Ku Pepet Kau Dengan Bismillah

Ku Pepet Kau Dengan Bismillah
06.


__ADS_3

Hari ini perkenalan santri baru, disini aku sendiri, ingin berinteraksi dengan yang lainnya tetapi aku malu. sampai ada salah satu santri putri menepuk bahuku.


"Assalamualaikum ukhty" jawabnya.


"Wa'alaikumussalam juga" jawabku. melihat dia aku merasa malu, dia begitu syar'i, wajahnya meneduhkan, dia begitu menjaga auratnya, aku kagum dengannya.


"Perkenalkan aku Sayyidatus Shafira" dengan mengulurkan tangannya.


" Aku Aisyah Zainul Muttaqin" . Aku pun m membalas uluran tangannya Shafira. Ada perasaan aneh disaat aku berkenalan dengan Shafira, dia cantik, anggun, mukaknya ke arab2 an. tangannya sangat lembut.


" Aisyah asli mana?" tanya nya.


"Aku asli banyuwangi, kamu asli mana?".


" Aku asli Surabaya, salam persahabatan ya, semoga jadi sahabat jannah aamiin".


" Aamiin ya robb" masya allah dia begitu baik sekali, padahal dia baru kenal denganku. Aku merasa sangat malu dengannya (gumam


hatiku).


" Sebentar lagi masuk sholat dzuhur mari bersiap siap dulu" ajak shafira


"ayokkk." jawabku..


Kami pun berjalan sambil berbincang bincang dengan suka cita, dia begitu asik, dan dia nyambung saat aku ajak bicara, pokoknya dia is the best dah.


" Aisyah ayok cepat berangkat ke masjid, takut nanti dimarahi ama ustadzah" Shafir.a


" Ehhh iya iya sebentar saya mau pakai mukenah dulu." jawabku dengan tergesa gesa


kami pun berjalan bersamaan dengan santri putri lainnya. Masya allah ada suara seseorang mengaji yang sangat indah, aku terpesona dengan suaranya. Aku mengintip di tirai masjid tapi tidak kelihatan siapa yang mengaji


" Eh aisyah ngapain ngintip2 santri putra" tanya Shafira dengan suara berbisik bisik

__ADS_1


"hehe itu, hemm tadi yang ngaji siapa ya"


"ohhh itu namanya ustad Ali, katanya sih banyak santri putri ama ustadzah yang suka ama ustad ali" jawab Shafira.


" Hah iya kah kok bisa fir" jawabku dengan kepo.


" Nanti aja ceritanya, nanti dimarahi ustadzah kalau kita ngomong sendiri dan gak dengerin ceramahnya kyai" shafira.


"hehehe iya ya lupa fir" jawabku


acara pun sudah selesai, sekarang para santri kembali ke asramanya masing2.


sangking asiknya aku sama shafira berbicara dan tidak melihat jalan, aku tidak sengaja menabrak seorang laki2.


Brukkkkk...


" Aastaghfirullah." Jawabku dengan seorang laki2 tersebut.


Ehhh kok dia yang minta maaf, biasanya kan aku yang minta maaf ini kok kebalik (gumam hatiku). A


ku pun mengangkat kepalaku dan aku pun kaget siapa yang aku tabrak. dia pun sama kagetnya


" Ehhh iya kak, saya yang salah maaf, saya tadi keasyikan ngombrol sambil lupa gak lihat jalan." Jawabku dengan gugup dan kembali menundukkan kepala ku.


" Iyaa saya juga minta maaf, yaudah kalian kembali ke asramanya. Assalamualaikum." Jawabnya langsung pergi meninggalkan aku dan Shafir.a


"Wa'alaikumussalam" jawabku dan Shafira.


"Adduh ukhty kenapa manggil kak tadi, dia Ustad disini, haduhh nanti kita dihukum ama Ustad Ali gimana" jawab Shafira dengan wajah yang cemas.


" Hemmm udah gak usah takut. Insya allah Kak Ali ehhh maksudnya Ustad Ali gak akan menghukum kita kok, lagian aku kan gak tau dia Ustad disini, dan juga kita masih baru, iya kan ." jawabku dengan tenang.


" Iya juga sih Syah, tapi aku takut".

__ADS_1


"sudah dari pada tetep disini mending kembali ke asrama yok".


Aku pun menggandeng tangi shafira yang dingin karena takut dihukum..


sesampainya di asrama aku pun menggantikan mukenahku dengan hijab, begitupun dengan shafira.


"Fir kamu tadi mau cerita kalau sampai diasrama".


"oh ya lupa Syah maaf ya" sambil menampakkan wajahnya yang imut.


"Gini yang kamu tabrak tadi itu ustad ali yang tadi mengaji di masjid, disini banyak ustad yang suka sama ustad ali, sampai ada yang mengirim surat cinta".


" Apa surat cinta, yang bener, tapi kan kalau ketahuan pasti dihukum kan Fir, dan juga kenapa ustadzah ikut2 an?" Ucapku antusias.


" Iyaa Syah, tapi entah lah aku juga gak faham. Tapi iya juga sih Ustad Lli banyak yang suka lagi pula dia itu tipe cowok idaman, dia sudah sholeh, ganteng, nurut juga, tapi ya gitu cueknya nau'dzubillah".


"hahaahahhaaaa.. beneran." Aku ketwa dengan nyaring.


" Lah fir kok ketawa sih, jangan keras2 juga ya nanti ada yang denger kenak hukum kita".


" oke oke lanjut".


" Hah lanjut. lanjut kemana aku taunya itu doang"jawab Shafira dengan ekspresi yang sangat lucu.


"Sebenarnya dulu aku pernah bertemu dengan Ustad Ali" jawabku dengan nada enteng.


"Apa ketemu dimana?" dengan sontak Shafira bertanya.


Huh untung aku gak jantungan dengan suara teriakannua Shafira.


" Tadi disuruh jangan teriak2, ini malah teriak2" Protesku.


"Ehhh maaf syah aku lupa, kamu sih buat aku kaget, Oke lanjut" ucap Shafira.

__ADS_1


__ADS_2