
Capter 8
seandainya ada orang disana, pasti mereka iri dgn keromantisan pasangan ini.
pelukan itu berlansung lama dgn kewaspdaan untuk sekitar !!sang putri yg ada dlm dekapan pangeran ia begitu malu mukanya memerah !walau kulit itu seputih kapas dan udek namun terlihat oleh mata jeli sang pangeran .
sang putri ketika menyadari kewaspadaan pangeran masih tak ada celah!! ia menahan tawa ternyata jadi sosok yg telah terjun di medan pertempuran! itu tak mudah dan tetap siap siaga di mana2 ,hingga tubuhnya bergetar menahan tawa.
jika seorang yg penglihatan biasa saja ,pasti ia mengira dia ketakutan, tapi tidak dgn sosok yg tengah berkecipung di dunia militer !mata, pendengar ,ekspresi ,setiap orang ,ia bisa membedakan .
sang pangeran pun tersadar, ternya istri kecilnya punnya sifat jahil yg melekat.
dgn seringai licik ,ia pun memeluk sang putri, sambil memajukan wajahnya sangat !!!dekat.
deg
deg
deg
suara detak jantung sang putri berpacu cepat, pipinyamemerah bagai memakai pemerah pipi yg banyak .
__ADS_1
setelah puas melihat sang istri malu dan salah tingkah, hingga sang istri memejamkan matanya tapi tak ada yg menyentuhnya ,ternyata sang pangeran sudah pergi !menjaga jarak dgn menahan tawa karena melihat sang istri masih memejam kan mata dgn sandaran pohon yg ada di dekat rumah yg ia tepati .
sang pangeran yg sudah mati2 menahan tawa, tawa nya pun pecah begitu saja.
"ha ha ha ha ha ha ha ",tawa sang pangeran pecah memenuhi hutan suram itu .
baru sang putri sadar !ternyata sang pangeran membalasnya, ia pun dgn jengkel menahan malu membuka mata.
ketika ia melihat sang pangeran tertawa lepas dan baru kali ini melihatnya! ia terpaku ternyata sangpangeran yg sudah sah jadi suaminya begitu rupawan nan menawan ,hingga ia salah tingkah melihatnya.
seandainya sang asisten nya ada disana! pasti sudah mengebadikan momen langka itu dan memposting di media pasti ia jadi kaya satu malam.
bener saja othur tapi ia momen itu tak ada lagi bagi ku menemui saja mungkin tak ada waktu lagi buat ku hu .sang asisten
jangan sedih ini blm seberapa
...****************...
Capter 9
matahari pun sudah terbenam ,terganti dgn senja yg menawan .
__ADS_1
kira2 ini lah ya gayes
senja pun berlalu ,terganti dgn kusuraman mlm .
sang pangeran pun menyelakan api seadanya dgn bahan yg ada ,setelah mereka makan seadanya dan mandi seadanya ,sang pangeran pun masuk ketempat ia istirahat.
kebetulan tempat tidur ada satu dgn bantal dan selimut seadanya ,untung tubuh yg ia tepati sudah kebal dgn suasana dingin, hingga ia tak risau dgn dirinya ,tapi ia sayangkan dgn tubuh mungil nan kurus istri kecilnya.
karena sang mertua tak bisa seenaknya datang ke hutan suram itu untuk memenuhi kebutuhan sang putri, tapi sang ibu sudah membekali sang putri dgn gelang yg masih melekat di tangannya ,karena sudah cocok dgn pemiliknya ,tampa di sadari sang putri ,gelang itu ternyata ruang deminsi.
sang pangeran yg baru masuk ke kamar, ia terpaku dgn keindahan di depannya ,kulit mulus tampa cacat, walau terkesan pucat, rambut panjang menjutai menyapu, hitam legam, bagai gemerlapnya mlm .
"sungguh ciptaanmu!! begitu sempurna ya tuhan!!" ucap sang pangeran dlm hati.
sang putri yg masih membelakangi pangeran' pun tersadar dan berbalik.
"pangeran !!" ucap sang putri lirih.
namun masih terdengar dgn tajam pendengaran sang pangeran.
__ADS_1