
Chapter :44 (rindu semakin menyesakkan)
"setelah berlalu pergi, dari toko itu, sang putri memilih kembali ,karna dadanya semakin terasa sesak, dan sakit ,yg ia rasa,"
"aku merindukan mu,"ucap nya lirih .tak terasa
"air matanya lolos begitu saja,"
"tes tes tes ,"air bening itu lolos begitu saja ,membasahi pipi mulus tertup cadar itu.
"sang putri pun dengan sigap, menghapusnya, dan berusaha setegar mungkin, agar sang kakak ,tidak meledeknya, seperti ia meledek sang kakak,"
"di kejauhan, terlihat gegenya, dgn beberapa pengawal ,sedang berbincang2 ,namun pengawal itu terasa pamilir, yg ia lihat,"
"langkah demi langkah ,ia mendekat , dan ternyata dugaannya benar ,pengawal itu utusan dari kerajaan tetangaga, yg terbesar urutan k3 dari kerajaan kerajaan besar lainnya,"
"tiba2 ,sosok yg ia kenal ,sangat kenal ,namun itu sebuah masa lalu, karna kejadian itu ,ia pergi dgn menggores luka ,yg mendalam, dgn mulut pedas, dan lidahnya yg tajam, mengalah kan sembilu,"
"masih terngiang, kata2 itu dibenaknya, sampai kini,"
__ADS_1
"kanda aku ...........,"ucap sang putri namun terputus dgn kata yg pedas dan tajam.
"cukup jangan panggil pangeran ini dgn sebutan itu lagi ,karena aku tak sudi lag, menjadikan mu adindaku,kau lebih menjijikkan ,dgn seorang ****** ,masuk kedalam tempat tidur laki laki ,"teriak sang pangeran fengjiyu.dgn raut wajah jijik dan sinis, tak ada lagi tatap kasih sayang di mata itu.
deg
"bagai di tusuk beribu sembilu, mendengar dan melihat tatapan itu,"
"setelah mengatakannya, sang pangeran fengjiyu pun, berlalu pergi dari sana, tampa menoleh lagi,"
"segitukah cintamu, yg kau ucap setiap waktu,
"aku berterimakasih ,atas cinta yg kau beri, walau sesaat, dan aku berterimakasih, memperlihatkan tempat kelemahanmu, saat ini ,karena yg aku tau ,kau begitu sempurna,"ucap lirih sang putri.sambil menatap punggung sang pangeran fengjiyu, yg sudah semakin jauh.
"mae mae,"panggil 1 putra mahkota hui
"mae mae,"panggilan2 putra mahkota hui
"mae mae,"panggilan keras putra mahkota hui.dgn mengguncang sang putri.
__ADS_1
"hah ada apa sih, ho, eh ,gege,kaget sang putri." hingga tampa sadar, ia salah mengucap, yaitu nama panggilan kesayangan nya pada suami,"
"hingga mereka jadi pusat perhatian ,banyak orang, begitu juga dgn pangeran fengjiyu ,dgn pengawalnya ,menatap dgn heran, dan suara itu tampak familir di telinganya,"
"kamu tidak papa kan mae mae,ucap sang pangeran hui dgn raut wajah tampak khawatiran, di wajah tampannya,"
"hah aku tak papa kok, mungkin terlalu capek ,ucap nya sepontan.( dan terdengar diakhirnya lirih, tampak ragu2 ,seperti ada yg disembunyikan).
"oh !!ayo kita kembali saja ,kalau kamu tak sanggup berjalan lagi, gege sanggup kok, menggendongmu ,seperti koala he he",goda pangeran hui receh.
"sebenarnya didlm hati ia merasakan, ada yg janggal, dgn jawaban sang putri,namun ia tak mau menanyakannya ,takutnya sang putri sedih ,"
"mereka pun berjalan beriringan, kebetulan sang putri berjalan, di depan ,dan pangeran hui di belakangnya ,langkah demi .langkah masih seperti semula, tampa nampak mencurigakan, namun semakin lama, langkah sang putri melambat ,dan lambat laun langkah nya berselok2, seperti orang mabuk berat,"
"bruk ,"ambruk sudah tubuh rapuh itu, kakinya tak mampu lagi menompang, berat tubuh nya lagi,"
"sang pangeran yg melihat pun melakangkah,mendekati sang mae2nya ,karena ada yg tidak beres dgn langkah sang mae2nya ia pun cepat2 melangkah mendekatinya ,dan alangkah kagetnya ,ketika tubuh ramping mungil seksi itu tiba2 ambruk, dan begitu rapuh di depannya,"
"untung ada tangan kekar, yg lansung dgn sigap menopangnya..,"
__ADS_1
mae mae