Kucing Dan Tikus

Kucing Dan Tikus
Pengganggu


__ADS_3

Dikeheningan malam Dimas terus memikirkan perubahan sikap Dita.Dimas merasa Dita berubah tidak sehangat kemaren saat ia masih di Jakarta.Meskipun Dita tak ikut mengantar kepergian Dimas kemaren tetapi itu karena memang ada hal yang sangat penting yang tak bisa Dita tinggalkan.


"Tau kah kamu aku merindukanmu." Gumam Dimas.


Dimaspun terlelap membawa perasaan rindunya pada pujaan hati.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini tiga hari sudah Dimas dipuncak dan pekerjaannya pun selesai. Dimas berniat pulang sore ini juga karena sudah tak sabar ingin menemui Dita. Rasa rindu Dimas tak tertahankan lagi.


Dimas mulai berkemas saat dirasa tak ada barang yang ketinggalan Dimas langsung keluar dri kamarnya dan pamit kepada penjaga villa.


Dimas berjalan keluar diikuti mamang penjanga villa.Sampai diluar Dimas terlebih dulu memasukkan tasnya kedalam mobil. Tak lupa ia membawa serta oleh-oleh yang telah dibelinya tadi pagi untuk semua angota keluarga juga sahabat-sahabatnya terkhusus untuk bidadari hatinya. Ketika Dimas ingin masuk ke dalam mobilnya tangan seseorang mencegatnya.


Dimaspun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil. Dimas menoleh kebelakang meskipun ia sudah menduga siapa yang menghentikannya. Dengan malas Dimas memalingkan wajahnya dari orang itu .


"Jangan pergi Dim. " Pintanya.


"Untuk apa lagi aku disini toh pekerjaanku sudah selesai." Ucap Dimas seraya menyingkirkan tangan wanita itu.


"Tapi Dim aku butuh kamu disini, tuk menemaniku." Rere memasang wajah memelas.


"Memangnya kau siapa? Kau bukan siapa-siapa bagiku jadi untuk apa aku perdulikanmu." Kata Dimas dengan tatapan lurus kedepan.


"Apa segitu bencinya kamu sama aku..? Hingga menatapku saja kau tak mau. Maaf aku memang salah tetapi itu dulu. Dan perasaanku terhadapmu masih sama seperti dulu." Dengan mata berkaca-kaca Rere mengungkapkan isi hatinya.


"Maafmu sudah ku terima. Tetapi maaf aku sampai kapanpun takkan bisa mencintaimu. Hati ku sudah dimiliki orang lain bahkan sebelum kau mengenalku. Jadi aku mohon dengan sangat berhentilah jadi pengganggu dalam hidupku." Kini Dimas berbicara lebih lembut dan menghadap ke Rere seraya mengatupkan tangan didepan dadanya.


"Tapi Dim, aku ingin dirimu terus bersamaku. Jika aku tak bisa milikimu maka orang lainpun tak mampu milikimu. Dan ku jamin hidupmu akan menderita setelah kau meninggalkanku. Aku tidak akan diam saja Dim. Camkan iu." Rere mengancam Dimas dan berharap Dimas luluh dengan ancamannya itu.


Dimas tak ingin lebih lama lagi mendengarkan ocehan Rere. Dimas berlalu masuk ke mobilnya dengan ekspresi dinginnya.


Sedangkan Rere tersenyum licik setelah kepergian Dimas.


"Semakin kau menghindar semakin ku mengganggumu. " Gumam Rere


Diperjalanan Dimas tak henti-hentinya memikirkan Dita. Dimas berharap kepulangannya akan mengukir senyum di wajah Dita. Maka dari itu Dimas semangat menyetir meski hari mulai gelap dan awan juga terlihat hitam seakan mau hujan. Membuat Dimas semakin berhati-hati menemudikan mobilnya.


Tak lama Hujan mulai turun Dimas pun memilih menepi karena hujan makin lebat disertai petir dan kilat saling menyambar. Sebelumnya Dimas mencari tempat yang las untuk memarkirkan mobilnya. Hingga Dimas menemukan sebuah masjid yang halamannya cukup luas. Dimas memarkirkan mobilnya di halaman masjid dan Dimas berteduh di masjid menunggu hujan reda. Karena sangat tidak mungkin untuknya melanjutkan perjalanan dicuaca buruk seperti ini.


Mengingat Dimas belum sholat magrib Dimas menunaikan sholat magrib di masjid itu sekalian sholat isya karena tak lama lagi masuk waktu isya.


Selesai sudah Dimas menunaikan kewajibannya namun hujan tak kunjung reda.Dimas berniat memainkan HP namun saat ia merogoh saku celananya HP nya tidak ada. Dimas baru menyadari kalau HP nya ketinggalan di mobil.

__ADS_1


"Yah HP nya ketingglan di mobil. Tapi hujannya belum reda gue malas kemobil ntar tambah basah." Gumam Dimas mengingat celananya yang sedikit basah karena terkena percikan air hujan tadi ketika jalan ke masjid tadi.


***RUMAH DITA***


Disisi lain Dita masih merasa kesal terhadap Dimas karena Dita mengira Dimas telah mengkhianatinya. Sejak kejadian itu Dita hari itu juga memutuskan kembali ke rumah karena tak tahan dibohongi Dimas. Niat awal memberikan kejutan kepad lelaki tercintanya itu ia urungkan.


Dita merenung dikamar memikirkan kejadian dua hari yang lalu. Namun entah kenapa perasaannya malam ini tak karuan. Ada rasa trindu yang begitu memuncak namun disisi lain kekecewaannya begitu dalam.


"De, kamu kok bengong? " Tanya Dika membuat Dita kaget.


"Enggak apa-apa kok ka. " Jawab Dita memaksakan senyumnya.


"Kamu gak bisa bohong de sama kaka, kelihatan dari mukamu kalau kamu sedang tidak baik-baik saja."


Dita memang tak pernah bisa menyembunyikan apapun dari kakanya itu. Sejak kecil Dita selalu terbuka dengan Dika begitupun sebaliknya.


Dita meminta Dika duduk disampingnya terlebih dulu. Setelah Dika duduk Dita lalu menyandarkan kepalanya di pundak kekar kakanya. Dita menangis menumpahkan perasaannya saat ini.


"Menangislah de jika itu membuatmu tenang. Tetapi setelah itu ceritakanlah masalahmu." Ucap Dika menenangkan adiknya seraya mengusap puncak kepala Dita dengan lembut. Dita hanya terus menangis tanpa mengiyakan perkataan kakanya.


Sesaat kemudian Dita menegakkan duduknya dan menghapus air matanya. Dita merasa siap untuk bercerita dengan kakanya.


Dika terus mendengarkan cerita adiknya dengan seksama.


"Namun semua gagal karena Dita melihat Dimas sedang mengobrol dengan wanita itu.Dita merasa cemburu dan lari dari perkebunan ke vila keluarga kita. Namun Bibi penjaga vila menenangkan Dita dan meminta Dita berfikir positif. Dita pun mengiyakan karena Dita rasa bibi itu benar.


#flashbakc


"Neng kenapa nangis gitu. " tanya bi Ati


"Pacar Dita selingkuh bi. "


"Apa neng Dita sudah memastikan kebenarannya.?"


"Dita melihat sendiri dengan mata kepala Dita kalau Dimas akrab dengan wanita itu."


"Alangkah baiknya jika neng Dita tanyakan langsung pada nak Dimas tentang wanita itu. Gak baik menerka- nerka neng. "


Tanpa mengiyakan ucapan Bi Ati, Dita bergegas pergi ingin menanyakan hal ini. Namun setibanya di perkebunan teh tempat Dimas dan wanita itu berbincang Dita tak melihat sosok Dimas lagi. Hanya menemukan wanita itu tengah menangis.


Perlahan Dita mendekati wanita itu dan bertanya tentang keadaan wanita itu.

__ADS_1


"Permisi mba, kok nangis kenapa.? " Tanya Dita lembut seraya mencoba menahan cemburunya.


"Mba lihat lelaki yang bersamaku tadi..? " tanya balik wanita itu dengan air mata yang masih mengalir. Dan Dita hanya mengangguk.


"Dia kekasih saya mbak, hubungan kami sudah lama dan terlalu jauh dan bebas hingga....... " ucapan wanita itu menggantung namun tangannya menyentuh perutratanya.


Dita sontak kaget bukan kepalang, pasalnya ia mengerti maksud wanita itu.


"Namun ia memilih pergi meninggalkan saya mba dan ingin menikahi wanita pilihan orang tuanya." wanita itu mash terisak.


Bak disambar petir disore hari Dita langsung berlari meninggalkan wanita itu dengan air mata yang tak mampu lagi terbendung dan sesak didadanya terasa hingga ke ubun-ubun.


Sedangkan wanita yang bernama Rere itu menyeringai bahagia dan menghapus air mata bawangnya.


"Aku akan lakukan apa saja asal kau dan Dimas berpisah. Dimas hanya milikku seorang." Ucapnya tersenyum bangga karena berhasil membuat jarak antara Dita


dan Dimas.


#flashbakc off


"Kurang ajar sekali Dimas berani-beraninya menyakiti hati adik kesayanganku." Ucap Dika meras geram ia pun mengepalkan tangannya.


"Awalnya Dita berfikir wanita itu rekan kerjanya karena Dita coba fikir positif menuruti kata bi Ati. Namun kenyataannya terlalu pahit ka."


"Ade tenang aja ya, jika benar Dimas seperti itu kaka sendiri yang akan menghukumnya.Tetapi kaka harus dengar langsung pengakuan dari mulut Dimas." Ucap Dika berusaha tenang.


.


.


.


.


Maaf nih jika terdapat banyak typo. ✌✌


Maaf juga gak bisa up tiap hari.


Terimakasih sudah mau menunggu up jangan lupa like dan komennya serta jadikan favorit setelah kalian membacanya.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2