
Setelah selesai makan Aisyah pun meminum obatnya. Merasa ada yang aneh Aisyah langsung bertanya ke Ali.
"Hemm....Mas aku mau tanya?" ucap Aisyah sambil menatap Ali.
"Iya dek mau tanya apa?" jawab Ali sambil membalas tatapan Aisyah.
"Hemm ditangga kok bisa ada minyak tumpah ya, perasaan saat aku kembali dari masjid gak ada minyak ditangga?" Tanya Aisyah,
mendengat ucapan Aisyah, Ali pun menimang apa yang harus ia jawab, jika ia jawab siapa yang telah melakukan itu Aisyah pasti akan marah.
"Hemmm nanti kamu bakalan tau kok dek, sekarang kamu fokus buat kesembuhan kamu ya" jawab Ali agar Aisyah tidak memikirkan masalah itu.
"Hemmm iya deh mas" ucap Aisyah, sambil memejamkan matanya.
****
Di pesantren Taufiq dan Faris mencari informasi tentang kejadian yang menimpa Aisyah. Disaat mereka mencari informasi Dinda memanggil mereka.
"Ustad....Ustad" teriak Dinda sambil berlari menuju Taufiq dan Faris.
Mereka pun berhenti karena merasa di panggil, mereka pun menoleh kebelakang ternyata Dinda yang sedang berlari menuju mereka.
"Assalamualaikum ustad..." ucap Dinsa sambil ngos ngos an.
"Wa'alaikumussalam" jawab mereka berdua.
"Ada apa Din" ucap Faris.
"Ustad ada yang pingin saya omongin, tapi tidak disini, bisakah ditaman saja ustad" ucap Aisyah.
"Kenapa harus ditaman? Kamu bisa langsung bicara disini". ucap Taufiq.
"Ini menyangkut tentang kecelakaan yang dialami Aisyah ustad" jawab Dinda.
"Baiklah kalau begitu kita ke taman sekarang" ajak Taufiq.
Mereka pun berjalan menuju ke taman dan masih tetap jaga jarak dengan Dinda.
"Ustad begini" sambil celingak celinguk
"Hufhhhh... begini ustad sebenarnya kecelakaan yang dialami Aisyah itu ulah Fatus, saya sudah mencegahnya ustad, tetapi dia kekeh ingin menghancurkan Asiyah" ucap Dinda
"Hemm ternyata benar dugaan kita Ris" ucap Taufiq..
"Trus sekarang Fatus ada dimana, dan juga kita butuh kamu untuk jadi saksi atas semuanya ini" ucap Faris.
"Hemm tapi saya takut ustad, nanti Fatus akan berbuat macam2 ke saya juga" ucap Dinda dengan ekspresi ketakutan.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, dia tidak akan berbuat macam2 kamu, dan ya terimakasih kamu sudah membantu kami, assalamualaikum ucap Faris.
" iya ustad sama2, wa'alaikumussalam" jawab Dinda.
🏥🏥
Dirumah sakit Ali begitu marah dengan kelakuan Fatus terhadap istrinya, dia ingin melenyapkan Fatus, tetapi Taufiq dan Faris mencoba untuk menenangkan Ali.
"Li istighfar ente kagak boleh kyak gitu" ucap Faris untuk menenangkan Ali.
"Iya Li ente perbanyak istighfar, setan sedang tertawa jika ente kyak gini" ucap Taufiq..
"Astaghfirullah maaf ane khilaf, syukron ente sudah ngingetin ane" jawab Ali.
"Iya Li sama2" ucap mereka kompak.
"Trus ini kita apain ini, haruskah Fatus dijebloskan ke penjara?" Tanya Taufiq.
"Hemm kalau ane sih mending di jebloskan saja, biar dia sadar apa yang sudah dia perbuat" ucap Faris.
"Ente urusin saja tuh anak, ane sudah males ke dia" ucap Ali.
"Baiklah li ane akan urus dia" ucap Faris sambil pergi dengan Taufiq.
Ali pun langsung menuju ke ruangan dimana tempat Aisyah dirawat.
"kamu begitu cantik dek saat tidur, maaf kan Mas yang tidak bisa menjagamu dengan baik" ucap Ali sambil mencium tangannya Aisyah.
Sudah 2 minggu Aisyah dirawat dirumah sakit sekarang ia dibolehkan untuk pulang, tetapi ia ingin langsung menuju ke pesantren karena ia sudah ketinggalan banyak pelajaran.
Di pesantren Aisyah disambut oleh kyai, nyai, ustad/ ustadzahnya, serta Shafira.
"Assalamualaikum" ucap Aisyah.
"Wa'alaikumussalam" ucap mereka kompak.
Aisyah pun menyalami nyai, ustdzahnya.
"Nak maafkan nyai ya, yang sudah gagal menjagamu" ucap nyai.
"ini bukan salah nyai, Aisyah yang ceroboh karena tidak melihat kalau ditangga ada minyak yang tumpah" jawab Aisyah dengan menunduk kan kepala, karena para santri tidak boleh mengangkat kepala saat berhadapan dengan kyai ataupun nyai.
"Iya sudah nak, kamu istirahat dulu, nanti kamu tidak usah ikut kegiatan dulu ya" ucap nyai sambil pergi dan disusul para ustadzah
"Iya nyai" ucap Aisyah
"Syahhhh aku kangen banget, maaf ya aku gak bisa kesana lagi, karena banyak kegiatan disini" ucap Shafira sambil memeluk Aisyah.
__ADS_1
"Iyaa gpp kok, yaudah kekamar yuk" ucap Aisyah.
"Ehemmm suaminya ditinggal neng" protes Ali. Aisyah pun tersenyum kemudian menampakkan giginya yang rapi.
"Maaf...lupa kalau ada suami disini hehehee" jawab Aisyah dengan cengar cengir.
"Yaudah kamu istirahat sana, trus jangan lupa minum obatnya ya" ucap Ali.
"Iya Mas, aku kekamar dulu assalamualaikum" sambil mencium tangan Ali.
"Wa'alaikumussalam" balas Ali.
Ia pun langsung pergi ke kamar dan dituntun oleh Shafira. Sesampainya di kamar Aisyah langsung tidur karena capek dari perjalanan yang lumayan jauh dan juga badannya masih belum sembuh total.
🌄🌄
Ke esokan harinya Aisyah bangun untuk bersiap siap pergi ke Madrasah, karena banyak pelajaran yang tertinggal ia pun pinjam buku Shafira untuk mencatat semua materi yang sudah diberikan oleh ustad/ ustadzahnya.
Cukup memakan waktu yang lama untuk menyelesaikan semua materi ini, sampai ia tidak mendengarkan yang diterangkan oleh ustadzahnya. Melihat Aisyah yang sedang fokus menulis materi, ustadzahnya pun memahami Aisyah karena selama ia dirumah sakit pasti banyak materi yang tertinggal.
Jam pun telah berakhir, para santri langsung bersiap siap untuk sholat dzuhur berjama'ah..
Saat Aisyah pulang dari Madrasah ia tidur karena kecapek an menyalin materi.
"Syahh bangun, sholat dzuhur dulu" ucap Shafira sambil menepuk pipi Asiyah.
"Hoammm... aku sholat disini aja ya Fir, badanku lemes banget" jawab Aisyah sambil duduk di kasur.
"Yaudah kamu sholat disini saja, aku ke masjid dulu ya, assalamualaikum" ucap Shafira.
"Wa'alaikumussalama" jawab Aisyah.
ia pun bergegas mandi untuk menunaikan sholat dzuhur, setelah sholat ia pun kembali tidur, karena rasa kantuk yang menyeranginya.
Saat Shafira masuk, ia melihat Aisyah yang tidur dengan mukenahnya, ia ingin membangunkan Aisyah tapi ia urungkan, karena ia tau bahwa Aisyah sangat capek karena dia masih belom sembuh total, dan juga dia harus menyalin materi yang begitu banyaknya. Secara diam2 Shafira membuka buku Aisyah dan menulis materi yang masih belom selesai di tulis, masih banyak materi yang masih belom sempat ditulis. Sambil menunggu Aisyah bangun Fira membangtunya walupun cuma 3 materu yang ia bisa, karena Aisyah sudah bangun duluan.
"Hoammmmm"
"Waduh Aisyah sudah bangun, aku harus cepat 2 tutup buku ini, biar tidak ketahuan" gumam Shafira.
"Ehh udah bangun kamu syah, kirain masih tetep tidur karena kamu tidurnya nyenyak banget heheheee" ucap Shafira sambil beranjak dari kursi meja.
"Yahh kamu ini Fir, aku kan banyak tugas tuhh, blom juga badanku sembuh total, ohh ya jam berapa sekarang?" ucap Aisyah
"Jam 14.30, kenapa?" Ucap Shafira..
"Yaaa Allah aku lupa minum obat" sambil beranjak mencari obat, dan ia pun langsubg meminumnya.
__ADS_1
melihat tingkah Aisyah, Shafira pun menahan tawanya karena ia takut Aisyah bakalan marah.