
Chapter:46 (ketika jiwa telah saling mengikat)
hah ,"teriak tuan tian .
(dgn keras, sambil memegang dadanya, semakin terasa menyesakan).
"tuan tuan apa yg terjadi ,"ucap pengawal li.
( sambil berlari mendekat ,dgn khawatiran terlihat jelas di wajah datar itu).
"atur nafas ,hembuskan, coba lagia ,atur nafas hembuskan,"intruksi pengawal li.
"huffffff,hembusan nafas sang tuan tian ,dgn berat ,dan setelah sekian kali ,akhirnya ia merasa lega ,walau masih terasa ,dan kegelisahan itu semakin kuat ,dan itu yg membuatnya merasa frustasi,"
"tuan coba untuk istirahat dulu, karena nanti, kita akan mengunjungi bangunan ,di perbatasan, karena mungkin minggu depan, sudah bisa diresmikan, untuk dibuka,"usulan pengawal li.
"dgn patuh ,tuan tian masuk kedlm kamar pribadi nya ,dgn istri kecil tercinta, langkah pelan ia mendekati tempat tidur luas dgn kasur empuknya ,"
__ADS_1
"wangi yg biasa tercium, dari tubuh istri kecilnya pun masuk lubang penciuman nya yg tajam, manis, nyaman, itu yg tersa ,dan menenangkan, hingga ketika pengawal li berkata2, hanya gumam lirih yg terdengar,"
"hem ," dhem lirih.karena kesadarannya mulai masuk kealam bawah sadarnya, atau alam mimpi,"
"sang pengawal li yg baru sadar, ternyatu tuan nya ,sudah masuk alam mimpinya, ia pun menyelimutinya, dan baru ia sadari,ternyata sang tuan sedang merindukan nyonya kecil mereka ,"
"tuan 2 segitu sayangkah dgn nyonya kecil, padahal dulu, kau melihat saja sudah tampang dingin, sampai2 nyonya kecil tak berani berpasaan dgn mu,"gumam pengawal li dgn gelengeng2 kepala heran.
"ya siapa tidak heran, kalau blm tau kenyataannya ,bahwa jiwa tuannya, telah terganti dgn yg baru, dari jiwa masa depan,"
"pengawal li pun berlalu meninggalkan sang tuan ,yg tertidur lelapnya,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"honay aku merindukan mu hik hik hik,"ucap lirih dari bibir mungil itu.
"hik hik aku merindukan mu honay ,"gumamnya lirih lagi terdengar.
__ADS_1
"honay aku ingin kau menjemputku ,"gumamnya.mengigau sang putri dgn air mata yg sudah meleleh, membasahi bantalnya,"
"para dayang yang ada di sana,yg sedang bersih2 terkejut, dan juga heran ,dgn bahasa yg di pakai junjangannya, namun ia tak mengindahkan kheranannya, dan berlari ke istana utama, untuk melapor keadaan putri mahkota, yg sedang mengigau dgn bahasa anehnya, untung sang pangeran hui ada disana, dan ikut berlari seperti orang kejar2 ran ,dgn sang ayahandanya dan ibundanya yg di seret, karena sang raja tak lepas tangan sang permainsuri, dari genggamannya, malah ia membawa lari, hingga terjadilah seret menyerat, dan ronta meronta dari permainsuri, sang raja, baru tersadar ,setelah sang pangeran mahkota menarik ibundanya, dan berlalu menggedong ala2 koala, permainsuri yg sudah lelah pun, hanya pasrah di gendong oleh putranya ,para dayang pengawal dan pelayan, beberapa petinggi juga ada disana, menahan tawa mereka hingga perut mereka terasa kram ,"
"setelah pembesar kerajaan itu berlalu ,akhirnya tawa mereka pun pecah, ada juga yg berguling2 di rumput ,dan di teras ,"
"ha ha ha ha ha ,"tawa para petinggi kerajaan.
"ha ha ha ha ha,"para jendral dan pengawalnya.
"hi hi hi hi hi," tawa cekikan para dayang dan pelayan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di kediaman sang putri
"berjejar rapi para dayang ,pengawal, dan juga tabib, yg sedang memeriksa sang putri mahkota,"
__ADS_1
brak..