
"Aisyahhhh bangun, nanti kita ketinggalan sholat tahajud" ajak Shafira sambil menggoyangkan tubuh Aisyah.
"Hoooaaammm iya Firr sebentar"
aku pun beranjak dari ranjangkh kemudian langsung menuju kekamar mandi untuk mensucikan diri.
Dalam perjalanan ke masjid aku mendengar suara yang aku rindukan ehh maksud nya lantunan al qur'an yang aku rindukan saat tidak ada dipesantren, tetap sama dalam lantunannya. Dia membacakan surah Ar Rahman dimana surah itu adalah surah favoritku, bukan favoritku juga sih favorit semua santri heheheeee...
"Masya allah suaranya bikin adem ya syah" ucap shafira.
" Iya Fir masya allah, Calon Imam idaman banget ya ustad Ali " ucapku asal ceplos.
"Hemmmm, kamu suka ya ama ustad Ali" ucap Shafira sambil menyenggol lenganku.
"Hah suka ya enggk lah fir, mana ada suka. Aku sama Ustad Ali sangat jauh Fir, dia ya sholeh, baik, tegas, tanggung jawab, dia pokok calon imam idaman yang sempurna.
Sedangkan aku gak ada apa2 nya Fir jauh banget seperti 10 ke 20 jauh kan.
ucapku dengan panjang lebar.
" Yakin.." ucapk Shafira.
" Udah ah masuk yuk, malah ngomongin ustad Ali" ucapku dengan nada kesal.
__ADS_1
Sholat tahajud pun dilaksankan dengan khusyuk, tidak terasa air mataku jatuh disaat berdo'a kepada sang khaliq. semua para santri pun sama menangis akan do'a nya masing2.
Sholat pun selesai beserta ceramah yang diberikan oleh kyai. Semua para santri berlarian untuk bersiap siap pergi kesekolah.
Saat Aisyah dan Shafira berjalan menuju ke sekolah ia dihadang oleh Fatus beserta para gengnya. Entah apa yang membuat Fatus sangat benci terjadap Aisyah. Tetapi Aisyah tidak pernah ingin memperbesar masalahnya dengan Fatus.
" Heh Syah setiap lihat kamu aku rasanya pingin membuat kamu malu. Apakah kamu tidak takut denganku hah" ucap Fatus
sambil memegang pipi Aisyah dengan keras.
Aisyah pun langsung mengambil tangan fatus kemudia memutarnya kebelakang.
"maaf ya mbk saya gak takut sama sekali, saya cuma takut sama ALLAH" jawab Aisyah dengan wajah yang tenang, kemudia Aisyah melepaskan tangan Fatus.
" Siala kamu Syah lihat saja nanti, aku akan buat kamu menyesal" ucap fatus dengan nada yang mengancam dan penuh tekanan.
"Syah kamu kok melawan mbk Fatus, duh nanti masalahnya tambah panjang gimana Syah. Lebih baik kamu minta maaf sana" ucap Shafira dengan wajah yang khawatir.
"sudah tenang ya Fir kamu tidak usah khawatir, insya allah semua akan baik2 saja" ucap Aisyah dengan senyuman.
" Tapi Syah aku khawatir sama kamu"
" Husttt tenang ya, jangan khawatir ke aku. Ya allah Firr aku lupa ada surat buat ustadzah Zahra"
__ADS_1
sambil mencari surat yang dipesan oleh abangnya
"Huh alhamdulillah masih ada" ucap Aisyah sambil menaruh amplop ketasnya kembali.
Setelah pulang dari sekolah Aisyah akan memberikan aplop tersebut. Tapi ia lupa sehingga ia memberikannya saat pulang diniah.
Sambil mengambil amlpop tersebut Isyah langsung pergi ke kamar ustadzah Zahra.
"Fir ikut aku yuk cepet an ke kamar ustadzah Zahra penting soalnya" aku langsung menarik tangan Fira tanpa menunggu jawaban dari mulutnya.
Didepan pintu ustadzah Zahra Aisyah gugup karena takut dimarahi, tapi kan dia gak pernah marah, dia orangnya lembut, ramah, dan sholehah.
tok tok tok....
" Assalamualaikum ustadzah" ucapku bersama Fira.
" Wa'alaikumssalam ehhh Asiyah sama Shafira ada apa, kok malem2 ke sini, masuk dulu" ucap ustadzah zahra dengan ramah
" Hemm endk usah ustadzah disini saja, soalnya cuma sebentar, hemmm ini ustadzah ada surat dari abang" Aisyah pun memberikan amplop ke ustadzah Zahra.
" Surat buat ustadzah, tapi buat apa Syah?" Tanya ustadzah dengan heran.
" Hemm kurang tau ya ustadzah, itu dari soalnya dari abang Aditya. Aisyah hanya disuruh ngasih surat ini saja, selebihnya ustadzah yang tau, hemm kalau gitu kita mohon undur dulu ustadzah assalamualaikum".
__ADS_1
" Ehhh iya wa'alaikumussalam makasih ya Syah, Fir" ucap ustadzah dengan senyuman.
Aku dan Fira bergegas menuju kamar, takut ada ustadzah yang sedang jaga sekarang, kalau bisa tau mereka bakalan kena hukum karena keluar pada waktu jam istirahat.