengakui dalam hati.
*******
Ini Flashback ingatan Panji dan akan jadi bab yang panjang banget. Silahkan membaca
__ADS_1