
di perbatasan.
di kejauhan terlihat bangunan kokoh menjulang terdiri dari 30 lantai dengan berbagai ruangan dan lantai teratas tempat ruangan rahasia sang bos dan lantai kedua paling atas atau lantai ke 29 tempat ruangan sang bos bekerja atau ruangan ceo.
sungguh nampak terkesan karena bangunan itu satu satunya yang berdiri berpuluhan tingkat setelah pagoda walau belum sepenuhnya jadi.
bayangkan saja tempatnya di tepi sungai yang mengalir dangan suasana alam yang asri atau jauh dari polusi.
inilah kira kira bentuk sungainya setelah digali ulangan dan tarulah di pinggirnya terpasang beberapa dinding terbuat dari pagar bambu dan juga beberapa tanaman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hari hari terus berlalu tak terasa 1 bulan penuh sepasang suami istri kian terpisah oleh jarak .
rindu yang sudah menumpuk tak bisa tak membuat resah karena ruangannya terasa penuh dan sesak.
Akhirnya rindupun memberontak dalam kalbu dua insan pasangan itu.
di atas gedung paling teratas berdiri sosok bertubuh tegap elastis nan sesksi memandang jauh arah ibu kota karena sosok itu berada di atas ketinggian ia mampu melihat bangunan bangunan di sekitarnya walau jarak kejauhan jika ia ingin ia bisa dengan mudah memantau ibu kota negeri seberang dengan alat canggihnya yang ia ciptakan.
di sorot mata tajam itu tersembunyi jejak kerinduang yang mendalam untuk seseorang.
__ADS_1
"hah sedang apakah kamu sekarang istri kecil ku yang nakal?"sambil memandang jauh dengan mata tajam dengan jejak kerinduan dan kesedihan.
"hah!!!!!!!"prustasi sambil memegang sesak di dada.
tak tak tak tak
tret !!!!
"ada apa dengan mu tuan muda?"jejak khawatiran kentara di wajah datar itu sambil membantu sang junjungannya bersandar di atas sopa empuknya.
sosok yang di panggil tuan itu hanya menutup rapat mata indahnya dan jejak lelah prustasi resah sedih dan rindu jadi satu tergambar di wajah tampannya namun itu hanya bisa dilihat mata tajam pengawal sekaligus tangan kanan yang percaya tak lain tak bukan tuan muda tian dengan pengawal li.
"istirhatlah tuan "berlalu dari ruangan itu .
orang yang di katakan tak merespon karena tampa sadar ia sudah terbawa ke alam mimpi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bangunan megah menjulang seperti dikata istana di dalam nya terlihat beratus pengawal yang berjaga dengan ketat dan juga ratusan dayang dan pelayan sedang melakukan tugasnya masing masing.
dug
belum sadar
dug
__ADS_1
"aduh mengapa buah ini kurang ajar sekali" sambil mengaduh kesakitan mengeluh kepalanya di timpa buah persik di atasnya.
namun setelah ia teliti sejenak ia baru sadar buah itu belum matang dan tak mungkin jatuh sendiri matang saja belum pasti berjatuh dan tampa ba bi bu ia pun mendongak ke atas pohon yang menjulang di dekatnya.
"hah!!!"terkejut dengan penampakan yang ia lihat.
namun tak lama karena sosok gagah menepuk pundaknya dengan pandangan heran melihat tingkahnya.
menengok
"Salam hormat pangeran "membungkuk seperti biasanya.
"sudalah tak papa"sambil menepuk dan mengangkat wajah penjaga itu dengan senyum tipis kahasnya yang selalu menghiasi wajah tampan datar nan dinginnya.
"ada apa paman hingga membuat mu mendongak pohon persik ini? setahu saya poho persik ini belum waktunya menghasilkan buah yang matang?"sambil memandang penuh tanya.
"hah itu diatas"mendongak bersamaan.
"mae mae !!!!!!"geram pangeran melihat tingkah bar bar adeknya.
namun orang yang di panggil namanya berpura pura tak mendengarnya dan tak melihatnya suara itu bagai angin lewat dan pemilik suara itu bagai hantu.
celinguk kesana kemari dengan pura2 mencari arah suara itu
"hah cuma angin ribut lewat"dengan gaya acuh tak acuhnya.
__ADS_1
saking geramnya pangeran mahkota dikata oleh adeknya sendiri hingga menyusul adek nakalnya.
wush