
Sudah satu minggu aku berada dirumah, kini saatnya aku kembali ke pesantren. Aku sangat rindu dengan Shafira, Ustadzah, serta yang lainnya.
Didalam kamar aku berkemas untuk keberangkatanku besok, ya aku cuma bawa sedikit baju hanya 2, karena disana ada peraturannya. Dilemari harus ada 5 baju ganti, dan selebihnya baju seragam. Disana mereka diajarkan tentang kesederhanaan mulai cara berpakaian, menyimpan uang, dan masih banyak lagi.
Nahhh buat kalian yang sering mengoleksi pakaian atau barang yang memang tidak dibutuhkan mulai sekarang kurangi yuk, karena sebanyak kita mengoleksi maka kita harus mempertanggung jawabkan diakhirat kelak. Nah kalau mau beli baju 1 aja, kemudian baju yang tidak dipakai kita sedekah kan kepada orang yang lebih membutuhkan. Jadi kita bisa beli baju baru, dan juga baju itu tidak akan bertambah ataupun berkurang.
***
Waktu kembali pun tiba aku harus cepet2 membersihkan tubuhku. Setelah selesai dengan ritual mandi aku memakai jubah beserta jilbabnya. Kemudian aku turun kebawah dengan membawa tas yang berisi pakaian.
"Ciee yang udah balik ke pondok lagi" goda Aditya.
"Hehee ya iya lah bang, masak harus dirumah" jawabku.
Diruang tamu sudah ada Abi, Umi, dan Aditya, mereka semua mengantarkanku kembali kepesantren yang jaraknya lumayan jauh.
"Wah wah cantiknya bidadari abang" gombal abangku.
Aku memincingkan mataku, seperti ada kemauan dari abangnya.
" Hemm pasti ada apa2" ucapku.
"Heheheee....Dekk ikut abang sebentar yuk ke taman. Abi, Umi Abang ijin mau ajak adek ketaman sebentar ya".
" Loh bang, Aisyah kan harus kembali ke pesantren" ucap Umi.
"Sebentar umi yaaa 10 menit kok" ucap abangku dengan wajah memelas nya.
Abang langsung menarik tanganku tanpa aba2.
" Iishhh bang ada apa sih, adek mau berangkat nih" jawab ketus.
__ADS_1
"Dek sebentar kok" ucap abang dengan memelas.
"Ada apa bang, mau nitip surat ke Ustadzah Zahra " langsung menangkap apa yang ingin abangnya katakan.
Adit pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena malu kepada adeknya.
" Hemmmm benar kan, yaudah mana suratnya".
"Hehee ini dek, makasih ya kamu adek paling cantik" jawabnya dengan menggombal
" Hadehh baru nyadar kalau adeknya cantik " jawabku ketus.
"Hemm dek nanti kabari abang ya, kalau Ustadzah Zahra menerimanya " ucapnya tanpa ada rasa bersalah.
Padahal kan adeknya lagi dipesantren kenapa malah disuruh ngabarin.
" Busyettt bang adek kan ada dipesantren, lagi pula disana dilarang membawa HP".
" Ayukk" aku pun bangun dari duduk kemudia langsung berjalan kedepan tanpa menghiraukan abang.
****
Aku berangkat dari kota S menuju ke pesantren butuh waktu hampir 5 jam walaupun itu tidak macet. Didalam mobil aku pun tertidur dengan pulas karena perjalanan yang lumayan jauh.
Aku kira abi menaruhku di pesantren terdekat ternyata itu diluar dugaanku.
Sekian lama dalam perjalanan aku pun sampai pesantren yang disambut oleh sahabatku Shafira.
"Aisyahhhhhhhhh aku kangenn" dia berteriak dengan sangat kencang kemudi ia langsung memeluk ku.
"Ehh assalamualaikum Abi, Umi, Abang Adit" ucapa Shafira.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam" jawab kami serempak.
" Kita ke ndalem dulu ya dek nemui kyai, adek langsung ke asrama aja" ucap abi.
" Hemm okkee bi" ucapku.
" Dek jangan lupa pesen abang" jawab abang dengan suara agak tinggi.
Aku menaikkan jempolku pertanda iya.
Aku berjalan beriringan menuju keasrama bersama shafira, aku tidak tau kenapa salah satu santri ada yang tidak menyukaiku. Aku pun tidak tau sebabnya kebapa ia tidak menyukaiku, padahal aku tidak mengenalnya.
Tiba2 saat kita menuju kekamat Fatus menghadang kita berdua.
"Heh Syah kamu itu ya junior disini gak usah sok sok an cantik dan pinter deh, mukak polos tapi kelakuan tidak sama ama mukaknya" jawabnya.
Dia adalah seniorku Latifatus Zahro dia santri paling nakal karena sudah berapa kali ia mendapat hukuman dari ustad dan ustadzah.Tapi aku tidak takut dengannya karena aku tidak pernah memiliki masalah dengannya.
" Mbak fatus sudah ngomongnya, kalau sudah aku pamit ke kamarku, aku ngantuk mau istirahat dulu. Assalamualaikum" jawbaku dengan entengnya.
"Heh dasar masih junior kurang ajar kamu sama kakak seniormu ya" ucapnya dengan nada marahnya.
Aku pun mengangkat jempolku, karena aku tidak mau berdebat ama senior yang lama2 masalahnya semakin panjang.
"Syah kamu kok berani sama kak Fatus, dia kan terkenal disini" ucap Shafira.
" Terkenal dengan nakalnya iya kan, biarin dah Fir aku gak mau merespon sama orang yang kurang kerjaan sama sekali, yaudah tidur yuk besok kan kita sekolah" ajak aku.
" Hemm iya deh, assalamualaikum Aisyah mimpiin aku ya" jawabnya dengan nada bercanda.
"Hemm..wa'alaikumussalam".
__ADS_1
Kami pun tertidur dengan mimpinya masing2.