Ku Pepet Kau Dengan Bismillah

Ku Pepet Kau Dengan Bismillah
16


__ADS_3

Ke esokan harinya para santri diliburkan untuk mengistirahatkan badannya yang sudah kelelahan karena acara semalam. Didalam kamar ,Ali tidak bisa tenang ia memilih pergi ke taman untuk menenangkan pikirannya yang selalu memikirkan Aisyah, disaat dia melamun tidal sengaja Faris dan Taufik melihat ali, mereka langsung menghampiri Ali yang sedang melamun.


"Assalamualaikum Li, ente kenapa kok ane liat mulai tadi ente melamun" Ujar Faris.


"Iya li ente kenapa, biasanya ente gak kyak gini, kalau ada masalah cerita pada kita, mungkin kita bantu" Ujar Taufiq kepada Ali yang sedang bingung memikirkan sesuatu.


"Ane bingung bunda sama abah mau menjodohkan ane ama anak temenya, sedangkan ane ingin melamar Aisyah nanti pas dia lulus" jawab Ali sambil menyenderkan kepalanya dikursi.


"Hah dijodoh in, beneran Li" ujar mereka berdua bersamaan. Ali hanya membalas anggukan.


"Hemm ente coba sholat istikharah dulu. Jangan gegabah ngambil keputusan nanti Li" ujar Taufik sambil menepuk punggung Ali.


"Yaudah dari pada kita disini mending ke masjid dulu ngademin hati, yuk" ajak Faris, yang dibalas anggukan oleh Ali dan Taufik.


Saat ke masjid mereka bertemu dengan gengnya Fatus, mereka sambil mencuri2 pandangan ke Ali yang membuat yang dipandang merasa risih


"Assalamualaikum ustad Ali, Taufik, dan Faris " ujap Fatus dengan senyuman


" Wa'alaikumussalam" jawab mereka bertiga dengan cuek.


" Ihhh lok ustad2 ganteng malah jawabnya cuek banget sih, iya gak guys" protes Fatus.


" Iya nih ustad, jangan cuek gitu dong" ujar Dinda teman satu gengnya Fatus.


" Apa ada keperluan, jika tidak ada kami mohon undur diri" ujar Taufik dengan nada cueknya.


" Ehhh ustad sebentar saya mau ngomong ke ustad Ali sebentar saja boleh ya." sambil mengedipkan matanya, hingga para ustad pu merda jijik karrna tingkahnya Fatus.


"Mau ngomong apa, saya sekaranglagi sibuk" jawab Ali dengan kecuekannga


"Hemm ustad saya mau ngomong, kalau saya cinta sama ustad, apakah ustad mau jadi pacar saya, ta..tapi jawabnya jangan sekarang ustad nanti aja kalau ustad sudah memikirkan nya dengan baik2, saya siap menunggu ustad Ali" ujar Fatus dengan tidak punya malu.


Taufik dan Faris pun ter tawa karena yang diucapkan Fatus. Sedangkan teman geng Fatus hanya ber ekspresi kebingungan.


" Maaf Tus saya tidak bisa menerima. Belajarlah yang rajin disini. kami pamit udur diri Assalamualaikum" ujar Ali


Fatus pun marah2 karena merasa dipermalukan didepan teman2nya dan ustadnya.


"Tunggu saja kamu ustad Ali saya akan mendapatkan anda entah itu dengan halus atau kasar" Sambil menyunggingkan senyuman yang licik.


Selama menuju ke Masjid Faris dan Taufik tertawa trus karena kejadian tadi, sehingga membuat Ali merasa risih.


" Ehh Li kenapa gak diterima saja hahhahahaaa" ucap Taufiq


"Iya Li, mungkin kalau dia sama ente sikapnya bisa berubah ya gak Fiq" ujar Faris sambil menahan tawannya.


"Ane kagak srek sama dia, tingkahnya saja kyak gitu, gimana kalau ane hidup sama dia bisa berantakan hidup ane" ujar Ali.


"Tapi kan bisa saja Li dia berubah ya gak, kalau ente sama Fatus, ane nanti sama Aisyah, hahahaa...." Ucap Faris bercanda.

__ADS_1


Mata Ali pun melotot yang diucapkan ke Faris barusan dan langsung meninggal kan mereka berdua


"Ehhh li ane bercanda, jangan ngambek ke ane, duhhh gimana ini Fiq, Ali marah ke ane nih" ujar Faris kebingungan.


" Salah ente sendiri bilang kayak gitu ke Ali hahahhaaaaa...." jawab Taufiq sambil tertawa dan meninggalkan Faris yang mematung sendiri.


Faris pun mengejar mereka berdua, dan meminta maaf ke Ali karena menyesal yang diucapkan tadi.


"Li ane cuma bercanda, jangan dimasukin ke hati dong" ucap Faris dengan wajah memelas.


"Hahahahaaa ane cuma bercanda juga kali Ris, lagipula Aisyah masih bukan siapa2 ane. kalau dia memang jodoh yang ditakdirkan kepada ane sama Allah, alhamdulillah. Jika bukan jodoh ane, ya ane cuma ingin yang terbaik Ris" jawab Ali sambil tersenyum ke Faris.


"Makasih ya Li, ane takut ente marah ke ane gara2 ane cuma bercanda"


" Udahlah tak apa Ris" jawab Ali,


sangking asiknya mereka mengombrol sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah berada didepan masjid. Mereka pun langsung mengambil wudhu dan mengaji bersama.


***


Didalam kamar Aisyah membaca novel sambil menangis karena terharu dengan ceritanya, sampai Shafira menghampiri Aisyah karena khawatir dia kenapa napa.


"Syah kok kamu nangis ada apa, kalau ada masalah cerita ke aku" ucap Shafira dengan kecemasan


"Ehh gak ada apa2 kok suerrrr ( sambil mengangkat kedua jarinya) inoloh Fir aku lagi baca novel tentang Mencintai Dalam Diam, aku terharu dengan siwanita ini Fir bisa menyembunyikan perasaanya dalam diam dan menyelipkannya dalam do'a. Perjuangan yang sangat diacungi jempol" ucap Aisyah sambil menghapus air matanya.


"Huwaa aku penasaran,boleh pinjam gak" ucap Fatimah.


Selesai sholat Aisyah dipanggil oleh ustadzah Maimunah untuk segera ke ruang pertemuan karean Orang tuanya sedang berada disana.


Aisyah pun berlari karena sangat rindu dengan Orang tuanya.


"Assalamualaikum, Abiii, Umiii" ucap Aisyah seperti anak kecil yang ingin sesuatu.


"Wa'alaikumussalam husttt dek jangan kayak gitu ahh, sudah besar juga" ucap Umi


"Hemm gimana kabar abi, umu, sehat kan adek sangat rinduuuuu banget" ucap Aisyah yang masih tetap sepeti anak kecil


"Iya sayang kami sehat kok" ucap umi dengan senyuman.


"Syah Abi mau ngomong penting sama kamu" ucap Aisyah dengan wajah bingung.


"Mau ngomong apa bi?" Tanya Aisyah.


"kami sudah menjodohkan kamu dengan anak temenya Abi umur kamu sudah cukup untuk menikah, 1 bulan lagi kamu harus menikah dengan pilihan Abi, sekarang Aisyah istikharah dulu minta petunjuk sama Allah" ucap Abi, yang membuat Aisyah terkejut akan ucapan abi.


"Iya syah kami harap kamu bisa menerima perjodohan ini tanpa keterpaksaan" ujar Umi sambil memeluk Aisyah yang sudah menangis.


"Mi Aisyah takut jika calon suami Aisyah nanti tidak baik hiks hiks hiks.." ucap Aisyah sambil mengeratkan pelukannya ke pada Umi.

__ADS_1


"Sini dengarkan, Abi dan Umi tidak akan menjodohkan Aisyah dengan laki2 yang tidak bisa menghormati wanita, tetapi Abi dan Umi menjodohkan Aisyah dengan laki2 yang sholeh yang biaa menyayangi Aisyah nanti.


"Benarkah Umi, jika ini memang pilihan kalian yang terbaik Aisyah menerimanya, tapi apakah Aisyah tidak dikeluarkan dari pesantren ini sama kyai Bi?" Ucap Aisyah sambil menimbang nimbang, karena dia takut dikeluarkan, apalagi dia masih baru kelas 3 SMA.


"Kami akan berbicara dengan Kyai syah, jadi kamu harap tenang ya, tetap berdo'a minta petunjuk ke pasa Allah" ucap abi sambil memeluk putri kecilnya.


"Ya sudah Umi sama Abi pamit dulu ya, nanti kalau sudah waktunya kita kesini lagi. Jaga diri baik2, jangan sampai membuat kamu malu ya sayang" ucap Umi sambil menciumku. " Assalamualaikum" tidak lupa dengan senyuman mereka


"Wa'alaikumussalam hati2 Abi, Umi" Aisyah pun kembali ke kamarnya dengan mukak yang kusut. Ia juga tidak tau seperti apa calon suaminya, tuakah atau masih mudah, jelek kah atau ganteng, sholeh atau tidak kah itu yang sekarang Aisyah pikirkan, tetapi dia sudah meng iyakan perjodohan ini, yang harus ia lakukan sekarang hanya berdo'a agar di acar nanti berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.


****


Sudah 2 minggu berlalu Ali masih menimang tentang perjodohan yang diucapkan ayahnya waktu itu.


"Li Ayah sudah menjodohkan kamu dengan putri teman ayah, 1 bulan lagi kamu akan menikah tolong jangan buat kami kecewa" ucap Reihan yaitu ayah Ali.


"Ali akan memikirkannya dulu yah, dan ali juga


gak kau gegabah mengambil keputusan ini" ucap Ali


"Baiklah kamu akan kami beri waktu, tolong jangan permalukan kami Li. Kami pamit dulu Assalamualaikum" ucap Reihan sambil meninggalkan Ali.


"Wa alaikumussalam hati2".


Setelah lama Ali memikirkannya ia akan menermia perjodohan ini dan melepaskan cintanya ya Aisyah adalah cinta pertama Ali, walupun banyak santru dan ustadzaj yang menyukainya.


Satu bulan sudah berlalu akhirnya Ali dan Aisyah menikah pada hari jum'at. Mereka masih tidak tau dengan siapa ia menikah.


Waktu menunjukkan jam 07.30 acara akad dimulai dikediaman Aisya, hanya memerlukan waktu 10 menit untuk Ali sampai dirumah Aisyah. Ali pun berjabat tangan kepada ayah Aisyah dan mengucapkan kalimat sakral atau ijab qobul. Ali pun memberikan mahar surah Ar rahman, dimana Aisyah telah mendegarkannya dan ia seperti mengenal suaranya seperti ustad Ali yang ia kagumi saat ia mengantarkan pesanan kerumah nya.


Acara ijab qobul selesai saatnya ia masuk kekamar Aisyah, disaat mau masuk ia merasa deg deg an yang luar biasa, tapi ia tahan agar tidak melampaui batas. Pintu kamar pun terbuka, Aisyah duduk dengan wajah menunduk, ia tidak berami menatap suaminya karena dia masih takut saat melihatnya.


Saat Ali mendekatku Aisyah betapa kejutnya ia bahwa yang dinikahi adalah seseorang yang selama ini ia cinta dalam diam, betapa syukurnya Ali saat tau istrinya adala Aisyah. Ia pun mendekati Aisyah, dan menaruh tangannya diubun2nya kemudian membacakam do'a. Setelah selsai membaca do'a Aisyah langsung meraih tangan suaminya, kemudian Ali mencium kening Aisyah.


"Assalamualaikum khumairoh" ucap Ali sambil mengambil dagunya Aisyah yang masih tetap menutup matanya


"Wa'alaikumussalam" disaat Aisyah membuka mata betapa terkejutnya bahwa yang menjadi suaminya adalah ustad Ali yang ia cintai dalam diam.


"Ayuk kebawa, semua orang menunggu kita" ajak Ali sambil menggenggam tangan Aisyah yang dingin seperti es, Ali pun tersenyum saat pertama kali memegang tangan Aisyah yang dingin ini.


" ii...iyaa ustad" jawab Aisyah gugup


"Hei kenapa masih manggip ustad, aku suamimu jadi jangan panggil ustad lagi ya khumairah" ucap Ali dengan lembut


"hemm trus saya harus manggil siapa ustad?" Tanya Aisyah yang masih memanggil Ali dengan kata ustad.


"Panggil saja mas, itu lebih baik" ucap Ali sambil menuruni tangga bersama Aisyah


"hemm baik ustad ehh mas" ucap Aisyah sambil tersenyum malu2.

__ADS_1


Acara mereka tidak mewah hanya mengundang beberapa orang saja, acara pernikahan ini masih harus dirahasikan, karena umur aisyah yang masih sangat muda dan takut para tetangga atau orang lain mengira bahwa Aisyah telah hamil diluar nikah.


__ADS_2