
Dia terus menerus menatapku, aku melihat seakan air mata akan mengalir dari kedua matanya, kalau begini bagaimana aku bisa menahan air mataku'
'Aku menunggunya selama 100th, memegang kedua Mustika yang penuh bahaya selama 100th, memperkuat diri selama 100th demi bisa bertemu denganmu'
'Aku tidak tau berapa lama lagi aku bisa bertahan, Kau juga harus menerima satu Mustika ini jika tidak cepat atau lambat aku akan di makan oleh energi kegelapan'
'Apa Kau juga akan melupakan janji persahabatan kita, Apa kau juga melupakan permintaan terakhirmu agar aku menunggumu datang, apa kau benar-benar melupakan semua hal yang kita lalui bersama?'
Kesedihan pun meliputi hati Sang Patriak, Dia berusaha menenangkan hatinya dengan memejamkan kedua mata dan mengatur nafas agar lebih stabil.
Sementara itu di arena
"Sebagian Peserta telah tereliminasi, kalian yang berdiri di sini sekarang telah lolos ke babak selanjutnya, aku ucapkan selamat untuk kalian, sementara ada beberapa teman kalian yang masih berada di area memanah, untuk mempersingkat waktu kalian yang telah lolos babak memanah langsung di arahkan ke tempat berlatih pedang"
"Sesuai dengan namanya ini memang tempat untuk berlatih pedang, Kalian bisa lihat di depan ada 200 boneka Kayu dan 200 pedang Kayu, masing-masing dari kalian harus bisa menghancurkan Boneka Kayu dalam waktu 15 menit, jika melebihi batas waktu tapi kalian tidak mampu menghancurkan boneka Kayu maka kalian akan tereliminasi"
"Ahh, aku lupa memperkenalkan diri, aku Brama murid inti Perguruan Harimau Putih, Jika kalian ingin menjadi murid inti semangat dan Pantang menyerah harus terserap dalam tulang Kalian, Kita mulai sekarang 200 orang maju kedepan"
Beberapa peserta meremehkan Boneka Kayu di depan mereka.
"Cih hanya Boneka Kayu segini saja, 1 menit juga aku bisa menjatuhkannya"
"Hanya begini saja, ini lebih mudah daripada memetik kelapa, hahahaa"
"Aku bertaruh jika tidak bisa dalam 2 menit, aku akan berlari terbalik mengelilingi arena"
Murid inti Brama hanya tertawa dan kemudian tersenyum sinis, dia berkata dalam hatinya 'Kalian belum tau kekuatan Boneka Kayu itu aku saja butuh 10 menit untuk menjatuhkannya, apalagi bocah macam kalian'
"Tidak sesederhana itu, perhatikan boneka kayu itu" Cayya berkata pada teman-teman di sekitarnya
"Sepertinya boneka itu telah di suntikkan tenaga dalam untuk melawan 10 orang dalam 1 jam," Panji berkata Spontan mengejutkan teman-teman di sekitarnya. Beberapa peserta pun ikut mendengarkan spekulasinya bahkan Brama sedikit terkejut karena apa yang di bicarakan Panji sangat tepat.
"Darimana kau tau kalau yang di suntikan tenaga dalam untuk melawan 10 orang dalam 1 jam?" Brama pun datang mendekati Panji dengan kedua tangannya di belakang.
"Senior" Panji menangkupkan tangannya kemudian berkata, " Saya bisa melihat pergerakan energi tenaga dalam yang mengalir di seluruh tubuh boneka kayu itu, selain itu saya juga melihat sinar terang di kedua matanya, maafkan jika tebakan saya salah"
"Aku sangat terkesan, tebakanmu semuanya benar, memang boneka itu di suntik tenaga dalam untuk melawan 10 orang dalam 1 jam" Brama memuji kejeniusan Panji yang luar biasa bisa menebak energi tenaga dalam.
__ADS_1
"Lalu senior, bagaimana kami bisa melewati babak ini jika kesulitannya luar biasa, memangnya ada orang yang bisa melawan boneka itu"
Senior itu sedikit marah dan mengatakan pada peserta itu, "Kau buta ya, Aku murid inti Perguruan Harimau putih aku juga melewati ujian ini" Peserta yang bertanya pun mundur ketakutan.
"Lalu senior bagaimana senior melewatinya dan berapa menit senior mampu menghancurkan boneka itu?"
Tanya Oni si botak.
"Pertanyaan bagus, aku mengerahkan seluruh tenaga dalamku habis-habisan dan menghancurkan boneka kayu pada menit ke 10"
Beberapa peserta berwajah muram, kesal, dan tak berdaya. Seorang murid inti yang memiliki kekuatan luar biasa harus mengerahkan seluruh tenaga dalamnya dan menjatuhkan boneka kayu dalam 10 menit bagaimana dengan mereka?, mereka pun jadi kurang percaya diri.
Melihat wajah mereka yang muram pun Brama kembali menyemangati mereka, "berusaha lah kalian dengan sekuat tenaga mana tau kalian semua berbakat dan memiliki tenaga dalam lebih dari milikku sendiri, jangan pantang menyerah kalian sudah sejauh ini kalian hanya harus melewati Babak Tombak dan Tarung bebas"
"Tapi jika kalian harus berhenti, maka bersemangatlah masih ada Tahun depan, belajar dan terus berusaha dengan keras, pepatah mengatakan Hasil tidak akan mengkhianati Usaha yang telah kita lakukan"
"Terima kasih Senior" Ternyata di balik galaknya Senior satu ini masih menyimpan kepedulian untuk mereka, setidaknya kata-kata penyemangat dari Brama mampu mengembalikan Semangat juang merek.
"Aku akan melihat anak anak sombong tadi sudahkah mereka menjatuhkan Boneka Kayu atau mereka yang kehabisan tenaga dalam"
Murid inti Brama pun pergi meninggalkan Panji serta peserta yang lain kembali memantau pergerakan Boneka Kayu.
Mereka pun hanya mendapat tatapan hinaan dari peserta lain, bahkan ada yang bertaruh dan peserta lain mulai menyuruh satu di antara mereka untuk berlari terbalik (Berlari dengan tangan di bawah dan kaki di atas) mengelilingi Seluruh Arena.
Tentu saja Peserta itu tak mampu melakukannya, mereka hanya sesumbar.
"200 orang selanjutnya maju" Setelah boneka dan pedang kayu di ganti, 200 orang lainnya pun maju. Mereka melakukan hal yang sama mengerahkan seluruh tenaga dalam habis-habisan untuk menjatuhkan Boneka Kayu dalam waktu sesingkat-singkatnya.
"Hei-hei lihat pemuda berjubah hijau itu tenaga dalamnya berlimpah sekali" Beberapa Peserta pun memperhatikan pemuda yang menggunakan Jubah hijau itu. Rambut panjangnya yang terikat menambah daya tarik dan pesonanya.
"Gila permainan pedangnya hebat sekali". Brak!!!! Boneka kayu pun hancur menjadi bubuk, Brama melihat waktu yang di butuhkan Pria tersebut untuk menghancurkan Boneka Kayu.
"5 menit 35 detik" Brama mengumumkannya dan terdengar oleh Peserta di sekitarnya. Mereka pun ribut dan riuh bicara kepada teman-teman di sebelahnya.
"Wah ini gila dia memecahkan Rekor Senior Brama"
"Dia pasti akan jadi murid inti juga nanti"
__ADS_1
"Luar biasa sangat luar biasa kenapa banyak mosnter bermunculan disini"
"Iya sebelumnya 5 orang membuat Batu Bercahaya bersinar terang, bahkan salah satu di antaranya membuat Batu Cahaya Hancur lebur, sekarang ada Pendekar Pedang di depan kita"
Pujian pun terlontar, sedangkan Pria berjubah hijau yang menghancurkan Boneka kayu tadi sedang terengah-engah kehabisan nafas dan Energi tenaga dalam. Dia tertatih-tatih kembali dan duduk di sekitar sambil meminum air dari perbekalannya.
"Kalian terus menerus memujiku, kalian tidak tau aku hampir mati kehabisan nafas dan tenaga dalam, sial sekali kenapa Boneka Kayu itu begitu kuat, padahal aku ingin menghancurkannya dalam waktu dari 3 menit, sungguh sial" Keluh Pria berjubah hijau itu sambil melemparkan botol kosong ke sembarang tempat.
"Aku begitu menantikan permainan pedang dari si pemecah Batu Cahaya" Pria Berjubah hijau kemudian menatap Panji cukup lama tanpa Panji Sadari.
Ribuan Orang telah mengikuti ujian pedang. Ribuan orang telah lolos dan ribuan orang pun tereliminasi, kebanyakan dari mereka yang lolos pun menghancurkan boneka tepat waktu 15 menit, hanya ada beberapa ratus orang yang bisa di atas itu.
Untuk sementara rekor tertinggi waktu tercepat adalah Pria berjubah hijau. Dia yang sebelumnya menghancurkan boneka Kayu dengan waktu 5 menit 35 detik.
Hari pun menjelang petang ketika Brama mengumumkan 200 orang terakhir yang mengikuti Ujian. Sisanya akan di lanjutkan besok pagi.
"200 orang selanjutnya" Kini giliran Panji dan teman-temannya
"Teman-teman kumpulkan semua tenaga kalian pada tangan kalian dan alirkan ke pedang, kumpulkan sekuat tenaga dan serang dengan kecepatan yang paling cepat kalian miliki"
"Baik" Mereka pun mendengarkan arahan dari Panji.
Panji pun mulai mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya di tangan dan mengalirkan seluruhnya kepedang, tampak pedang itu sedikit gemetar. Merasa sudah cukup menyalurkan Panji pun langsung menyerang Boneka Kayu. Boneka Kayu yang terdiam lama kelamaan semakin hancur dan Rusak.
Tidak butuh waktu lama Panji menghancurkan Boneka Kayu menjadi Bubuk. "2 menit 20 detik".
Tampak Tangan Brama bergetar dan dia begitu syok melihat Monster di depannya yang menghancurkan Boneka Kayu menjadi bubuk.
Para Tetua di atas Arena berdiri kaget melihat Panji menghancurkan Boneka Kayu dalam waktu singkat.
Sedangkan Patriak Satria hanya tersenyum tipis, hanya dia yang tau bahwa Panji menahan kekuatannya jika tidak, tidak hanya boneka kayu yang hancur menjadi bubuk, pedang kayunya pun akan berubah menjadi bubuk jika dia tidak dapat mengendalikan Tenaga dalamnya yang berlimpah.
Sakya yang melihat Panji menghancurkan Boneka Kayu dengan cepat, dia pun marah dan mulai menyerang boneka kayu membabi buta. Hasil yang di dapat pun sepadan, 5 menit 45 detik.
Di ikuti oleh Cayya 6 menit 15 detik, Galih 7 menit 23 detik, dan Oni 8 menit 20 detik.
Melihat itu Peserta lain pun berdecak kagum. "Gila… monster baru benar-benar terlahir sepertinya murid inti Perguruan Harimau Putih akan menggila" teriak Brama di dalam hatinya.
__ADS_1
*******