
"Iya dulu aku pernah bertemu pada saat umi menyuruhku mengirim pesanan ke alamat yang aku gak tau. Kemudia aku ketuk pintunya ternyata yang keluar Ustad Ali, Uminya juga mengenalku. Tapi, aku gak kenal mereka ya mungkin aku jarang kemana mana sampai lupa hahahahha" jawabku.
"hah trus trus".
"ya trus aku cuma ngomong sebentar habis itu aku lanjut ngobrol ama uminya. Tapi aku gak lama disana karena, aku harus pergi ke gramed" jawabku.
"Hemmm pantesan tadi Ustad Ali kaget lihat kamu, ternyata dia pernah bertemu dengamu ya hahaahaa" jawab shafira dengan tertawa.
"yehhh malah tertawa nih anak, ya udah tidur yuk" ajak ku.
"Semoga Aisyah berjodoh dengan ustad ali aamiin" doa Shafira.
mataku terbelalak dengan apa yang diucapkan oleh shafira dengan wajah kepolosannya membuat aku ingin mencakar shafira, ehh tapi kalau do'a shafira terkabul gimana ya alhamdulillah deh. Ehh astghfirullah kenapa malah jadi gini udah ah aku gak mau mikirin laki2 yang bukan mahramku.
*****
Ali merasakan gejolak yang sama saat dia bertemu dengan dia saat aisyah memgirim.pesanan kerumahnya.
"arrrgggghhhh aku kenapa sih, aku gak mau mengenal cinta." dengan menggusar keras diwajahnya.
__ADS_1
"ya allah jauhkanlah perasaan ini hamba hanya ingin mencintai istri hamba kelak. Tolong hilangkan perasaan ini ya robb. Jika benar ini cinta yang kau berikan tolong jaga, hamba tidak ingin menodai cinta ini ya robb"
Dengan bersimpuh Ali memohon ke pada sang khaliq.
******
"hoooaaaaammm udah jam berapa ini" aku melihat jam yang berada di sebelahku.
"hemm ternyata jam 02.30, aku mau siap2 dulu untuk sholat tahajud selepas itu aku bangunkan shafira" ucapnya
Aku mengguyur badanku dengan air yang sangat dingin siapa yang betah mandi di jam segini malahan orang2 banyak yang mandi saat matahari muncul.
" hoamm aisyah kenapa gak membangunkan aku " shafira bertanya saat dia setengah sadar.
" tadi aku mau membangunkanmu slepas mandi, ternyata kamu udah bangun dulu " jawabku.
" hemm yaudah aku mau mandi dulu, dan tunggu aku ya syah ".
" okee "
__ADS_1
Sambil menunggu shafira aku membuka al qur'an warna biru kesayangan ku. Ini adalah hadiah dari umi yang paling aisyah sayang.
Mengingat Umi, aisyah sangat rindu suasana rumah, apa kabar abi, umi, dan abang aisyah rindu, aisyah pengen meluk kalian, apakah kalian rindu aisyah?.. pasti rindu iya kan. aisyah berdo'a semoga kalian sehat wal 'afiat aamiin. Tidak terasa air mata Aisyah jatuh karena merindukan keluarganya. Shafira yang melihat Aisyah memangus ia pun ikut sedih.
" syah kamu rindu ya keluarga ya".
"Ehhh Shafira udah selesai mandinya ".
" jawab dulu pertanyaan ku ".
"Hemm iya fir aku kangen sama keluarga. Hemm sedang apa yang mereka sekarang" dengan terisak aisyah langsung memeluk Shafira, ya karena shafira adalah obat penenang setelah keluargaku.
"Udah syah jangan nangis, do'akan yang terbaik buat kelurga kamu ya".
"iya fir makasih ya, ehh udah jam 03.10 ayok cepat ke masjid untuk sholat tahajud berjama'ah nanti kita kena hukum lagi" dengan spontan membuat aku dan shafira berlarian ke masjid.
Ali tidak sengaja melihat Aisyah dan Shafira berlari.Tiba2 senyum an terukir di wajah ali, entah lah ada apa dengan dirinya sendiri tiba2 tersenyum saat ia melihat Aisyah..
Astaghfirullah aku tersadar akan lamunanku
__ADS_1
oke ali sekarang fokus ama impianmu jangan memikirkan wanita, semangat ali (gumamku dalam hati)