Kucing Dan Tikus

Kucing Dan Tikus
Jalan Hidup Delia


__ADS_3

Hari ini rencananya Dita mau berkunjung ke apartement kak Delia. Rasanya ia masih penasaran akan alasan kepergian Delia. Berhubung jadwal kuliahnya padat jadi baru sekarang Dita punya waktu untuk menemui kakak nya. Meminta penjelasan langsung dari yang bersangkutan.


Sesampainya di apartemen Delia, Dita langsung masuk karna ia mempunyai kunci cadangannya.


" Assalamualaikun, Ka Lia aku datang " ucap Dita namun tak ada jawaban lalu ia melangkah masuk.


Dita mencari Delia di ruang tamu, kamar sampai dapur namun tak menemukan kakak nya. Dita pun memutuskan untuk menunggu Delia pulang.


Cukup lama Dita menunggu namun kakanya belum juga datang hingga tanpa sadar Dita tertidur di sofa ruang tamu dengan di temani TV yang masih menyala.


Delia pun pulang dan masuk ke apartemennya. Betapa terkejutnya ia melihat adik bungsunya tertidur di sofa. Namun seketika senyum terukir di wajahnya melihat adiknya yang sedang tidur. Delia membelai rambut dan mencium puncak kepala Dita dengan sayang.


Dita yang merasa tidurnya terusik ia pun terbangun. Dita mengerjapkan mata dan ia melihat kaka nya duduk bersimpuh di bawah sedang menatap wajahnya.


" Maafin kakak ya dek, kamu terusik ya karna kakak" ucap Delia tersenyum lembut.


"Gak apa-apa kok kak, aku memang menunggumu hingga ketiduran" jawab Dita


"Ada hal penting apa yang membawamu kemari hingga kau rela menungguku sampai ketiduran? " tanya Delia mengerutkan kening.


" Aku meminta penjelasan dari mulut kakak langsung, karna rasanya aku belum puas jika hanaya mendengar cerita papa. Aku ingin tau yang sebenarnya dan aku harap kakak mau berterus terang kepadaku" jawab Dita panjang lebar.


"Sepertinya Dita sudah mengetahui tentangku" gumam Delia dalam hati namun ia menampilkan raut muka yang biasa menyembunyikan keterkejutannya.


" Aku sudah tau semuanya dari papa jadi kakak tak perlu menutupinya lagi. Aku hanya ingin penjelasan kakak" ucap Dita menekankan.


"hmmm" Delia menarik nafas kemudian menghembuskannya kasar.

__ADS_1


Delia pun akhirnya luluh ia menceritakan semuanya kepada Dita tanpa ada yang dititupi. Bahkan hanya Dita yang tau sedangkan yang lain tidak.


Kepada Dita, Delia menceritakan bahwa ia takut pulang dan merasa bersalah juga menyesal waktu itu tidak mendengarkan perkataan papanya.Benar semua yang dikatakan papanya Soni memang kasar. Sejak Delia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia dan meninggalkan keluargannya Soni mulai menampakkan dirinya yang sesungguhnya. Tak cukup sampai disitu Soni pun telah merenggut mahkotanya secara paksa. Setelah merenggut kehormatan dan merusak kehidupan Delia, Soni pergi entah kemana tanpa meninggalkan jejak. Delia malu untuk pulang membawa diri yang telah ternoda karena seorang Soni.


Soni adalah kekasih yang sangat amat Delia cintai hingga ia berani menentang keluarganya hanya untuk mempertahankan hubungan mereka. Bagi Delia Soni itu segalanya. Selain meninggalkan keluarga Delia pun rela menghentikan pendidikannya hanya sampai bangku SMA.


"Sungguh biadap laki - laki itu" ucap Dita geram. Dita tak tega melihat jalan hidup kakanya yang sungguh memprihatinkan. Andai ia diposisi kakak nya mungkin ia takkan sanggup dan lebih memilih mati bunuh diri. Dita merangkul punggung kakanya yang yang bergetar hebat karena tangisannya.


Dita menenangkan Delia, menghapus air matanya, memeluknya. Disaat Delia terus menangis maka hati Dita semakin teriris. Dita ingin mencari tau tentang Soni. Dita ingin membalaskan dendam kakaknya.


"Terus bagaimana kakak bisa bertahan hidup dan memiliki apartemen ini hingga bekerja di perusahaan? " tanya Dita penasaran.


"Ada seseorang yang sangat baik. Dia menolong kakak, dia yang menyelamatkan hidup kakak" senyum tersungging di wajah Delia.


***flashback on***


Malam itu Delia tampak kelihatan begitu terpukul dan frustasi. Wajah cantiknya tak terlihat bersinar seperti biasanya bahkan terlihat merah dan lebam dipipinya, matanya sembab karena terlalu lama menangis, rambut acak - acakan. Sungguh menyedihkan keadaan Delia malam itu.


Matanya terus memandang kedepan hingga tanpa sadar saat ini ia berada di tengah jalan dan mobil yang dibelakangnya tak mampu lagi menghindar karna sudah terlalu dekat, karena kaget sang pengemudi langsung menginjak rem. Namun sayang mobil itu tetap mengenai Delia.


Delia yang tidak peka dengan situasi saat ini ia hanya terduduk di depan mobil yang menabraknya. Pengemudi itu mencoba membantu Delia bangkit berdiri. Delia tetap diam tak bergeming.


Lelaki itu bingung harus bagaimana. Ia pun mencoba menuntun gadis itu masuk kedalam mobilnya, sedang Delia masih diam namun tetap mengikuti langkah lelaki itu.


Selama di perjalanan tak ada perbincangan diantara mereka. Lelaki itu akhirnya memutuskan membawa Delia ke apartemen miliknya, karna jika ia membawa Delia kerumah pasti bakal tak diterima. Pasalnya keluarganya dulu pernah ditipu dengan cara seperti itu. Namun entah kenapa lelaki itu mempercayai Delia.


Sesampainya di apartement Delia dibawa masuk oleh lelaki itu, didudukkan di sofa dan diberi air putih agar ia merasa tenang.Setelah Delia tenang lelaki itu mencoba mengajak Delia bicara.

__ADS_1


"Apa kau merasa baikan sekarang?" tanya lelaki itu lembut. Delia hanya mengangguk lemah.


"Hai, kamu kenapa kok dari tadi diam aja? Kenapa sampai ada dipinggir jalan seperti tadi? Dimana rumahmu, biar aku antar pulang. Ini sudah malam pasti keluargamu khawatir" ucap lelaki itu panjang lebar.


"Aku tidak punya rumah keluargaku telah mengusirku" Delia menjawab dengan tertunduk lesu.


" Maaf bukannya aku ingin ikut campur, tetapi apa boleh ku tau alasan keluargamu mebgusirmu" lelaki itu bertanya dengan sangat hati-hati.


Delia beralih menatap lelaki itu, ia tersenyum lemah.


" Aku yang bersalah, karna tak menuruti dan tak mendengar perkataan mereka. Aku batalkan kuliahku ke Australia dan aku lebih memilih kekasihku. Namun nyatanya dia membuatku jadi seperti ini. Dia merenggut apa yang belum menjadi haknya lalu dia tinggalkan aku" jelas Delia namun kali ini air matanya sudah tak lagi menetes. Mungkin karena sudah lelah ia menangis beberapa hari ini atau mungkin juga ia berpura - pura tegar.


Lelaki itu menjadi pendengar yang baik. Lelaki itu membiarkan Delia menginap di apartemennya dan ia pulang kerumah. Delia tak sendiri kok ia ditemani bi Nanik ART di apartemen lelaki itu.


Hingga hitungan bulan Delia sudah beradaptasi dan ia menerima kenyataan. Tak lama ini Delia sudah bekerja di salah satu perusahaan keluarga lelaki itu sebagai OG. Dan orang tua lelaki itu juga sudah mengetahii tentang Delia.


***flashback off***


" Dia dan orang tuanya lah yang telah membantu kakak sampai jadi seperti sekarang ini. Mereka tau semua kisah kaka dan mereka menyekolahkan kaka hingga tamat S2 di Australia bersama dengan Zul. Walau kakak sudah menolak karena kakak merasa tidak pantas mereka bantu karna masih punya orang tua yang layak dan mampu membiayai. Tetapi kata mereka mereka tidak keberatan,bahkan mereka ingin membantu kakak pulang jika kakak sudah siap" kata Delia panjang lebar.


"Siapa laki - laki itu ka? " tanya Dita.


"Nanti kapan - kapan kakak kenalkan kepadanya" jawab Delia.


" Sungguh baik keluarganya itu. Eh tunggu, kata kaka namanya Zul jangan jangan..... " kata gumam Dita gantung


"Jangan-jangan apa dek? " tanya Delia penasaran.

__ADS_1


" Engga apa - apa kok kak, hanya saja namanya sama. seperti dosenku dikampus" jawab Dita dengan senyum.


"Oh, ya kan nama orang banyak yang sama" kata Delia dan hanya mendapat anggukan dari Dita tanda membenarkan ucapan kakaknya.


__ADS_2