
Acara demi acara sudah dilalui bersama sampai acara terakhir. Tiga hari Aisyah dan Shafira mendapat tugas dari para ustadza untuk menjalankan acara ini, mereka menjalankan tugas dengan baik, dan untuk hadiah mereka diberi waktu 2 hari untuk istirahat.
💑💑
Akhirnya dalam masa penantian yang lumayan lama Aditya akan menikah dengan Zahra, ya dia ustadzahnya Aisyah. Waktu tinggal 2 hari untuk melangsungkan Akad. Para keluarga pun menyibukkan diri untuk acara nanti karena, Aditya tidak ingin acar pernikahannya dibuat yang mewah dia lebih memilih acar yang sederhana, yang hanya mengundang beberapa orang saja.
Rasulullah Shallallahu ālaihi wasallam pernah bersabda.
ﺧَﻴْـﺮُ ﺍﻟﻨِّﻜَـﺎﺡِ ﺃَﻳْﺴَـﺮُﻩ
‘Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah.
dan juga dalam riwayat Ahmad.
ﺇِﻥَّ ﺃَﻋْﻈَﻢَ ﺍﻟﻨَّﻜَـﺎﺡِ ﺑَﺮَﻛَﺔً ﺃَﻳَْﺴَﺮُﻩُ ﻣُﺆْﻧَﺔً
“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”
Maka sebab itu pernikahan harus disederhanakan mungkin, walupun cuma sekali seumur hidup. Tetapi yang paling penting dimana seorang suami dan istri bisa saling mengingatkan dalam kebaikan, dan saling mensupport.
Oke balik ke cerita.
Acar akad pun dimulai, dimana Aditya mengucapkan kalimat Sakral yang di wali kan oleh Ayahnya Zahra sendiri.
Pembacaan ayat suci Al Quran pun telah selesai, saatnya Aditya mengucapkan Ijab Qobul.
Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Siti Azzahra alal mahri uang 3jt dan surah Ar rahman hallan.
Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq.
Semua para saksi pun mengucapkan sahhhhh.
Aditya pun pergi ke kamar untuk menjemput sang istri. Yang dimana mereka hanya bertemu 3x saat proses ta'aruf.
tok tok tok..
"Assalamualaikum khumairah" Aditya langsung menuju ke sang istri yang maaih tersipu malu.
"Wa'alaikumussalam ya Habibi" ucap Zahra dengan kepala yang masih tertunduk.
Zahra pun langsung menyium tangan sang suami kemudia Aditya menaruh tangan kirinya keatas ubun2 dan berdoa
Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
__ADS_1
Zahra pun mengamini do'a sang suami. kemudia Aditya mengecup kening istrinya dan melakukan sholat sunnah pengantin.
Sambil menunggu pengantinnya turun, Aku dan 4 sahabatku, yaitu Ayu, Novita, Adista, dan Shafira mengombrol tentang pengalamannya masing2.
"Huwaaa syah kita kangen banget sama kamu" ucap Adista.
" Aku juga sama kangennn pakek bangettt ke kalian, ohh ya perkenalkan ini Sayyidatus Shafira sahabat aku saat ada dipesantren".
"Haii Shafira, Aku Ayu Dian, ini Adista Putri, dan satu ini Novita wulandari" ucap Ayu dengan senyuaman.
" Salam kenal ya" jawab mereka bertiga ke Shafira.
"Salam kenal juga semoga kita jadi sahabat dunia akhirat ya" ucap Shafira dengan senyuman.
"Aamiin" ucap kami kompak.
Yang ditunggu tunggu akhirnya turun. Aditya dan Zahra begitu cantik dengan balutan baju dan kebaya warna putih, sangat anggun.
Apalagi dengan Zahra yang tidak pernah ber make up, dan saat di make up auranya keluar membuat para wanita iri dengan kecantikannya.
Mereka turun dengan sangat mesra membuat para jomblo iri dengannya, begitupun Authornya hehhee... Jadi pengin nikah 😂😂
tapi masih belom cukup umur.
Oke kembali ke cerita.
"Li ente kenapa kok melamun?" ucap Faris sambil menepuk bahu Ali.
" Eehh ente Ris, ane kagak ngelamun, ane cuma lihat wajah pengantinnya yang penuh dengan kebagiaan" Ucapku dengan asal2 an agar tidak diketahui Faris.
"Namanya juga nikah Li, pasti lah wajahnya bahagia, tapi ane mulai tadi memperhatikan ente, ane lihat muka ente tadu memandangin adeknya Aditya si Aisyah."
" Hemmmm...." Aku pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Ente jangan bilang kesiapa2 ya Ris, ane takut jadi fitnah nanti" ujarku agar Faris tidak memberitahu kan ke siapa2.
" Siap ane akan jaga amanah ente. Tapi ente cepat khitbah Aisyah mumpung belom ada yang nyalon".
" Insya allah, jika berjodoh ane akan khitbah Aisyah" ujarku dengan malu2.
Acara pun selesai dan tamu undangan sudah pulang kerumah masing2. 4 sahabat Aisyah menginap dirumahnya untuk istirahat.
"Huwaaaa capek banget ya, padahal cuma kyak gitu" ujar Novita yang mulai merebahkan badanya dikasur.
" Iya badanku sakit semua nih, pengin mandi biar seger" ujar Adista sambil mengambil handuk untuk mandi.
" Ehhhh jangan mandi saat malam Dis, gak bagus untuk kesehatan dan agama kita pun melarang untuk mandi saat malam hari" ujar Shafira.
__ADS_1
Adista pun tidak jadi mandi, dia kembali lagi ke kasur dan merebahkan badannya.
" Makasih ya Fir sudah dikasih tau, kalau gak dibilangin mungkin aku sudah mandi. hehehe...."ujar Adista.
" Iya sama2 sebagai seorang muslim kita sepatutnya untuk saling mengingatkan dalam segala hal iya, ndak" ujar Fira sambil menggantikan hijabnya dengan hijab tidurnya.
" Nahhh betul banget tuh apa yang dikatakan Fira" ujar Ayu yang masih duduk disofa kamarku.
" Hemmm tapi Fir, kalau kita sudah mengingatkan, dan dia tidak mau mendengarnya gimana, apakah kita ndak dosa?" Ujarku sambil berjalan menuju Shafira yang duduk dikasur.
" Kalau kita sudah mengingatkan kepada dia, dan dia tidak mau tau, yasudah mau gimana lagi, yang penting kita sudah mengingatkan kepada dia, kalau masalah dosa atau enggknya menurut ku sih enggak, karena mengingatkan kepada sesama umat muslim akan mendapatkan pahala" ujar Shafira, kami pun mendengarkan apa yang Shafira katakan
dengan menjawab ber Oh riah.
"Hemmm gitu ya Fir, terimakasih banyak ya" ujarku.
" Ya udah ini sudah malam banget kita tidur yuk, biar nanti sholar subuhnya tidak telat " ujar Ayu.
Kami pun tidur bersama dengan kasur yang terpisah di kamarku hanya ada 2 kasur, satu kasurku dan satu lagi kasur cadangan bila nantinya ada saudara atau sahabatku yang menginap seperti ini jadi tidak repot untuk mengambil kasur di ruang tamu.
Waktu sudah menunjukkan jam 02.30 seperti biasa Shafira dan Aisyah bangun untuk sholat malam karena sudah kebiasaan di pesantren mereka tidak bisa meninggalkannya, walupun Shafira dan Aisyah hanya tidur 4 jam, tetapi mereka tidak mau melewatkan kesempatannya untuk melaksanakan sholat malam.
"Syah udah bangun, yuk ambil wudhu dulu terus kita sholat bersama" ujar Shafira sambil bangun dari tempat tidur walupun dia merasa kantuk.
" Kamu duluan Fir habis itu aku. Ohh ya Ayu, Dista, sama Novita gak dibangunin?" Tanya ku ke Shafira.
"Maunya sih gitu Syah, tapi aku melihat wajahnya yang sangat lelah, aku gak tega untuk membangunkannya." Ujar Shafira sambil melihat ke 3 sahabatnya yang tidur dengan pulas.
" Hemmm iya juga sih biarkan dia tidur saja nanti kalau waktunya sholat subuh kita bangunkan" ujarku ke Shafira.
" okee" jawab Shafira.
Aku pun langsung berjalan ke kamar mandi untuk mensucikan diri tidak perlu waktu lama aku pun selesai sekarang gilirannya Aisyah untuk bersuci.
"Syah aku sudah selesai, sekarang giliran kamu untuk bersuci" ujarku.
Aisyah pun langsung masuk kekamar mandi untuk bersuci. Sedangkan Shafira dia menyiapkan mukenah untuknya dan Aisyah.
Suara pintu kamar mandi pun berbunyi pertanda bahwa Aisyah sudah selesai, kita pun langsung sholat malam berjama'ah dengan niat masing2.
Sholat malam pun sudah selesai kami melangsungkan untuk mengaji bersama sambil menunggu waktunya adzan subuh. Sudah 30 menit kami melaksanakan dengan mengaji, dan suara adzan pun berkumandang, kami pun langsung membangunkan 3 sahabat kami yang masih tertidur karena kelelahan kami butuh waktu 10 menit untuk membangun kannya, karena membangunkan orang yang sedang kelelahan membutuhkan waktu yang lumayan lama.
Akhirnya mereka pun bangun. Kami pergi keruang sholat untuk melaksanakan sholat subuh berjama'ah yag di imami oleh umi.
nahhh kenapa yang mengimami umi
__ADS_1
Author? Para lelakinya kan pergi kemasjid untuk sholat berjama'ah jadi jangan heran kalau umi jadi imamnya.