Ku Pepet Kau Dengan Bismillah

Ku Pepet Kau Dengan Bismillah
15.


__ADS_3

Saatnya Aisyah dan Shafira kembali ke pesantren, mereka diantar oleh orang tuanya Aisyah. Perjalanan yang cukup panjang membuat sehingga mereka tertidur didalam mobil.


Tibalah Aisyah dan Shafira di pesantren pada pukul 22.00 mereka kemudian langsung memasuki kamarnya lalu merebahkan tubuhnya yang sangat lelah karena jarak rumah Aisyah yang jauh.


Ke esokan harinya, Aisyah sudah bersiap siap untuk pergi ke sekolah bersama Shafira. Diperjalanan ke sekolah atau Madrasa, tiba tiba Fatus menyenggol bahu Aisyah dengan keras sehingga Aisyah terjatuh.


"Awhhh"


"Hah syukuri kamu Syah" ucap Fatus dengan nada mengejek.


Aku pun mentap Fatus dengan penuh tanda tanya, "kenapa dia menyenggolku padahal aku tidak berbuat salah kepadanya" gumamku dalam hati.


"Syah sini aku bantu untuk bangun" ujar Shafira. " mbak Fatus itu kenapa ya Syah, kok gak suka ke kamu, padahal kamu kan gak ngelakuin apa2 ke dia".


"Hemmm aku juga gak tau ya Fir dia kenapa, biarin aja sudah aku gak mau meladeni dia" ujarku sambil berjalan ke kelas.


****


Didalam kamarnya Ali menulis catatan kecil atau biasa disebut buku diary, dia sering menulis tentang kejadian yang pernah dialami seperti pertemuan pertama dengan Asiyah, sampai menulis tentang perasaannya. Karena asyik menulis Ali tidak mendengarkan salam dari Taufiq. Taufiq yang melihat Ali tidak menjawab salamnya ia menghampiri Ali kemudian menepuk pundaknya.


"Assalamualaikum Li" ucap Taufik, dia adalah teman 1 kamar. Selama menyantri disini


Ali, Faris, dan Taufik memang sudah berteman lama sejak mereka pertama kali nyantri, sekarang pun mereka masih bersama, karena masih megabdi di pesantren selama 2 tahun.


"Wa'alaikumussalama eh ente fik" jawab Ali sambil terkejut kemudian menutup buku diarynya.


" Iya Li, ente ikut ane yuk ambil buku kitab ditoko, soalnya ane disuruh kyai untuk ambil sekarang" ujar Taufik.


" Oh ya sebentar ane mau ambil peci dulu" ujar Ali sambil menyimpan buku diarynya di lemari.


Diperjalanan ketoko Ali dan Taufik mengendarai sepeda motor yang sudah tersedia dipesantren ini. Selang beberapa menit mereka sudah sampai ditoko tersebut, lalu membawa kitab yang lumayan banyak ke pesantren.


Sesampai dipesantren mereka langsung masuk ke ndalem ( ndalem artinya didalam, biasanya para santri menyebutnya dengan kata Ndalem yang berarti rumah Kyai). Selesai menaruh kitab ke ndalem mereka kembali ke asramanya.


Didalam perjalan ke asrama Ali tidak sengaja bertemu dengan Aisyah dan Shafira yang sedang berjalan ke luar untuk pergi kepasar membeli bahan2 untuk di memasak.


" Masya allah sungguh indah ciptaanmu ya robb" gumam Ali yang terdengar oleh Taufik.

__ADS_1


"Ehh Li ente suka sama Aisyah" ujar Taufik.


Ali pun langsung bungkam karena perkataan Taufik barusan.


"Ane denger tadi ente muji tuh anak, hahahahaaa" ujar Taufik disertai dengan tertawa.


aku pun menggaruk tengkukku yang tidak gatal. " Hemmm ane duluan Fik ada tugas, assalamualaikum" ujar Ali sambil meninggalkan Taufik yang sudah tertawa karena tingkahnya Ali.


****


Dipasar Aisyah dan Shafira membeli beberapa bahan makanan, seperti sayur, daging, bumbu masak, dan bahan lainnya.


Jarak dari pesantren ke pasar tidak terlalu jauh cuma butuh waktu 10 menit untuk sampai kepasar. Setelah selesai membeli bahan mereka langsung kembali ke pesantren untuk memberikan bahannya ke santri putri yang terjadwal memasak sekarang.


Setelah memberikan bahan makanan kepetugas piket, aku dan Shafira kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh ustad dan ustadzah.


Saat menuju kekamar kami dikajutkan dengan geng Fatus atau geng Pembuat masalah.


"Ehhh ketemu sama anak sok polos disini guys" ujar Fatus dengan nada meledek, teman Fatus pun tertawa sambil mengejek.


" Ehhh ketemu sama mbak2 pembuat masalah" ujarku gak mau kalah dengannya, dan Shafira pun berada dibelakangku karena takut dengan Fatus.


" Hahahaahahahaa....ngapain harus tunduk ke kamu mbak, orang kita sama dari tanah, makan juga dari tanah, trus mati pun ditanah, ngapain tunduk ke mbk hahahaa..." ujarku dengan tertawa. Shafira mencolek lenganku agar tidak berurusan dengan geng Fatus. Tetapi aku tetap akan meladeninya sampai dia sadar yang telah mereka buat selama ini.


Wajah Fatus pun memerah karena menahan amarahnya " ingat ya, gue akan buat lo menyesal nanti, ingat itu" ucap Fatus sambil menunjukkan jari tengahnya ke Aisyah ,sambil meninggalkan Aisyah dan Shafira.


"Bodo amat, ngapain ngingat yang gak penting kyak gitu" ujarku sambil memegang tangan Shafira yang sudah dingin karena takut. Aku pun mengajak Shafira kekamar agar dia lebih tenang.


Didalam kamar Aisyah memikirkan apa yang dikatakan Fatus tadi, dia berfikir lebih keras agar bisa lolos dengan ancaman yang akan dilakukan oleh fatus.


"Syah mendingan kita minta maaf ke mbk Fatus, aku takut nanti dia akan berbuat yang aneh terhadap kita." Ajak Shafira dengan nada yang masih gemetar karena takut.


"Tenang Fir, aku tidak akan mudah untuk menyerah, karena mbak Fatus sudah sering berbuat masalah ke santri lainnya, dan aku pun ingin ngasih dipelajaran agar dia tidak semena mena lagi Kamu harus tenang ya, dan tetaplah disampingku" ujarku untuk meyakinkan Shafira agar dia tidak mudah putus asa.


"Hemmm tapi Syah aku takut" ucapnya.


"kamu tenang ya. Jika mbk Fatus menyelakaimu aku yang akan berhadapan langsung dengan dia" ujar ku terus untuk meyakinkannya.

__ADS_1


"baiklah Syah aku akan tetap disampingmu". sambil memeluk Aisyah.


"Terimakasih ya Fir, kau memang sahabat terbaikku" ucapku sambil menghapus air mata yang entah tiba2 mentes.


"Sama2 Syah".


Kami pun menangis bersama, kemudian kami tersenyum kembali.


Tiba tiba suara alarm santri berbunyi,


dan para santripun berlarian karena ada pengumumam penting dari Kyai. Setelah berkumpul semua kyai memberikan pengumuman tentang diadakan acara pengajian Akbar yang diadakan 2 hari lagi, pada hari sabtu malam minggu di pesantren yang akan didatangkan para Kyai luar jawa, dan tidak lupa pesantren mengundang Hadrah Syubbanul Muslim yang vokalnya 3A yaitu Ahkam, Azmi, dan Aban. Semua para santri bersorak akan diadakannya Acara Pengajian Akbar. Seluruh santri harus menggunakan baju serba putih bagi santri putri, dan baju Putih hijau untuk santri putra. Selesai pengumuman yang diberikan oleh kyai para santri pun kembali ke asramanya masing2.


" Huwaaa aku gak sabar nih Fir buat acara nanti" ujarku dengan girang.


"Sama Syah aku juga gak sabar untuk 2 hari lagi" ujar Fira dengan sama girangnya.


****


2 Hari pun sudah berlalu saatnya Acara Pengajian Akbar dilaksanakan, Banyak para wali santri ikut hadir, dan juga tidak luput dengan warga dari kalangan jauh untuk ikut hadir diacara ini.


"Syah sudah belom" ujar Shafira yang menunggu Aisyah karena lama.


"Iya sebentar lagi, nahhh sudah selesai yuk berangkat sekarang" ajak Aisyah.


Kami pun keluar kamar dengan canda dan tawa. Karena keasyikan Shafira tidak sengaja menabrak Fatus.


"Heh Fir kamu punya mata gak sih, kalau jalan itu lihat2 jangan malah asik bicara sama anak sok suci ini" ujarnya sambil menunjuk ke arahku.


"Mm..maaf mbk saya gak sengaja" ujar Shafira sambil menundukkan kepalanya.


"Udah lah Fir gak usah minta maaf, dia aja juga salah, suruh siapa dia diam dijalan gak mau minggir" ucap Aisyah dengan membalas tatapan Fatus yang mulai tadi sudah menatapnya dengan tajam.


" Heh kok lo nyolot" ucap Fatus sambil menunjukkan tangannya lagi kepada Aisyah.


" hahhhh Sudah salah masih aja gak mau ngaku, yaudah Fir ayuk berangkat, dari pada ladenin nih mbak2 yang gak jelas, mendingan kita berangkat. Assalamualaikum mbk2," ucapku sambil menarik tangan Shafira.


"Awas kamu Syah aku akan beri pelajaran ke kamu" ucapnya teriak2 yang didengar oleh santri lainnya.

__ADS_1


Acara pun dimulai, para santri bersorak akan datangnya 3A sambil bersholawat dengan keras2 karena merindukan sang baginda nabi besar Muhammad saw.


Tepat pukul 00.00 atau jam 12 malam, acara pun sudah selesa. Semua para santri harus kembali ke kamarnya masing2.


__ADS_2