
Ujianpun sudah tiba, saatnya para santri fokus pada ujian, walaupun ujian dipesantren tidak sama dengan ujian sekolah lainnya, tetapi mereka sangat senang akan materi yang disampaikan oleh ustad dan ustadzahnya karena sangat mudah untuk dipahami. Disini mereka juga tidak hanya mendapatkan ilmu umum saja, tetapi ilmu agama mereka dapatkan.
***
Hari demi hari sudah dilalui ujian pun sudah selesai, saatnya para santri diliburkan selama 1 minggu dan dibolehkan untuk pulang kerumahnya masing2.
Saat pulang Ali sudah menyiapkan rumah untuk ia tinggalkan bersama istrinya, walupun beda kota dari orang tuanya, Ali ingin hidup mandiri dengan Aisyah tanpa ada campur tangan dari orang tuanya.
"Mas ini benar rumah kita?" Tanya Aisyah.
"Benar dek ini rumah kita, Mas sebenarnya sudah lama membeli rumah ini untuk keluarga kecil kita nanti" jawab Ali sambil membawa barangnya kedalam.
"waaaawww indah sekali mas simple tapi elegan dan ada tamannya juga, aku suka" ucap Aisyah sambil tersenyum karena rumah yang disediakan sangatlah indah.
"Yaudah ayuk masuk dulu kita bersih2 sebentar, habis itu kita bisa istirahat" Jawab Ali sambil memegang tangan Aisyah, ia pun terkejutt karena Suaminya memwgang tangannya.
Didalam rumah mereka sudah membersihkan rumahnya yang simple tapi elegan. Tidak membuang waktu lama mereka sudah selesai dalam waktu 1 jam.
"Mas aku mau mandi dulu ya" ucap Aisyah sambil pergi kekamar mandi.
"Iya dek, jangan lama2" Jawab Ali sambil tersenyum nakal.
Setelah selesai mandi Aisyah langsung merebahkan tubuhnya yang lelah, karena merasa nyaman ia tertidur sangat pulas, Ali yang keluar dari kamar mandi membuat ia geleng2 kepala akan kelakuan istrinya. Ia pun mendekat ke istrinya yang tertidur dan mencium keningnya. "Terimakasih sudah mencintaiku sayang." Ia pun juga terlelap disamping Aisyah dan memeluknya.
***
Seperti biasa mereka terbangun jam 03.00 untuk sholat sepertiga malam bersama dan dilanjutkan mengaji saat selesai sholat Ali ingin mendengarkan suara istrinya, betapa terkejutnya ia saat pertama kali mendengarkan suara merdunya Aisyah saat muraja'ah sangat menghayati, Ali merasa bersyukur memiliki istri sholehah seperti Aisyah, sampai tidak sadar Aisyah sudah berhenti muraja'ah nya dan Ali masih memandanginya, Aisyah yang kaget dengan tatapan suaminya membuat ia bingung karena tatapan Ali kepadanya sampai matanya tidak berkedip sama sekali.
"Mas Mas Mas Ali (sambil menepuk tangan Ali dengan, dan Ali pun terkejut karena Aisyah sudah menyadarkan akan lamunsnya. "kok malah bengong lihat Aisyah"..
Ali pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena salah tingkahnya kepada Aisyah.
"Hemm suara kamu enak banget dek, sampai Mas terhipnotis akan suara kamu yang begitu indahnya" Jawab Ali dengan jujur.
"Hemm makasih mas, udah adzan sana gih berangkat kemasjid" ucap Asiyah.
"Iya dek, Mas berangkat dulu, jangan lupa kunci pintu ya Assalamualaikum".
"Wa'alaikumussalam mas" jawab Aisyah
__ADS_1
Setelah kepergian suaminya, ia langsung pergi ke mushola kecil didalam rumahnya, yang memang dibuat khusus untuk beribadah oleh Ali.
Setelah selesai sholat Aisyah langsung memasak untuk suaminya.
Suara pintu pun terdengar pertanda Ali sudah kembali dari masjid, ia langsung berlari membuka pintunya.
"Assalamualaikum" ucap Ali dengan senyuman khasnya, jika para wanita tau akan senyumannya pasti akan klepek2, begitupun yang dirasakan Aisyah sekarang.
"Wa'alaikumussalam, mas" Aisyah langsung menyalami tangan suaminya. " Mas mandi dulu gih habis itu sarapan, aku tunggu dibawa yah" ucap Aisyah.
" Okee Mas akan mandi dulu".
Tidak lama Ali sudah turun dan langsung duduk di tempat makan, melihat istrinya memasakan Ali langsung menghampiri dan memeluk istrinya dari belakang, dan membuat Aisyah terkejut akan kelakuan sang suami.
"Mass jangan gitu, aku gak bisa masak nih kalau kamu kyak gitu" ucap Aisyah karena marasa geli saat pertama kali dipeluk oleh orang lain kecuali Abinya.
"Hemmm baunya enak banget, jadi lapar" ucapnya yang masih tetap memeluk istrinya.
"Mas tunggu dimeja makan saja, kalau mas kyak gini nanti gak selesai2 masaknya" protes Aisyah, lalu Ali pun melonggarkan tangannya dan menunggunya dimeja makan.
Makanan pun sudah siap, Aisyah langsung menyuguhkan Nasi dan lauk pauknya ke piring suaminya, Ali pun melihat istrinya yang melayaninya ia pun tersenyum, sehingga membuat Aisyah yang sadar akan tungkah laku suaminya membuat ia malu.
"Iya iya mas makan nih, kamu sih cantik banget sampai Mas gak mau berpaling" ucap Ali yang membuat Aisyah malu karena ucapan suaminya.
"Udah mas makan sana kasihan nasinya di anggurin" ucap Aisyah.
"Iya iya ini mas makan kok".
Mereka pun makan hanya suara piring dan sendok yang berbunyi. Setelah selesai makan Aisyah langsung mencuci piring, dan Ali pun membantu Aisyah, walupun suaminya ingin memanggil pembantu untuk membersihkan rumahnya tetapi Asiyah menolak karena ia ingin berbakti pada suaminya.
"Dek habis ini jalan2 yuk cari udara segar" ucap Ali sambil membasuh tangannya.
"Kemana Mas?" jawab Aisyah.
"Nanti kamu akan tau dek" ucap Ali sambil menggandeng tangan Asiyah kekamar untuk berganti baju.
"Hemm okkke lah"
Setelah selesai mereka langsung jalan2 kesuatu tempat, hanya menggunakan sepeda motornya, walupun digarasi ada mobil Ali ingin beromantisan dengan istrinya seperti anak muda sekarang.
__ADS_1
Dijalan Ali menyuruh tangan Aisyah untuk merangkulnya agar tidak jatuh, tetapi Aisyah menolak karena ia malu. Ali pun langsung mengambil tangan Aisyah dan melingkarkan ke perut Ali. Dibelakang Aisyah tersenyum karena ini pertama kalinya ia berboncengan dengan laki2, dan itu pun sudah sah.
"Dek Mas ingin berpacaran dulu sama kamu untuk bisa saling mengenal".
( dibelakang Aisyah kaget dengan ucapan suaminya, ia mencerna kata2nya). "Jangan kaget dulu maksudnya Mas kita berpacaran setelah nikah, kita kan sudah sah jadi kita tidak akan dosa dek, apakah kamu mau" jelas Ali membuat hati Aisyah lega.
"Aku mau mas sangat mau" ucap Aisyah langsung spontan.
Ali pun tertawa dengan kelakuan istrinya yang begitu sangat polosnya. Setelah mengendarai sepeda dengan waktu 10 menit mereka pun sudah sampai ditujuan.
"Masya allah indah banget mas danau nya, masih baru banget kyaknya ya mas?" Ucap Aisyah berlari meninggalkan Ali yang masih memarkirkan sepedanya..
"Iya dek masih baru, Dek jangan lari2 nanti kamu jatuh" jawab Ali sambil mengejar Aisyah yang lumayan jauh dari jaraknya karena larinya sang istri sangat kencang.
Aisyah pun duduk ditepi danau, melihat pemandangan yang sangat indah, pohon2 yang sangat hijau, angin yang sepoi2, dan suara burung bernyanyi.
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan".
Ali pun sudah berada disamping Aisyah sambil ngos2 an karena lari mengejar sang istri.
"Dek kamu larinya cepet banget mas sampek ngos2 an nih" uca Ali sambil menyenderkan kepanya dikursi deket danau.
"Hehehee maaf Mas, habisnya tempatnya indah banget sih" Sambil mengelap keringat diwajahnya Ali, sampai membuat Ali terkejut yang dilakukan istrinya kepadanya.
Ali pun menatapnya dengan lekat, Aisyah yang sadar akan tatapan suaminya langsung memalingkan wajahnya.
"Kenapa berhenti hemm" ucap Ali.
"Mas sih lihat aku kyak gitu, kan jadi malu" ucap Aisyah masih dengan pipi yang merah.
"Ehhhh kok pipinya kyak kepiting rebus hahaa.." ucap Ali sambil mencubit pipi Aisyah yang gemas.
"Masss sakit tau" Aisyah pun merengek karean Ali mencubit pipinya.
Dikejauhan Ada sepasang mata melihat Aisyah bersama Ali, dia adalah Fatus orang yang pernah menembak Ali dan Membenci Aisyah. Fatus mengepalkan tangan karena melihat Aisyah yang dejat dengan Ali.
Fatus ingin melabrak Aisyah disana, tetapi ia urung kan karena ada Ali bersamanya.
"Mereka mempunyai hubungan apa sampai bergitu dekatnya, dan Ustad Ali sangat bahagia bersama Aisyah, padahal Ia di pesantren sangat cuek dengan wanita kenapa dengan dia tidak, aku harus cari tau apa sebenarnya hubungan mereka" gumam fatus sambil pergi dari tempatnya.
__ADS_1