
Chapter 51 (kebahagian keluarga kerajaan dan rencana licik sang pelayan baru)
"sayup sayup terdengar suara langkah, banyaknya orang ,yang akan berkunjung kekediaman sang putri ,dan saat itu juga sang pelayan baru itu, pergi dari sana ,dengan rasa gugup yang terlihat jelas,dari caranya berjalan, dan itu membuat sang dayang ,yang sekaligus kepercayaan sang putri mahkota curiga,"
"ini tak bisa di biarkan ,aku harus cepat melapor ,agar tidak terjadi yang tak dinginkan,"gumamnya.sambil memandang jijik sang pelayan baru itu.
"derap itu semakin dekat ,sudah berjejar rapi sang pengawal dengan pelayan,"
"akhirmya terlihat sudah dekat rombongan sang raja ,dan permainsuri dan juga pangerah mahkota dengan sehabatnya pangeran mahkota tetangga ,dan di belakang ada puluhan dayang, yang mengiringi dan beberapa tabib, dari yang tua, sampai yang muda,"
"tok tok ,ketukan pintu terdengar dari luar, mengejutkan dua penghuni di dalam sana,yang sedang melepas rindu ,sang tuan muda tian pun cepat2 melepas selang ,yang masih mancap di tangan istrinnya, dan juga di lubang hidungnya,"
"dengan lembut ia melepasnya, sambil terkekeh dengan tingkahnya ,bak maling yang takut di gerbek pak kapol res,"
"he he he ,"kekehnya.sang istri hanya tersenyum ,dengan kekonyolan sang suami tercintanya.
__ADS_1
"setelah semuanya beres, dan memasukan dalam cincin di mensinya,"
"ia pun menghilangkan formasi yang ia buat,"
"masuk saja,"ucapnya .dengan merapikan tempat tidur ,dan membatu sang istri bersandar di dada bidangnya ,dengan membelai lembut sang istri,"
"masuk lah para rombongan itu,"
"dan paling membahagiakan bagi mereka, sang putri yang beberap minggu ini tertidur, tak bergeming ,kini senyum dengan manisnya, tampa tanda2 ia suda terbaring begitu lama, dan pemandang didepan mata mereka, tak bisa tak membuat orang jomblo malu sendiri, melihat kemeseraan ,pasangan suami istri itu,"
"sungguh menantuku, tak bisa melihat tempat untuk mengombar kemesraan,"rutuk dalam hati.
"sambil tersenyum diluar menampakkannya, begitu juga 2 orang teresum kikuk ,sambil memandang sang putri tersayangnya ,dan juaga sang adeknya ,dan satunya tersenyum kecut ,melihat pemandang di depan mata, yang semula dia lah yang ada disana, namun itu sebuah masa lalu,"
"dan masa lalu biar masa lalu ,seperti lagu lagu itu hehe .othur.
__ADS_1
"ya begitulah masa lalu, biarlah berlalu ,bukan berlarut ,sama saja dengan membelakangi masa depan ,padahal itu yang lebih berarti,"
"jadikan sebuah pembelajaran ,jika itu buruk, agar tak mengarungi jurang yang sama, jika itu kebaikan ,maka buatlah sebagai semangat, untuk menempuh jalan yang masih panjang, dan penuh dengan gang gang kecil yang persimpangan,"
"sang tuan muda tian, dengan acuh tak acuhnya ,ia masih tetap pada tempatnya, seakan ia tak bisa lepas ,pada sang istri ,yang selalu mengusik jiwanya,"
"dan begitu juga sang putri ,seakan enggan untuk di sentuh orang lain, karena begitu nyamannya, tempat bersandar saat ini,"
"keduanya sama2 enggan ,hingga sang raja, dan 3 orang itu mengerti ,dan mengalah, untuk diambilkan kursi panjang, dibawah pohon persik itu,"
"mereka pun duduk, sambil sang tabib memeriksa sang putri ,dan tabib begitu terkejut, karena ,sang putri saat ini untuk mememulihkan saja,"
"tapi ia cukup bersyukur, karena sang buah hati pemimpin negeri itu sudah sadar ,dari tidur lalapnya,"
"mereka tak menyadari ,subuah mata tajam bak pisau ,sedang menatap sinis pada mereka,"
__ADS_1
huh