Ku Pepet Kau Dengan Bismillah

Ku Pepet Kau Dengan Bismillah
13.


__ADS_3

Di dalam kamar Ustadzah Zahra duduk diranjang kemudian membuka amplop yang diberikan oleh Aisyah. Saat ia membuka amplop tersebut ia terkejut karena didalamnya berisi formulir ta'aruf beserta sepucuk surat. Ia pun mulai membaca isi formulirnya, kemudia berganti membaca isi surat tersebut


 


*Banyuwangi,10 Oktober 2016.


 


Dear Zahra.


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hai zahra, kamu pasti tidak kenal aku kan ya pasti kamu bertanya- tanya siapa aku. Maafkan aku ya zahra aku lancang menulis surat ini untukmu dan maafkanlah aku yang telah lancang mencintaimu dalam diam, aku ingin engkau tau tentang perasaanku bahwa aku menyukaimu, tetapi aku tidak ingin menodai cinta ini, jika kamu menerima ajakan ta'aruf ku aku akan ke rumah mu untuk langsung melamarmu.


Aku tidak ingin memcintaimu yang tidak mempunyai ikatan , memang cinta adalah fitrah tetapi aku takut mencintaimu karena nafsu. Untuk itu aku memberikan formulir serta biotadaku ke kamu, lihat dan baca bidataku. Aku akan menunggu dan menerima keputusanmu nantinya.


Jangan lupa sholat istikharah ya untuk meminta petunjuk ke sang khaliq.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


 


Salam hangat


 


Aditya Zainul Muttaqin*.


 


 


 


Setelah selesai membaca surat tersebut ia mulai bingung, apakah ia harus menerima atau menolak. Tetapi Aditya adalah laki2 yang berani mengajaknya ta'aruf tanpa ada pacaran.


Hatiku gelisah aku harus jawab apa, aku tidak tau dia seperti apa, dan aku juga tidak mengenalnya. Aku akan sholat istikharah dulu untuk memantapkan hatiku (gumamku dalam hati).

__ADS_1


Zahra pun pergi kekamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah selesai ia menyiapkan mukenahnya untuk memulai sholat istikharah.


أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى


Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.


waktu mengerjakan sholat istikhara paling tepat adalah pada waktu Sepertiga malam pertama ketika selesai sholat isya' sampai jam 22.00 malam. Sepertiga malam kedua pada pukul 22.00 samapi 01.00 dini hari suasanya malam biasanya lebih tenang sehingga disaat kita mengerjakan sholat istikhara lebih konsentrasi dan lebih khusyuk. Sepertiga malam terakhir mukai pukul 01.00 dini hari sampai menjelang waktu sholat subuh.


Setelah ia mengerjakan sholat tak lupa Zahra berdo'a meminta petunjuk kepada sang pemilik hati.


" Ya Allah ya Rahman, apakah ini jawabanmu yang selama ini hamba adukan kepadamu ya robb. Jika benar dia jodoh hamba berikanlah hamba keyakinan kepadanya ya robb dan teguhkanlah hati hamba aamiinn...


Robbana atina fiddunya Khasanah wafil a khiroti hasanah waqina ādza bannar aamin ya robbal ālamin."


****


Tidak terasa ujian madrasah telah usai, dan juga ujian2 dari pondok pun juga selesai. Aku baru pertama kali ikut acara Imtihan kalau disekolah biasanya Pentas Seni atau Perpisahan, nah kalau disini beda.


" Wahhh aku baru pertama kali ikut Imtihan seperti ini, ternyata asik juga tidak seperti acara disekolah ku". ucapku.


****


Semua santri ikut membantu untuk acara Imtihan agar nantinya memiliki kesan tersendiri, oleh karena itu acara ini dibuat sangat meriah. Biasanya acara disini berlangsung selama 3 hari.


* Hari pertama biasa diisi pembukaan seperti ceramah dari Kyai2 sepuh.


* Hari kedua diisi acara kirab santri, dan


Festival Hadrah saat malam.


* Hari ketiga wisuda kakak kelas yang berlangsung mulai pagi sampai malam nanti.


Diacara imtihan, santri putra dan putri dipisah kecuali di saat hari kedua mereka akan bersatu tetapi santri putri ditaruh didepan, sedangkan santri putra ditaruh dibelakang sendiri.


"Aisyahh, Shafira kamu di panggil ustdazah" ucap seorang santri yang bernama Meitha.

__ADS_1


" Ada apa ?" ucap kita bersamaan.


" Enggak tau, kalian disuruh kesana sekarang" jawabnya.


" Baiklah kita akan keruangan Utadzah, Terimakasih ya mei".


"iyaa sama2" ucapnya dengan senyuman.


" mari Mei assalamualaikum".


"wa'alaikumussalam".


Aku pun berjalan keruangan para ustadzah. Diperjalanan menuju ke kantor kami takut dihukum oleh ustadzah, padahal kami tidak melanggar aturan pesantren. Hati kami dag dig dug karena takut untuk masuk ke kantor.


"Syah kok aku takut ya" ucap Shafira.


"Sama Fir aku juga takut".


Sampailah mereka didepan kantor,aku pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum" ucap kami berdua.


"Wa'alaikumussalam sini duduk" ucap Ustadzah Zahra.


Kami pun duduk bersama dan juga mengobrol tentang acara Imtihan. Panjang lebar ustadzah Zahra ceritakan. Kami pun mulai paham yang diucapkan. Ternyata ustdzah meminta tolong pada mereka bedua untuk ikut serta diacara imtihan tersebut.


"Kalian harus banyak latihan ya, untuk Shafira yang membacakan ayat suci Al Quran harus baik dan benar, dan untuk Aisyah membaca arti dari isi ayat suci Al Qur'an yang nanti dibaca oleh Shafira. Nah sekarang faham kan, buatlah yang terbaik untuk acara nanti" ucap ustadzah.


"Insya allah ustadzah kami akan memberikan yang terbaik" ucapku.


" Semangat buat kali" ustadzah memberikan semangat kepada kami, dan tidak lupa dengan senyumannya yang sangat indah.


" Terimakasih ustadzah, kami pamit dulu, assalamualaikum".


"Wa'alaikumussalam".

__ADS_1


__ADS_2