Ku Pepet Kau Dengan Bismillah

Ku Pepet Kau Dengan Bismillah
26


__ADS_3

Dimeja makan mereka menyantap makanan dengan lahapnya.


Diusia kandungan yang sudah menginjak 7 bulan, Aisyah dituntun untuk selalu jalan2 didaerah kompleksnya yang ditemani oleh sang suami.


"Wahhh romantis banget ya mereka berdua ibuk2" ucap salah satu tetangga.


"Iya buk aku juga pingin kayak mereka berdua bisa romantis kyak gitu, andai suamai saya itu pak Ali pasti saya bahagia banget" celoteh ibuk2


Mendengar ucapan para ibuk tetangga, mereka berdua tertawa dengan pelan2 karena takut ketahuan.


"Mari buk" ucap Ali dan Aisyah.


"Ehh iya Pak, Buk mari" jawab mereka.


****


Fatus yang melihat kedekatan Aisyah dan Ali ia mulai merencanakan sesuatu. Ia masih terobsesi dengan Ali, bagaimana pun Ali harus menjadi miliknya, walaupun ia harus melakaukannya dengan keras.


Di tempat lain Fatus menyuruh orang suruhannya untuk menculik Aisyah.


Disaat Aisyah keluar untuk membeli bahan makanan karena persediaannya dikulkas sudah habis ia pergi ke supermarket tanla ditemani oleh Ali.


Diperjalanan menuju kerumah Aisyah diikuti seseorang, merasa ketakutan ia menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai dirumah.


Ckiittt...


Mereka pun berhasil mengepung Aisyah, lalu menyuruh Aisyah keluar dari mobilnya jika tidak mereka akan menghancurkan kaca mobilnya.


Tidak ada cara lain Aisyah langsung menghubungi Ali.


"Masss cepat kesini tolong Aisyah" ucap Aisyah dengan gemetar


" Dek sekarang ada dimana?" tanya


Pyarrrr..... Suara pecahan kaca mobil yang dihancurkan oleh mereka.


"Hallo dek halloo". Tidak ada jawaban Ali langsung meminta bantuannya kepada Taufiq sahabatnya untuk melacak keberadaan Aisyah sekarang.


30 menit Taufiq sudah menemukan keberadaan Aisyah sekarang. Tanpa basa basi mereka langsung menuju kelokasi.


Dijalan Aisyah langsung dibawa oleh mereka ke suatu tempat. Aisyah yang tidak bisa menyelamatkan dirinya karena sekarang ia dalam keadaan hamil ia hanya bisa pasrah.


Aisyah pun dibawa ke suatu tempat yang sudah lama tidak dihuni. Ia pun diikat kemudian membungkam mulut Aisyah dengan sehelai kain.


Prok prok prok prok....


Aisyah yang mendengar suara tepuk tangan ia pun menoleh kedepan.


Betapa terkejutnyabahwa yang menculik ia adalah Fatus kakak seniornya.


"Haii Aisyah apa kabar, sudah lama kita tidak bertemu" ucap Fatus sambil menarik jilbabku.


"Gue sudah lama ingin membalas apa yang telah lo lakukan terhadapku.. Sekarang saatnya lo merasakan apa yang telah gue rasakan saat ini hahahahahaaaa"


"Apa yang kamu inginkan mbk. Apakah masih belum puas kamu menyelakaiku saat itu hah" ucapku sambil menitik air mata.


"Belom puas sama sekali, kareba gara2 lo Ali tidak menjadi milik gue, dan juga gara2 lo gue masuk penjara"


"Itu memang salah mbk sendiri, kenapa Mbk menyelakain sampai saya koma dirumah sakit apakah mbk tidak sadar hah"


"Banyak bicara lo syah. Kalian cepat urus dia kalau bisa sampai dia tidak ada didunia ini"


Aisyah pun mulai ketakutan. Apakah hidup akan berakhir seperti ini, Mas tolong Aisyah


(gumamku dalam hati).


Belom sempat para penjahat menyentuh Aisyah suata pistol pun berbunyi.


Dor dor.. polisi pun datang


Melihat kedatangan Ali beserta polisi Fatus mencoba melarikan diri namun sayangnya ia tertembak di bagian punggungnya. Polisi pun langsung membawa Fatus ke RS xxx dan juga membawa anak buahnya kekantor polisi.


Ali pun langsung menghampiri Aisyah yang masih terikat, kemudia ia memeluknya agar Aisyah merasa lebih tenang.


"Mas mbk Fatus tertembak"ucap Aisyah lirih.


"Husttt kita hanya bisa mendo'akannga sayang" Ucap Ali.

__ADS_1


Setelah kejadian yang menimpa Aisyah, Ali pun menjadi orang yang Overprotektif terhadap Aisyah. Karena ia tidak ingin kejadian itu terulang lagi.


Didalam kamar Aisyah ingin meminta ke Ali untuk menjenguk Fatus, tetapi ia takut jika Ali akan menolak permintaannya.


"Mass" ucap Aisyah.


Ali yang sibuk dengan laptopnya ia pun menoleh ke Aisyah.


"Iya sayang ada apa?" tanya Ali.


"Mas boleh kah Aisyah pergi ke RS untuk menjenguk mbk Fatus?"


"Kenapa kamu ingin kesana?" Tanya ali.


"Aisyah ingin tau keadaannya sekarang mas, boleh ya?"


"Baiklah tapi kamu kesananya bersama Mas ya"


"Iyaa mas" Aisyah pun langsung memeluk Ali yang dibalas kecupan oleh Ali.


🏥🏥


Keesokan harinya mereka menuju ke RS xxx untuk menjenguk Fatus.


"Assalamualaikum" ucap mereka berdua.


"Wa'alaikumussalam" Fatus yang melihat Aisyah ia merasa bersalah karena telah mencoba untuk membunuhnya.


"Mbk gimana kabarmu, apakah sudah mendingan?" Tanya Aisyah.


"Alhamdulillah sudah mendingan syah, Hemm maafkan aku Syah dan Ustad Ali, yang mencoba untuk menyelakaimu, aku merasa malu denganmu syah"


"Sudah, mbk jangan menangis kita sudah memaafkan mbk kok, jadi Aisyah harap saat mbk keluar dari RS ini mbk jangan mengulangi kesalahan lagi. Mbk harus berubah jadi orang yang lebih baik" ucap Aisyah sambil memeluk Fatus. Ali yang mendengar ucapan Aisyah merasa sangat bersyukur karena sudah mempunyai istri yang sangat sholehah.


"Iya syah mbk janji, mbk gak akan mengulangi lagi. Makasih ya syah" ucap Fatus sambil memeluk Aisyah.


Sudah lama mereka berbincang dengan Fatus saatnya mereka pulang, karena Ali tidak ingin Aisyah merasa kecapek an.


Diperjalanan Aisyah menginginkan bakso yang berada dipinggi jalan. Ali pun memenuhui keinginan Aisyah, karena ia tahu bahwa istrinya sekarang lagi ngidam.


Kehamilan Aisyah sudah menginjak 9 bulan dimana Ali harus siap siaga. Dimana ia melarang Aisyah melakukan aktifitas lainnya.


Saat mau mandi tiba2 ia mengalami kontraksi dibagian perutnya yang membuat ia merasa kesakitan.


"Auuhhhh...Apa Aku mau melahirkan, kenapa sakit banget..sstt" ucap Aisyah


"Mmmaaasssss...auuhhh" panggil Aisyah.


Ali yang mendengar Aisyah memangilnya ia langsung berlari menuju kamarnya.


Betapa terkejutnya saat ia melihat Aisyah yang sudah duduk dilantai yang memegang perutnya karena menahan sakit.


"Mmaasss sakit" ucap Asiyah lirih.


"Iyaa sayang, kita kerumah sakit sekarang".


Ali pun langsung membopong Aisyah menuju mobil.


Diperjalanan menuju RS Aisyah menahan sakit. Ia pun tidak lupa berdzikir dan berdo'a agar proses persalinannya di permudahkan.


"Sayang kamu harus kuat demi anak kita" ucap Ali sambil mengelus perut Aisyah.


"Mmassss.. akhh sakit hiks hiks..."


Mendengar rintihan Aisyah, Ali langsung menambah kecepatan mobilnya agar ia bisa sampai di RS tepat waktu.


Sesampainya di RS Ali langsung membopong Aisyah menuju dalam. Orang yang berada diluar melihat tingkah laku Ali yang sangat cemas terhadap Aisyah.


"Susterr.. susterrr tolong, istri saya mau melahirkan " ucap Ali sambil teriak.


Suster pun langsung membawa Aisyah menuju keruang persalinan.


"Al Aisyah gimana keadaannya?" Tanya umi Salamah dengan wajah paniknya.


" lagi ditanganin ama dokter mi" jawab Ali.


Selang beberapa menit Dokter pun keluar dari kamar Aisyah.

__ADS_1


"Dengan bapak Ali" tanya dokter.


"Iya dok saya sendiri".


"anda di panggil istrinya" ucap Dokter.


Tanpa aba2 Ali langsung masuk menuju Aisyah, Ia langsung duduk disampingnya sambil menatap wajah Aisyah yang sudah keluar keringat.


"Mas.." panggil Aisyah.


"Iya sayang mas disini" jawab Ali sambil menggengam tangan Aisyah.


"Aku takut mas.." ucap Aisyah.


"Sayang jangan takut ada Allah, ada mas, Abah, Umi semuanya disini. kamu berdo'a ya semoga persalinannya dilancarkan" ucap Ali.


"Aamiinn.....auuhhhhh "


"Dek kamu kenapa?" Tanya Ali.


"Mass sakittt aaahhhh"


Ali langsung memencet tombol panggilan.


Tak lama kemudian dokter pun datang kemudian langsung memeriksa keadaan Aisyah.


"Sudah buka 10, sekarang ikuti instruksi saya ya bu jika saya bilang mengejan ibu mengejan, bila saya bilang tidak ibu jangan mengejan ya" ucap dokter, yag dibalas anggukan oleh Aisyah.


"Ayok bu mengejan, trus bukkk"


"Akhhhhhh....huuuu..akhhhhh" keringat pun sudah mulai bercucuran diwajah Aisyah,


Ali yang melihatnya tidak tega, ia pun menangis karena istrinya berkorban demi sang buah hati


" Tolong bapak jangan menangis, kasih semangat buat istrinya" tegur dokter.


Ali pun langsung memberi semangat kepada Aisyah.


" Ayok dek kamu pasti kuat, kamu pasti bisa ayok bismillah"..


"Bismillahirrohmanirrohim Akhhhhhhhh......"


"Oekkk oekk oekk" suara tangisan bayi pun terdengar.


"Alhamdulillah selamat ya pak buk, anaknya laki2" ucap dokter sambil memberikan selamat.


"Alhamdulillah terimkasih dok," ucap Ali yang dibalas anggukan oleh dokter.


Suster pun membawa bayinya untuk dibersihkan.


"Alhamdulillah terimakasih sayang, kamu sudah menghadiahkan malaikat kecil dikeluarga kita" ucap Ali sambil menciumi wajah Aisyah.


"Iya mas alhamdulillah, Allah mempercayakan kita buat menjaganya" balas Asiyah.


"Bayinya mau dinamakan siapa sayang?" Tanya Salamah.


"Muhammad Raffi Hamzah gimana apakah mas setuju? " jawab Aisyah.


"Iyaa sayang Mas setuju, semoga anak kita jadi seseorang yang tidak mudah menyerah"


"Aamiinn..." ucap mereka dengan kompak.


Setelah berbincang bincang suster pun masuk dengan membawa bayi, kemudian meyerahkannga ke Ali untuk langsung di adzankan.


"Li kamu adzankan dulu " ucap Abah.


"Iya bah" jawab Ali.


"Allahuakbar allahuakbar"


"Asyahdu allah ila haillallah".....


.......


......


"Lailahaillallah"..

__ADS_1


__ADS_2