
Chapter :35
suara gemuruh tepuk tangan, bergema memenuhi tempat pertemuan itu, 2 pangeran mahkota tersenyum ,dan terpukau, dgn solusi sang putri .
"sungguh mencengangkan,"ucap sang pangeran mahkota tetangga.
"aku tak menyangka, dgn tubuh mungil, tertutup rapat wajah itu ,memiliki segudang ide dan solusi ?,"ucap pangeran mahkota qin .
(dgn raut wajah tak menyangka).
"mungkin kedepannya, ia akan menjadi orang yg penting,"ucap sang pangeran mahkota tetangga .
mereka pun bubar, dan sang putri kembali pd penginapan ,sebenarnya !mereka mempersilahkan sang putri, untuk tinggal di rumah pejabat ,yg masih utuh,dan ada juga meminta, untuk sang putri tinggal bersama mereka ,di tempat kejadian itu, dgn mereka siap membangunkan tenda, untuk sang putri tempati.
namun sang putri menolak secara halus, sambil bercanda membuat hati tegang dan sedih mencair dan tersenyum.
maaf nona bisakah anda tinggal disini, atau dirumah pejabat.
"rumah ku saja, karena itu yg masih utuh,"ucap salah satu pejabat.
__ADS_1
"tapi jika nona tak keberatan, disini saja karena kami sanggup membangun tempat untuk nona istirahat,"ucap salah satu prajurit 2 rombongan pangeran itu.
"maaf sekalian semua, saya terima penawaran semuanya ,namun jika saya tinggal di salah satu, yg kalian persiapan maka tak adil dong ,"tolak sang putri secara halus.
"karena seorang raja harus adil, pd istri2nya, he he he he,"ucap sang putri sambil diselangi kekehan.
semuanya melongo ,mendengar ucapan ambigu sang putri ,hingga mereka tersadar, dan tak lama mereka ikut terkekeh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Chapter 36
malam panjang berlalu tertutup, dgn terbitnya sang mentari di pagi hari ,sayup2 terdengar nyayian sekelompok burung.
dingin nya di musim ini sangatlah kentara, tapi tidak membuat orang di perbatasan itu, menurun kobaran semangatnya.
semuanya telah berkumpul bersama, dgn raut2 wajah yg sangat sulit diartikan.
orang yg ditunggu2 tak nampak batang hidungnya.
__ADS_1
eh ternyata ,orang nya sedang enak2 molor diata pohon ,tempat para warga yg lagi ribut menantinya.
sblmnya:
setelah sang putri bangun dari semedinya, ia pun berbaring memejamkan mata sebentar, dan tak lama kemudian ia sudah bangun.
tampa berlama2 ia mengerjakan kesehariannya, ia ingin segera menyelesaikan masalah desa itu ,karena ia sudah rindu bertemu sang ibu dan kembali pd pelukan hangat suaminya.
hingga tampa sadar ,ia senyum2 sendiri, sambil berjalan, untung tertutup cadar .
sampai di perbatasan, blm ada orang yg datang ke lokasi ,karena terlalu pagi ,hingga ia memilih berburu, dan kembali untuk memasak hasil buruannya, dgn penyedap yg selalu ia bawa kemana2 ,hasil racikan ia dan sang suami.
sudah ia menikmati hasil karyanya ,dan merasa kenyang, namun yg di tunggu2 tak datang2, dan ia masih merasa mengantuk, hingga ia memilih untu istirahat ,di atas pohon cukup rindang ,dan nyaman ,untuk istirahat ,tampa lama, ia pun terlelap menggapai mimpi indah.
kmbali pd orang2 yg menunggunya
padahal orang yg ditunggu2 ,berada diatas mereka .
pengawal bayangan, yg selalu menjaga sang majikannya ,hanya bisa di buat gemas ,dgn kelakuan absolut sang putri.
__ADS_1
tapi mereka mendiam kan saja, majikannya, tampa membangun putri tidur itu, yg bagai dewi, yg sedang menikmati ,semilir angin diatas pohon persik.
hingga tampa di duga, selendang sang putri terbawa angin, dan melambai2 indah, menjulur kebawah, tepat di muka sang pangeran mahkota...