
Chapter 41
"ha ha ha ha,"tawa pangeran hui pecah.
dengan wajah puas karena kemenengan
sang putri yang melihat sang gegenya ketawa, dengan tawa menyebalkan bersungut ,sambil mengusap telinganya merah dan terasa panas.
"menyebalkan awas saja ,"gumam sang putri dengan wajah sinisnya.
ketika sang putri jengkel dengan tawa sang kakak, tidak dengan kaum hawa lainnya yang masih tersihir dengan tawa sang pangeran hui. yang menghiasi wajah rupawan yang sangat dipuji dan dipuja kaum wanita kecuali adeknya ya.
sang putri yang sudah merasa jengkel dengan tawa mengejek sang gegenya, ia pun berlalu dengan kaki yang di hentak2kan sambil menggerutu dan bibirnya maju bersungut2.
"huh menyebalkan! sudah tau wajah nya kaku ketawa ketiwi lagi, bagai mayat yang baru bangun dari kuburnya saja!"gurutu sang putri dengan bibir mayunnya.
sekelompok pangeran yang jadi tamu disana, melihat dua bersaudara itu sedang saling menggoda di atas rumput ilalang dengan bunga2 yang bermekaran bak lukisan yang indah namun nyata, dipahat sedemikian rupa .
sang putri yang sudah berada di dalam kediamannya kini sedang kelihatan melamun
__ADS_1
"hufffff ," tarikan nafas kasar itu begitu kentara .
langkah demi langkah kaki jenjang itu berjalan dan tangan mungil mulus dan jari2 lentik itu kini membuka dan mendorong jendelanya .
hamparan tanah luas tampa sekuntum pohon pun hidup ,cuma rumput2 hijau yang terbentang dan di pinggir2nya terdapat pohon lebat namun itu tak seberapa.
tatapan itu sekeian perdetik begetu dalam karena hatinya pergi jauh memandang sorot mata itu bak jurang tak berujung.
dadanya tiba2 terasa sesak dan ia pun terjatuh.
buk
para dayang yang bertugas melayani nya, begitu terkejut dan salah satu dari mereka berlari ke istana utama ,untuk melapor kedaan sang putri.
"hu hu hu ,"dengan nafas tak beraturan dayang itu bersujud dan berkata."maaf dengan kelancangan hamba yang mulia raja ,namun ini darurat...
belum juga sang dayang selesai perkataannya ,salah satu dari pejabat istana itu membentaknya dengan keras.
"cepat katakan!!!!!!!"bentak sang pajabat.
__ADS_1
sang raja yang mendengar bentakan dari sang salah satu pejabatnya yang tak sopan dan arogan itu tak bisa tak mendiamkannya.
"diam!!!!! lanjutkan,"bentak sang raja dengan tegas dan tidak disitu saja, beliau juga mempersilahkan sang dayang itu melanjutkan perkataannya.
sang dayang yang cukup terkejut !dengan situasi rumit saat ini !tak mampu tak meringis, namun ia pun lagi lagi teringat dengan sang junjungannya yang sekarang ini keadaannya tak baik baik saja .dengan tubuh gemetar menahan ketakutan yang bergejolak ia tarik nafas dalam dan berkata:
"hufff putri mahkota tiba2 pingsan dan kami tak tau apa akibatnya"ucapnya jelas. dengan satu tarikan, mampu membuat sang raja tak bisa tak beranjak dari duduknya dengan wajah kehawatiran yang besar.
"ayo kita kesan!"ajak sang raja dengan tegas sambil berlalu tampa menoleh.
semua pejabat disana hanya menghele nafas pasrah dengan sikap sang pemimpin mereka, dan para raja yang jadi tamu disana hanya bisa menerima saja.
namun ada2 saja yang jadi bara api
"huh sebegitu berharganya putri mahkota terbuang itu ? ucapnya tak suka.
"huffffff keceplosan,"ucapnya mencibir sambil memandang sinis bayangan sang raja yang sudah menghilang dibalik pintu aula dan tak lama ia pura menutup mulut dengan tangannya .d3ngan raut wajah tampak bersalah palsunya.
semua tamu??????
__ADS_1
pejabat pendukung raja!!!!!!!!!!!!!