Kucing Dan Tikus

Kucing Dan Tikus
Kesepian


__ADS_3

***RUMAH DITA***


Setelah sampai dirumah, Dita langsung masuk kedalam Dimas membuntuti dibelakang.


"Assalamualaikum" Dita mengucap salam diikuti Dimas.


"Waalaikumsalam. " Terdengar jawaban dari dalam.


"Eh nak Dimas, duduk nak." Ucap mama Dewi.


"Iya tante. " Dimas pun menurut.


"Tunggu sebentar ya, Dita buatkan minum untuk nak Dimas. "


"Kok aku sih ma, kan ada bibi. "


"Bibi lagi sibuk, toh Dimas kan sahabat kamu jadi alangkah baiknya kamu bikinin minum buat dia. "


Dengan berat hati Dita akhirnya melangkahkan kakinya ke dapur. Tak perlu waktu lama Dita kembali dengan segelas cairan berwarna kuning dengan beberapa kue.


"Terimakasih. " Dimas tersenyum. Namun Dita tak menggubrisnya. Lalu duduk di sofa ujung jauh dari Dimas.


"Kalian kenapa sih, lagi marahan ya..? " Mama Dewi yang melihat tingkah dua sahabat itupun akhirnya bertanya.


"Biasa tan, lagi ngambek ceritanya. " Jelas Dimas namun masih dengan nada menggoda. Membuat Dita semakin sebal dibuatnya.


"Kalian kan baru aja ketemu setetah bertahun-tahun kok malah berantem."


"Dianya aja tuh mah jadi orang gak peka banget. Baru aja jadian sudah mau pergi keluar kota aja.Kan kesel apalagi entar hari minggu anak-anak ngajakin ngumpul mana pake acara bawa pasangan segala mereka. Lah kalo Dimas gak ada aku sama siapa dong masa cuman liatin mereka aja. " Cerocos Dita tanpa sadar dengan apa yang telah keluar dari mulutnya.


"Oh... jadi kalian pacaran..?" Tanya mama Dewi.


"Iya.. ups " seketika ia langsung menutup mulutnya dengan jarinya saat ia menyadari ucapannya.


" Jadi gak mau cerita nih sama mama, mama ngambek deh. " Pura-pura ngambek.


"Bukan gitu ma, belum sempat doang ko ngasih tau mama, papa, dan kaka. " Dita mencoba menjelaskan, namun mama Dewi tetap pura-pura ngambek. Sedang Dimas sudah tak tahan lagi menahan tawanya melihat drama ibu dan anak itu.


"Ihh kok ketawa, bantuin dong bujuk mama. " rengek Dita pada dimas.

__ADS_1


" Iya iya, asal kamu maafin aku dulu ya, dan izinin aku pergi keluar kota. " Pinta Dimas.


"Iya-iya baiklah. " Dita mengiyakan dengan sedikit terpaksa karena masih tidak terima dengan keinginan Dimas, hanya untuk membuat sang mama gak ngambek lagi jadinya Dita terima Dimas berangkat ke luar kota.


"Seaat kemudian mama Dewi dan Dimas bertos ria dan tertawa bersama dengan puasnya. "


Dita yang baru sadar bahwa mamanya dan Dimas mengerjainya hanya bisa mencebik kesal.


"Sebenarnya mama sudah tau kok kalo kemaren kalian meresmikan hubungan kalian sebagai pasangan kekasih. Bahkan Dimas sudah meminta izin mama untuk menjadikanmu istrinya. Namun takut kamu gak akan terima jika mendadak Dimas mengajakmu menikah jadi mama menyarankan Dimas untuk menjadikanmu kekasih lebih dulu. Ketika kalian sudah merasa nyaman satu sama lain barulah kalian naik pelaminan. Dan mama juga tau. kok kalau besok Dimas berangkat ke Bandung buat mengecek perkebunan. Lagian kan itu juga untuk masa depan kalian jadi mama izinin Dimas pergi." Jelas mama Dewi panjang lebar.


"Jadi mama sudah tau semuanya...? " Tanya Dita memperjelas. Dan sang mama hanya mengangguk.


"Pantesan kemaren pas aku pergi mama gak ada. Kata Dimas udah dapat izin dari mama papa. Tapi aku kira hanya karena Dimas sahabatku makanya mama izinin. Aku gak mikir loh kalo Dimas bakal nembak aku.Padahal Dimas sudah kasih aku dress cantik tapi tetap akunya gak nyadar."


"Baguslah, untung kamu gak curiga kemaren. Kalo kamu curiga sedikit saja bisa hancur rencana yang sudah ku susun jauh-jauh hari.Kalo gagal kamu gak akan jadi pacar aku dan pasti gak bakal sebahagia ini." Kata Dimas.


"Iya juga sih." Dita mengakuinya.


Keesokan harinya.......


***RUMAH DIMAS***


Hari ini Dimas berangkat ke bandung. Dimas pergi hanya sendiri.


"Sudah siap?" Tanya mamanya. Melihat Dimas turun dari tangga dengan membawa ransel di punggungnya.


"Iya mah, papah mana?" Ketika Dimas tidak melihat papanya.


" Diluar lagi ngopi." Sautsang mama.Dimas hanya menganggukan kepala tanda mengerti.


"Ya sudah Dimas berangkat sekarang ya mah." Ucapnya pada sang mama.


"Ya sudah yuk mama antar sampai depan." Kata Risa sambil tersenyum.


Merekapun berjalan beriringan dengan Dimas di depan.Sesampainya di teras Dimas bertemu ayahnya.


"Pah," Sapa Dimas pada papanya yang tengag asyik membaca koran dan sesekali menyeruput kopi hitamnya yang masih terlihat kukusnya.


"Eh Dim, berangkat sekarang? " Tanya papanya.

__ADS_1


"Iya pah," Jawab Dimas.


" Ya sudah hati-hati. " Kata papanya.


" Kalau begitu, Dimas berangkat dulu." Ucap Dimas.


Setelah mencium punggung tangan kedua orang tuanya. Dimas pun menuju garasi lalu masuk kedalam mobil, tak lupa ia melambaikan tangan pada kedua orang tuanya.


"Andai kamu juga ada disini mengantarku. " GumamDimas dalam hati. Dimas mencoba tersenyum.


"Tunggu aku pulang sayang, maaf jika harus pergi tanpa pamit." Gumamnya lagi.


Akhirnya Dimas keluar dari pekarangan rumahnya dan labgsung melajukan mobilnya sengan kecepatan tinggi, untungnya jalanan pagi ini belum ramai.


Setelah sampai di Bandung Dimas langsung menuju villa dan meninggalkan barang-barangnya disana. Belum sempat ia beristirahat, Dimas langsung pergi ke perkebunan.


Setelah ia cek statistik penjualan Strobery kebunnya menurun drastis. Kata pegawai yang mengurus perkebunan penjualan menurun dikarenakan ada hama menyerang perkebunan hingga menyebabkan buahnya menjadi busuk.


Dimas meminta salah satu pegawainya untuk mengambil sampel buah yang busuk itu dan membawanya ke lab agar mengetahui jenis hamanya dan obat apa yang cocok untuk membasminya.


Setelah lama berbicara dengan para pegawai dan tak lupa turun langsung memeriksa kebun. Dimas memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar menikmati siang hari di kota kembang.


Tak terasa akhirnya Dimas sampai ke jalan yang di dekatnya ada rumah pohon. Dimas tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Dita ditempat itu.


" Andai kamu ada disini, pasti aku tidak akan merasa kesepian. " Gumamnya.


.


.


.


.


Makasih ya udah mau baca dan setia menanti lanjutannya.


Maaf ya baru up sekarang soalnya author lagi sibuk.


Maaf juga jika terdapat banyak typo.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya, juga jafiin favorit ya jika kalian suka.


__ADS_2