Ku Pepet Kau Dengan Bismillah

Ku Pepet Kau Dengan Bismillah
20.


__ADS_3

Ke esokan harinya Fatus dan teman2nya sudah merencanakan sesuatu buat menghancurkan Aisyah, tiba2 Fatus berencana lain untuk menghancurkan Aisyah, teman2nya pun tidak setuji dengan rencana Fatus karena itu terlalu berbahaya.


"Itu terlalu bahaya, gue gak akan ikut rencana gila lo itu" ucap Dita teman Fatus


"Iya gue sama gak mau ikut ide lo itu" yecap teman yang lainnya.


"Okee jika lo semua tidak mau bantu, gue akan ngelakuin ini sendirian" jawab Fatus sambil meninggalkan teman2nya.


"Woy Tus pikirkan nanti yang akan lu alami setelah melakukan rencana lo yang gila itu " ucap Dinda sambil teriak.


Fatus pun tidak menggubris ucapan teman2nya ia memilih untuk melanjutkan rencananya sendiri tanpa ada campur tangan orang lain.


Fatus pun melakukan ide gilanya dengan menyirami minyak goreng di anak tangga begitu banyak agar saat Aisyah turun ia terpeleset.


***


Di dalam kamar Aisyah sudah rapi untuk pergi ke madrasah dan tidak lupa ia tersenyum di kaca karena yang akan masuk dikelas suaminya yaitu Ali.


"Eleh elehhh ini anak kok senyum2 sendiri" ucap Shafira sambil merapikan jilbabnya.


"Ishh kamu itu Fir, gak tau orang seneng aja" jawab Aisyah.


"Hemm iya deh iya yang nanti bakalan ketemu ama suaminya" ucap Shafira sambil tertawa.


"Hahaa iya dungs, kamu mah mana tau rasanya sudah nikah" jawab Aisyah.


"Hadehh gini ni kalau udah nikah pinginya ketemu terus" ucap Shafira sambil bangun dari duduknya.


"Mangkannya nikah wleeeee" jawab Asiyah sambil lari2.


"Ishhhh sini kamu Syah aku ketuk pakai bolpoin kamu" ucap Shafira sambil mengejar Aisyah yang sudah lari.


Saat Aisyah turun dari tangga Minyak goreng sudah Fatus siram dannnn....


"Aakkkkkkkkhhhhh" jerit Aisyah yang terguling di anak tangga, dan darah segar pun keluar dari kepalanya.


"Aisyahhhhhhh....." teriak Shafira sambil menuruni anak tangga, dan ia pun hati2 karena ada minyak yang lumayan banyak disekitar tangga.


"Syah bangun (sambil menepuk pipinya) "tolonggggg Aisyah jatuh" teriak Shafira sambil memeluk Aisyah yang sudah tidak sadarkam diri.


Para santri pun datang dan membopong Aisyah kerumah sakit XXXX. Di kejauhan Fatus merasa senang karena rencananya sudah berhasil.


"****** lo, sekarang rasain akibat lo berani ama gue, syukur2 lo mati dan tidak ada yang bisa deker sama Ustad Ali" ucap Fatis sambil menyunggingkan bibirnya dengan licik.


****


Saat Ali sedang masuk ke kantor Taufik pun memanggil Ali dengan teriak2.


"Liiii....berhenti" sambil ngos2 an karena lari.

__ADS_1


Ali yang medengar namanya pun berbalik arah karena Taufiq memanggilnay.


"Ada apa ente manggil2 ane sambil teriak2" ucap Ali.


"Ituuu...Li itu.." ucap Taufiq dengan ngos2 an karena tidak ada tenaga buat ngomong.


"Itu apaan" jawab Ali sambil terheran.


"Ituuu Aisyah jatuh dari tangga sekarang dia berada dirumah sakit" ucap Taufiq dengan cepat.


"Apaaa jatuh dari tangga, sekarang ada dirumah sakit mana cepetan?" Ucap Ali panik.


"Dia dia bawa dirumah sakit XXXX" jawab Taufiq.


Ali pun lari meninggalkan Taufiq yang masih ngos2 an karena lari.


Di Rumah sakit Ali berlari mencari ruangan yang Aisyah tempati, saat berlari Shafira langsung memanggil Ali.


"Ustad Ali, Aisyah masih diruangan ICU" ucap Fira.


Ali pun lari menuju ruang ICU dan meninggal kan Shafira yang masih berdiri.


Melihat kepanikan ustaf Ali, Shafira merasa bahwa ustadnya sangat mencintai Aisyah, ia tidak ingin istrinya kenapa napa.


Dirungan ICU Ali melihat Aisyah yang masih dalam kondisi kritis, ia menangis dan mencium kening Aisyah yang tekujur lemah di kasur.


"Sayang maafin Mas yang gk bisa menjaga kamu, Mas mohon bangunlah hiks hiks.." ucap Ali sambil mencium tangan Aisyah.


Di sana sudah ada orang tua mereka yang menjenguk Aisyah, mereka melihaf Ali yang setia menunggu Aisyah, sambil melantunkan AR RAHMAN disampingnya.


Setelah selesai melantunkan ayat suci Al Qur'an Ali ijin keluar untuk menemui 2 sahabatnya.


Diluar Ali, Taufiq, dan Faris masih bingung dengan kasus yang dialami Aisyah.


"Ente masuk akal tak, kalau minyak goreng bisa ada di tangga" ucap Faris.


"Nah itu yang ane pikirkan, gak mungkin kalau minyak goreng itu tumpah disana, apa mungkin orang lain yang menaruh minyak disana dan memang ditujukan ke Aisyah" ucap Faris.


"Kalau ada ane tidak akan melepaskan dia, ane akan cari siapa dalang dari semua ini" ucap Ali dengan tegas.


"Kita akan bantu ente Li" ucap Faris sambil melirik Taufiq yang dibalas anggukan


"Ente jangan khawatir biarkan ane sama Faris yang akan menyelidikinya ente disini saja temani Aisyah" ucap Taufiq sambil menepuk bahu Ali.


"Syukron Fiq, Ris ente sudah banyak bantu ane" ucap Ali sambil manangis.


"Iya sama2 udah ente masuk sana, ane dan Taufiq akan kepesantrem buat cari bukti" ucap Faris yang dibalas anggukan oleh Ali.


Mereka pun pergi dari rumah sakit untuk mencari siapa yang sudah mencelakai Aisyah.

__ADS_1


"Hemm ane kok curiga apa salah satu santri" ucap Taufiq.


"Ane juga" jawab Faris,


"Hah ente juga, tapi ane gak mau shudzon dulu ama tuh anak" ucap Taufiq.


"Kita cari bukti dulu,kalau memang bener tuh anak kita bisa laporin ke polisi" jawab Fari yang dibalas anggukan oleh Taufiq.


Mereka pun pergi menuju pesantren.


Di ruangan melati tempat Aisyah dirawat, Ali masih stay di sampingnya sambil melantunkan ayat suci Al Qur'an.


Umi salamah yang melihat Ali merasa kasihan karena ia sudah tidak merawat dirinya sampai badannya kurus karena masih menunggu Aisyah yang tidak kunjung sadar.


"Nak kamu makan dulu gih, biar umi yang jaga Aisyah" ucap umi salamah (uminya Aisyah).


"Ali belok lapar mi" jawab Ali sambil melihat wajah Aisyah yang terbaring lemah.


"Kalau Ali gak makan, Aisyah pasti marah nanti kalau ia sudah sadar" ucap Salamah.


"Baiklah Umi, Ali akan makan biar Aisyah tidak marah nantinya saat sadar, Assalamualaikum" ucap Ali. Umi salamah pun tersenyum karena Ali mau makan, karena semenjak Aisyah masuk rumah sakit Ali hanya makan 2 hari 1X, sampai badannya sangat kurus.


****


Sudah 1 minggu Aisyah belom sadar, karena benturan yang sangat keras membuat Aisyah kondisi Aisyah kritis.


Saat Ali berada dimasjid untuk sholat Asar ia menerima telephone dari Umk salamah.


Drrttt drttt


"Hallo assalamualaikum" ucap Ali.


"Wa'alaikumussalam, kamu dimana Li cepat kesini Asiyah sudah sadar" jawab Umi salamah.


"Iya umi Ali akan kesana, Assalamualaikum" ucap Ali.


"Wa'alaikumussalam" jwab Umi.


Ali pun bersujud dan berterima kasih ke pada Allah. Ia pun berlari ke ruangan Aisyah sambil menangis karena senang bahwa istrinya sudah siuman.


Ali pun langsung masuk dan mencium kening istrinya.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang" Ucap Ali sambil menangis dan menciumi tangan Aisyah.


"Masss kamu kok kurusan?" Tanya Aisyah


"Hemm udah itu gak penting, yang penting kamu sudah sadar sayang" Ucap Ali membelai kepalanya Aisyah.


"Mass aku lapar" ucap Aisyah.

__ADS_1


Ali pun langsung mengambil bubur dan menyuapi Aisyah. Umi salamah yang melihat kelakuan Ali kepada Asiyah sangat terharu, dimana ia sampai tidak memikirkan dirinya, sampai badannya tidak ke urus.


__ADS_2