Kucing Dan Tikus

Kucing Dan Tikus
Balas Dendam


__ADS_3

Sebelumnya author minta maaf ya kalo banyak typo. ✌✌✌✌✌


Author harap kalian memakluminya ya, dan masih tetap mau baca cerita nya dan nunggui up nya. Jangan lupa like dan komennya. 👍


Happy reading.


❤❤❤❤❤


** RUMAH DITA**


Tak jauh berbeda dengan Dimas pada saat yang bersamaan keluarga Dita juga melakukan pertemuan dengan relasi papanya. Dengan maksud dan tujuan yang sudah bisa ditebak oleh Dita berdalih mempererat silaturahmi.


Makan malam malam ini terasa sangat membosankan bagi Dita. Pasalnya dimeja makan keluarga Dita dan keluarga Aldi membahas bisnis terus yang Dita tidak mengerti. Aldi nama Laki - laki anak teman papanya itu.


Penampakan laki-laki itu luar biasa banget deh pokoknya. Beda banget dengan musuhnya Dimas. Tapi masa iya Dita mau dikenalkan dengan pria berkacamata tebal itu. Kalo mau berarti matanya kebalik. Toh Dimas yang begitu mempesona aja bagi Dita biasa aja. Mungkin Dita belum mau membuka hati, toh Dita baru masuk kuliah fokus dulu kuliah ngejar karier dulu.


Berbeda dengan Dita yang merasa syok dan ingin terus tertawa sejak kedatangan Aldi sekeluarga kerumah orang tuanya. Aldi malah melongo memperhatikan Dita dari ujung kepala hingga kaki. Kelihatannya Aldi terpesona akan Dita. Aldi terpesona dengan senyuman dita. Padahal sebenarnya Dita bukan senyum. Namun ingin tertawa geli melihat tampilan Aldi yang culun dan pakaiannya layaknya anak 90-an. Bukan hanya Dita yang ingin tertawa tetapi Dika juga. Tetapi tawanya mereka tahan takut keluarga Aldi tersinggung.


Keesokan paginya Dita terbangun karna mendengar suara ponselnya yang bergetar di atas meja samping tempat tidur. Dita merogoh ponselnya dengan mata masih terpejam. Dita mencoba membuka mata untuk melihat siapa yang mengganggunya di pagi buta seperti ini. Terteta nama DIMAS.


Dita mengerutkan kening seakan tak percaya dengan nama yang tertulis dilayar ponselnya.


" Tumben manusia ini nelpon gue ganggu orang tidur aja, gak tau apa orang lagi asyik mimpiin idola" gerutu Dita


"Hallo" Dita menjawab telpon dengan malas.


" Hallo"


" Hallo"


Tiga kali sudah Dita menyapa orsng disebrang sana namun tak ada jawaban.


" Maksudnya apa sih ini orang ? ngerjain gue nih pasti, oo gue tau dia mau balas gue awas lo ntar bakal gue siapin kejutan yang lebih dari yang kemare "gumam Dita.


Dita terus aja menggerutu gara - gara telpon Dimas yang gak penting itu hingga Dita hampir telat mandi karna keasyikan mengatai si penelpon. Setelah sadar jam sudah menunjukkan pukul 07:00 Dita bergegas mandi dan bersiap karena ada kuliah pagi.

__ADS_1


**KAMPUS**


Dita terburu - buru menuju kelasnya mengingat lima menit lagi kelas BuNingsih akan segera dimulai. Dita tidak ingin terlambat masuk kelas karna kalo terlambat bahkan sedetik saja dipastikan ia tidak diperbolehkan masuk.


Dengan napas tersenggal - senggal Dita berhenti tepat di depan pintu kelasnya. Seketika mata bulat Dita melotot karena terkejut melihat Bu Ningsih sudah ada di dalam kelas. Dita mencoba masuk dengan cara mengendap - ngendap namun sayang aksinya diketahui oleh bu Ningsih.


" BERANI BERANINYA KAMU MASUK KELAS SAYA DISAAT PELAJARAN AKAN BERLANGSUNG" ucap bu Ningsih penuh emosi.


" Tapi kan baru akan bu, berarti belum kan? izinin saya masuk ya bu please " Dita memohon tak lupa mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


" KELUAR KAMU DARI KELAS SAYA SEKARANGGGG" titah bu Ningsih tegas. Dita yang kaget mendengar ucapan bu Ningsih langsung lari keluar kelas.


Dengan malas Dita berjalan menuju kantin. Sesampainya dikantin Dita duduk di kursi yang biasa ia dan yang lainnya berkumpul. Dita mengotak atik ponselnya menunggu yang lainnya datang sesekali ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan kirinya.


Cacing diperut Dita mulai konser dan rasanya Dita sudah tidak tahan lagi jika harus menunggu teman - temannya datang baru makan, karna sejak pagi ia belum sarapan. Tapi Dita merasa gak enak sama Dela dan Meri kalo harus makan duluan, pasalnya Dita sudah terlanjur janji mau makan bareng. Lagian paling lima menit lagi Dela dan Meri akan tiba jadi tak apa jika menunggu sebentar.


Benar saja setelah lima menit Dela dan Meri tiba disertai empat cowok keren dibelakangnya. Eh ralat bukan empat tapi cuman tiga. Entah kemana si rese itu.


"Hay ta udah lo pesenin kan punya gue? " tanya Dela.


" Iya udah " jawab Dita.


" Iya " jawab Dita malas.


" Pesenan kita gak dipesenin?? " tanya Regi mengerutkan kening.


" Eh sory ka gue gak tau kalian bakal kesininya sekarang juga" jawab Dita seadanya. Regi pun hanya mengangguk.


"Lo kenapa Ta, sakit? " Tanya Dela lagi


"Enggak kok" Dita menjawab seraya tersenyum.


"Tapi kok lemes gitu? "


" Efek laper doang kok, soal nya gue tadi buru - buru jadi gak sempat sarapan tapi sialnya ga keburu juga gue masuk kelas bu Ningsih. Mau makan duluan gue udah terlanjur janji sama kalian berdua akan makan bareng"

__ADS_1


" Ya elah, kenapa gak makan duluan aja sih,kita gak papa kok daripada lo sakit entar kita yang repot ya gak Mer? jelas Dela yang diangguki oleh Meri. Dita hanya membalas dengan senyum.


" Iya deh enggak lagi - lagi kaya gitu" Dita meyakinkan kedua sahabatnya. Sedang tiga cowok itu hanya mendengarkan.


Dari kejauhan terlihat Dimas berjalan dengan senyum yang hanya bisa diartikan oleh tiga sahabatnya. Tetapi mereka masih belum tau apa yang akan dilakukan Dimas kali ini. Satu hal yang pasti yang ketiganya ketahui bahwa sahabatnya yang satu itu akan membuat keributan seperti biasanya. Ya tentu saja Dimas akan balas mengerjai Dita kali ini.


Aksi balas membalas sudah biasa mereka lakukan setiap hari. Dita tidak suka diganggu sedang Dimas suka mengganggu. Biarpun sikapnya seperti itu bersama teman - temannya tetapi Dimas tetap acuh tak acih kepada orang diluaran sana apalagi wanita.


Kali ini Dimas merencanakan pembalasannya kepada Dita dengan matang. Tidak tanggung - tanggung Dimas membayar seseorang untuk mencari tau kelemahan dan ketakutan Dita. Dimas merasa rugi kalau cuman tau kelemahannya saja jadi Dimas mau tau juga kelebihan dan kesukaannya. Seperti pepatah Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui Dimas dapat kedua duanya.


Dimas yang sejak tadi sudah bergabung lalu memesan makan dan minum dengan senyum kemenangan yang tidak juga pudar. Dengan isyarat mata Dimas meminta orang suruhannya mendekat dan meletakkan kucing tepat dubawah kursi yang diduduki Dita. Dita yang asyik makan dengan posisi membelakangi orang yang memmbawa kucing tersebut tidak mengetahui bahwa si meong sudah diletakkan di bawah kursinya.


Melihat kaki Dita yang sedikit bergerak kucing itu meraih kaki Dita dengan kuku - kuku tajamnya. Sadar ada sesuatu yang menyentuh kakinya Dita pun berdiri dari duduknya dan melihat kebawah meja dan sisi lainnya. Betapa terkejutnya Dita melihat sesuatu yang menyentuhnya tadi adalan kucing.


"Aaaaaaaaaaa" sontak Dita berteriak seraya memegangi dadanya.


Dimas lalu mendekati kucing dan mengambil kucing itu. Dimas semakin melancarkan aksi balas dendamnya pada Dita.


"Jauhin ga kucing itu dari gue, jauhin Dimasss" teriak Dita memerintahkan Dimas. Sedang Dita terus mencoba mundur selangkah demi selangkah karna ia merasa tak punya tenaga lagi untuk menghindari Dimas. Namun Dimas belum juga puas hingga akhirnya langkah Dita terhenti karna kepentok meja yang ada di kantin.


Sedangkan teman temannya berusaha meminta Dimas untuk berhenti namun tetap tak dihiraukan oleh Dimas. Dan semua yang ada dikantin tertawa namun ada juga yang merasa takut akan terjadi sesuatu karna melihat wajah Dita yang mulai mengeluarkan keringat dingin.


Merasa tekepung Dita pasrah dan terus memohon dan meminta maaf atas perlakuannya kemaren pada Dimas. Mendengar kata maaf dari Dita, Dimas mau menghentikan aksinya namun telat. Belum sempat Dimas melepaskan kucing itu dari tangannya tiba - tiba terdengar suara.


" Brugg"


Dita pingsan karna ketakutan. Dimas pun kaget tak menyangka Dita setakut itu. Padahal niat awal hanya mengerjainya saja karna kemaren Dita lebih dulu ngerjai Dimas.


" Ta, bangun jangan becanda deh. Gue minta maaf karna gue keterlaluan" Dimas menggoncangkan tubuh Dita namun tak ada respon dari cewek itu karna ia beneran pingsan.


Teman - teman mereka pun langsung menghampiri keduanya. Mereka merasa cemas terlebih Dela dan Meri.


Tubuh Dita langsung dibopong Dimas, dengan setengah berlari ia membawa Dita menuju ruang perawatan yang berada di ujung lorong.


Sesampainya diruang kesehatan Dimas langsung masuk dan dengan perlahan meletakkan tubuh Dita dipembaringan. Dokter yang ada disana langsung memeriksa Dita. Sedang Dimas setia berada disisinya dengan raut muka cemas, takut, dan menyesal berbaur jadi satu.

__ADS_1


"Gimana dok keadaannya" tanya Dimas yang terlihat cemas.


" Dia hanya syok, dan tubuhnya lemas karna asam lambungnya naik mungkin karena telat makan" jelas dokter. Dimas hanya mengangguk dan mengelus dada merasa lega.


__ADS_2