Ku Pepet Kau Dengan Bismillah

Ku Pepet Kau Dengan Bismillah
08.


__ADS_3

"Aisyah ayok cepet an nanti terlambat masuk kelas" teriak Shafira.


" Sebentar Fur ini lagi makai sepatu " dengan cepat Aisyah langsung lari ke Shafira.


" Huhh udah yuk berangkat" sambil menarik tangan Shafira.


" Syah jangan lari2 capek tauk tangan ku saja kamu pegang kenceng banget" protes Shafira.


" Heheheee maaf Firr, yaudah ayok" sambil menarik kembali tangan shafira.


" Ya allah Syah pelan2 aku ngos2 an nih kamu larinya cepet banget. Ini lihat tangan ku kamu pegang kenceng lagi" ketus Shafira.


" Hehehe maaf Fira, aku lupa lagi." Aisyah menjawab dengan cengengesan.


" Huh untung cantik, kalau enggk udah aku lempar kamu Syah" ucap Shafira.


" Uuhhh cayang jangan ngambek dong nanti


cantiknya hilang loh" goda Aisyah ke Shafira.


" Apa sih Syah, yaudah yuk masuk".


🔊🔊


Bel pun berbunyi pertanda bahwa pembelajaran pun dimulai.


Oh ya disini santri putra dan santri putri dipisah jadi jangan berharap bisa melirik kesana kemari layaknya sekolah umum lainnya, disini ada peraturannya jadi jangan seenaknya bisa melirik.


Dikelasku para santri putri berbisik2 membuat konsentrasiku dan Shafira hancur. Aku gak tau apa yang dibicarakan oleh santri sini, dan ya aku denger ada pengajar baru yang menggantikan Ustad Muhsin, dikarenakan dia ada tugas di luar kota.

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Ustad Ali.


" Wa'alaikumussalam" jawab kami serempak.


Tiba2 suara itu kembali lagi, karena kebanyakan santri putri sini suka pada Ustad Ali sampai ada yang menggoda nya.


" Ustad Ali, senyum dong jangan cemberut terus nanti gantengnya hilang loh" jawab salah satu santri. Akhirnya kami semua pun tertawa dengan tingakah konyolnya salah satu santri tersebut.


Tetapi Ustad Ali tidak merespon yg diucapkan santri tersebut dan juga bisikan2 itu tidak mau berhenti sampai ada yang berkata.


" Masya allah Ustad Ali ganteng banget, aku mau jadi istrinya." Dan ada juga yang...


"Kalau yang ngajar ustad Ali aku akan melek banget nih."


Dan masih banyak lagi membuat kepalaku pecah.


" Ustad akan absen dulu".


" Baiklah kita mulai saya akan tunjuk salah satu untuk maju kedepan"


Semuanya pada menunduk takut ditunjuk


maju sama Ustad begitupun aku dan degggggg....


" Kamu yang duduk di urutan meja nomer 3 maju sebelah kanan".


" Haduh kenapa aku juga yang ditunjuk Ustad, aku kan belom bisa semuanya" gumam hatiku.


"Sss..saya ustad" dengan terbata bata.

__ADS_1


" Iyaa kamu, siapa namanya." tanya Ustad Ali.


" Aisyah ustad." Dengan gugup maju.


" Baik kita mulai. Ma ismuki? " (siapa namamu?).


" Ana Aisyah Zainul Muttaqin" (saya Aisyah Zainil Muttaqi).


" Min aina anta ? (dari mana kamu berasal").


" Ana min S, jawa timur." (saya dari S, Jawa Timur)


" Baik aisyah cukup kamu boleh duduk sekarang".


" Terimakaih ustad" dengan tangan yang dingin dan gemetar aisyah pun duduk.


"Syah kamu keren banget".


"Alhamdulillah, aku kira tadinya bakalan sulit banget ehh ternyata cuma kenalan"


jawabku.


Ustad Ali pun melanjutkan pengajaran nya sampai selesai.


Prov Ali.


Disaat Ali masuk kelas dan tiba2 matanya melihat sosok wanita yang dia kenal, yaitu Aisyah yang membuat Ali selalu memikirkannya.


Dengan sengaja ia menunjuk Aisyah untuk maju kedepan untuj memulai berbicara bhs arab. Sebenarnya aku hanya ingin tau tempat tinggalnya tapi, dengan cara ini lah ia bisa tau asal usul Aisyah, walaupun dia tidak menyadarinya..

__ADS_1


" Jagalah cintaku ini ya robb, jangan sampai hamba mencintai dia karena nafsu, hamba ingin mejaga dia agar tidak terjerumus akan dosa, kuatkan lah hamba ya robb" Ali pun berdoa dengan penuh penghayatan.


__ADS_2