
setelah keluar dari gedung penginapan kelompok itu pun berlalu di kegelapan malam dengan menggunakan peringan tubuh dari pohon ke pohon.
malam yang dingin tak membuat mereka lalai menjaga nyonya kecil mereka .
setelah berjam jam mereka di perjalanan mereka pun sampai di sebuah kediaman yang di tinggalai sang nyonya.
namun ada yang mencurigakan di kediaman itu walau ada penjaga berlalu lalang seakan seakan acuh dengan sosok dayang yang mengendap endap ke diaman itu.
namun mereka tak ingin gegabah bertindak ceroboh tampa alasan yang pasti.
setelah lama mengamati mereka akhirnya lega karena sang nyonya kecil mereka tak kalah cerdik dari tuan nya.
"mencoba untuk bermain main! aku tunggu sampai mana kesanggupan mu pelayan jadi jadian!"sinisnya sambil seringai licik .
ternyata nyonya mereka tidak di dalam kediamannya .dan bodohnya lagi nyonya kecil mereka di pohon yang sama mereka tepati tampa sepengetahuan dua belah pihak .
hingga ke dua belah pihak tersadar ketika pihak nyonya kecilnya berkata membuat mereka tersadar dan saking kagetnya nyonya kecil mereka hampir terjungkal di atas pohon namun dengan gesit mereka menggabungkan kekuatan mereka menolong nyonya kecil tampa menyentuhnya.
"huffff hampir saja"dengan wajah lega nyonya kecil.
__ADS_1
"kalau lo pada di sini bilang bilang dong !"sinisnya.
"he he he "garuk garuk kepala tak gatal dengan kompak.
"maaf nyonya "kompak mereka.
"hem!"singkatnya.
"ya !sudalah aku mau bobo cantik urus saja selanjutnya aku tak ikut"berlalu dengan ringannya .
"hoam! aku ingin mengelus dada bidang nya he he he he"sambil menggosok gulingnya yang ia bawa dari hutan seram dan terkekeh pelan.
tak berselang lama ia pun tertidur lelap sampai angin tertiup namun tak mengusiknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sayup sayup terdengar di telinga pasutri yang lagi saling menghangatkan di atas peraduannya.
burung pipit bertenggar di atas pohon tak jauh dari jendela nya berrisik seakan akan membangun kan pasutri itu.
__ADS_1
cui cui cui cit cit cit
"huh" tangal mungil itu pun bergerak sambil mencoba duduk namun ia tak bisa hingga matanya terbuka dan pertama yang ia lihat wajah damai suaminya .ia berpikir itu ilusi namun dia salah karena ia mencoba membuktikan apakah itu nyata atau sekedar halunasinya karena epek rindu dengan memegang dan meraba dada bidang yang berkotak kotak dan beralih ke wajah tampannya sambil menatap lekat sosok damai itu dengan wajah kerinduan.
"hap!!!!"
kaget tentu malah ia terjungkal untung dengan sigap tangan kekar itu menahan nya.
dengan lembut menuntun nya keperbaringan sabil berbisik di telinga nya "istri ku boleh kita lanjut"dengan nafasnya ditelinga bagian sensitif istrinya membuat sang empu meremang panas dingin.
ia pun hanya bisa menggerakkan kepalanya tanda ia siap.
hingga sang suaminya tersenyum senang dengan tampa berkata kata lagi mereka melakukan yang seharusnya terjadi di sebuah pernikahan dan ternyata ini adalah pertama kali di pasutri itu namun sebelum ia menerekam istri nya lebih lanjut ia memasang pelindung dan juga pormasi kedap suara hingga sura suara leguhan membuat orang mendengarnya panas dingin.
uh...
akh....
"aku tak tahan !"dengan suara serak menggoda.
__ADS_1
karena sifat jahil suaminya ternyata kambuh juga di atas perang ranjang.
akh...