Ku Pepet Kau Dengan Bismillah

Ku Pepet Kau Dengan Bismillah
05.


__ADS_3

Ramadhan sudah berlalu, sekarang aku dan abi berada di ruang tamu untuk berbicara tentang kelanjutanku nanti. Tak disangka abi sudah merencanakan semuanya dengan detail. Aku hanya menurut apa kata abi, walupun aku ingin melanjutkan sekolah bersama 3 sahabatku.


"Aisyah abi sudah mendaftarkan mu di pesantren. Mulai ahad depan kamu akan berangkat ke sana" ucap Abi dengan tatapan serius.


Aku terkejut yang dikatakan oleh Abi, itu pun waktunya tidak lama lagi hanya tinggal 3 hari lagi, apa secepat ini aku harus berpisah dengan keluargaku, serta sahabat2 ku (gumam hatiku).


" Tapi bi kenapa mendadak sekali, aku masih belom terfikir untuk pisah dengan abi dan umi" jawabku dengan wajah memelas.


" Ini sudah ketentuan abi, kamu harus berangkat 3 hari lagi, abi ijinkan kamu untuk berpamitan dengan 3 sahabatmu" tegas Abi.


"Baik bi" dengan wajah menahan tangis.


Abi pun beranjak meninggalkanku. Kemudia Aku langsung pergi ke kamarku untuk menumpahkan semua kesedihanku.


" Apakah secepat ini, kenapa abi tidak memberitahuku dulu tentang ini kenapa, abi langsung mendaftarkan aku itupun tanpa persetujuanku" aku pun mulai menangis.


Tiba2 Umi masuk kekamarku, kemudia membelai kerundungku. Aku pun merasakan ketenangan dengan sentuhan Umi.


Umi pun berbicara kepadaku.


" Dek turuti apa kata abi ya. Abi pasti ada alasannya untuk memasukkan adek ke pesantren. Abi hanya ingin yang terbaik untuk Aisyah".


" Tapi mi kenapa abi tidak membicarakan dulu dengan aisyah, kenapa langsung mendaftarkan Aisyah begitu saja Aisyah masih belom siap mi" ucap Aisyah dengan tangisan.


" Aisyah dengerin umi, abi ingin yang terbaik buat Aisyah jadi kamu jangan sedih lagi ya"


aku pun menganggukkan kepala sambil memeluk Umi, agar aku lebih tenang.


"Aisyah di pesantren banyak loh cowok2 yang ganteng, mungkin salah satunya kamu mau" ucap umi dengan tertawa.


" Isshhh umi, adek kan masih belom memikirkan laki2, adek ingin membahagiakan Umi, Abi, dan Abang" jawab ku dengan senyuman.

__ADS_1


"Tapi kan gak papa dek mungkin ada salah satu dari mereka iya gak" dan lagi Umi menggodaku.


" Umiii kan adek sudah bilang adek masih belom mau, umi jangan menggoda adek dong"


"hehehe.. iyaa deh terserah adek pokoknya" ucap umi dengan penuh tawa.


🌴🌴🌴


Pertemuanku dengan 3 sahabatku, aku meras sedih karena semuanya ini mendadak.


"Aisyah kenapa mendadak sekali, kita belom happy2" ucap Ayu.


" Iya syah jangan gitu, coba rayu abi kamu, pasti akan luluh" timpal Novita.


" Iya syah sepi tauk gak ada kamu di hatiku" Adista.


" Maaf ya semuanya aku gak bisa, ini sudah ketentuan abi. Aku harap kalian jangan pernah lupakan aku ya " jawab aku dengan senyum an terpaksa, walupun hatiku gak


"Aisyahhhhh..."jawab mereka bersama'an, disertai pelukan terakhir.


"Udah jangan sedih, nanti kita akan bertemu lagi kok insya allah jika allah mengijinkan kita untuk bertemu" jawabku.


Berpisah dengan mereka memang sangat sulit, tapi aku terfikir apakah aku bisa menemukan sahabat seperti mereka di pesantren. Aku masih belom siap untuk berpisah dengan orang yang aku sayangi.


Ahad pun tiba, aku sudah bersiap siap untuk berangkat ke pesantren, dengan langkah yang lemas aku pun sampai menaik mobil. aku diantar oleh abi, umi dan abangku yang baru wisuda dikairo.


" Heh Syah kamu jelek tau kalau mukaknya kyak gitu" ucap abangku.


" Apa sih bang ganggu aja, fokus sono nyetirnya" jawabku dengan jutek.


" Lah malah jutek jawabnya, syah disana cowoknya ganteng2 tau, nanti kamu bakalan betah tinggal di sana" ucap abangku dengan menggoda.

__ADS_1


"Hustt bang diem adek gak mau mikirin cowok yang ada sakit hati nanti"


jawabku ketus.


" Ya elah tergantung cowoknya kali dek, ehh tapi jangan macam2 buat pacar an kamu disana, nanti dihukum jadi berabe dah"


"lah tadi bilang cowok sana ganteng2, trus aku akan betah, lah tiba2 ngelarang pacaran hadehhh gak faham aku ama abang ini" jawabku dalam hati.


" Kok diem sih dek, dijawab dong".


"Hemm".


Mobilku pun memasuki area pesantren, banyak santri baru yang kesana kemari, membawa barangnya untuk memasukkan ke asrama, namun ada juga yang menangis karena tidak mau pisah.


(Huwaaa abi adek gak mau pisah ama kalian, adek pengin pulang) jawabku dalam hati


ingin rasanya aku teriak bahwa aku gak mau pisah tapi apa daya nyaliku gk mampu untuk memberontak.


"Dek jaga diri baik2 ya jangan nakal2, ingat pesan umi, jangan membuat abi, umi, dan abang kecewa ya sayang" ucap umi sambil memelukku.


" Eh dek awas kamu kalau macem2 disini. oh ya abang minta tolong carikan ustadzah yang masih muda ya" ucap abangku sambil tertawa.


" Bodo amat, abang cari sendiri" jawabku ketus.


" Yaudah kami pamit dek, jaga diri baik2, jadilah kebanggaan keluarga" jawab abi.


"Iya bi, insya allah".


"Assalamualaikum" jawab mereka ber 3.


"Wa'alaikumussalam hati2 bi" sambil menangis, merasakan di tinggalkan oleh keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2