
Dita masih tidak menyangka bahwa jalan hidup kakaknya sungguh memprihatinkan. Sebagai adik ia hanya bisa membantu sebagai pendengar yang baik dan sekali - sekali memberi sedikit nasehat juga akan membicarakan masalah ini dengan keluarganya. Setelah Dita rasa kakaknya baik - baik aja Dita pamit pulang.
***RUMAH DITA***
Sekitar kurang lebih satu jam waktu yang ditempuh Dita kini Dita sudah sampai di depan rumah dan memarkirkan mobilnya di garasi.Dita turun dari mobil berjalan santai sambil mengotak atik ponselnya. Ternyata ada beberapa pesan dari teman - temannya namun Dita tak menyadarinya mungkin karena terlalu fokus pada kakaknya.
Malam hari pun tiba Dita sekeluarga makan malam di meja makan. Terlihat di meja makan telah tersaji makanan yang sangat menggiurkan. Ada udang asam manis, cah kangkung dan teman - temannya. Namun suasananya tak seperti biasanya. Jika biasanya terdengar riuh keseruan dimeja makan maka lain halnya dengan malam ini hanya terdengae suara sendok dan garfu yang beadu dengan piring. Entah apa yang terjadi.
" Mah pah.... " Dita memulai pembicaraan dengan menatap kedua orang tuanya bergantian.
" Iya dek mau bicara apa? " tanya sang mama.
" Ini soal kak Delia mah" ucap Dita dengan nada sedikit takut.
" Ada apa dengan kakak mu? apa dia sudah mau pulang? dan meninggalkan pacarnya itu? " Dita tak mebyangka ternyata papa yang nyaut.
" Aku bertemu dengannya hari ini, aku bicara dengan kakak baik - baik. Sekarang aku sudah tau kebenarannya " jawab Dita.
" Kebenaran apa lagi...? bukankah sudah papa ceritakan semuanya. Atau ada hal lain lagi yang di sembunyikan Delia? " dengan sedikit penekanan dan rasa penasaran.
" Maafin kak Delia pah " Dita memohon.
" Dita, tau kak delia salah telah menentang kalian, tetapi tau kah kalian kalau selama ini kak Delia hidup dalam keadaan yang tidak baik "
" Tidak baik bagaimana? bukankah delia sudah memiliki apartement dan dari yang papa tau Delia hidup bahagia dan telah bekerja"
" Papa tau dari mana? "
" Adalah, orang surusahan papah "
" Papah gimana sih, punya orang suruhan tetapi tidak mengetahui detailnya "
__ADS_1
"Memang apa sebenarnya yang terjadi dek? " mamanya ikut bertanya karena penasaran.
" Kak Delia dulunya sangat terpuruk karena setelah keluar dari rumah ini kakak hidup bersama Soni namun laki- laki itu telah merenggut kehormatannya dan merusak hidup kaka" dengan emosi Delia ceritakan semua yang baru ia ketahui tadi siang dari mulit kakaknya tanpa ada yang terlewat.
Mengetahui hal itu membuat pak Damar marah bukan kepalang tangannya seketika mengepal dan rahangnya mengeras ingin rasanya ia memukuli lelaki yang merusak hidup putrinya namun sayang lelaki itu sudah pergi entah kemana.
Tetapi ada kelegaan pada raut wajah kedua orang tuanya saat Dita katakan Delia bisa seperti ini karena pertolingan seorang lelaki juga keluarganya. Dan betapa bersyukurnya mereka Delia bisa menamatkan kuliah bahkan hingga S2, Delia memang pintar jadi tak mengejutkan jika ia cepat lulus kuliah
" Bisakah papa bertemu dengan lelaki baik hati yang menolong kakakmu juga keluarganya" ucap papanya.
" Bisa pah tapi nanti, kata kak Delia "
" Papa dan mama hanya ingin mengucapkan terimakasih pada mereka" ucap mama
"Iya pah itu nanti, yang terpenting saat ini bawa kak Delia kembali kerumah. Aku sangat merindukannya" ucap Dika.
"Baiklah, besok kita temui dia" ucap mama.
Pagi ini Dita berangkat bareng Dika. Karena sudah lama mereka tak pergi bersama.Bukan tak ingin bareng tetapi Dita lebih nyaman ketika pergi sendiri. Bukan apa - apa Dita hanya tidak ingin kerepotan menjaga Dika. Kok Dita yang jagain kakanya?
*** KAMPUS***
Sesampainya dikampus Dita turun dari mobil Dika. Namun Dika juga ikut turun membuat Dita bingung, padahal kampus mereka berbeda mengapa jadi Dika turun disini.
" Ngapain kak ikut turun juga? " tanya Dita penasaran.
" Sengaja, mau anterin adek kakak sampai ke depan kelas" Dika menjawab sambil mengacak rambut Dita. Lalu berjalan seraya merangkul pundak Dita.
" Tumben " ucap Dita.
" Pengennya sih tiap hari, tapi kamu kan gak pernah mau kalo kakak antar "
__ADS_1
" Ya iyalah gak mau, aku tu gak mau repot ngurusin fans kakak yang banyak itu, ribet" tutur Dita seraya menunjuk kearah kerumunan cewek - cewek yang ngeliatin mereka dari tadi. Dika hanya tersenyum dan kembali mengacak rambut adiknya itu hingga dapat pelototan dari sepemilik rambut.
Mereka terus aja berjalan tanpa menghiraukan fans Dika. Kini mereka sampai di kantin karna tadi Dita minta diantar kekantin aja. Berhubung teman - teman cowoknya gak tau hubungannya dengan Dika mereka hanya menatap dengan heran. Dan memandang ke arah Dimas memastikan ekspresi Dimas yang kali aja cemburu.
" Kalah lo Dim, Dita sudah ada yang punya" bisik Tirta di telinga Dimas. Dimas masih tak bergeming.
"Kenalin gue Dika" seraya mengulurkan tangan kepada empat cowok tampan di hadapannya. Sedangkan Dela dan Meri sudah mengenal Dika.
" Sudah kan, pulang gih" seru Dita pada kakaknya.
" Aku mau ketemu teman aku dulu disini " ucap Dika.
" Teman yang mana? perasaan kamu gak pernah kenalin atau cerita bahwa teman kamu ada disini? " tanya Dita penasaran. Dika pun hanya tersenyum.
" Nah itu temanku " ucap Dika seraya menunjuk ke arah pojok kantin. Semua orang yang ada dimeja itu mengikuti arah telunjuk Dika. Disana terlihat pak Zul duduk dan melambaikan tangan ke arah mereka.
"Jadi kamu temannya pak Zul" Dita menggut-manggut .
"iya, ya udah aku kesana dulu ya sayang, aku mau ngobrol banyak sama Zul. Sekalian aku nunggu kamu selesai kuliahnya" ucap Dika menatap ke arah Dimas yang sedari tadi terlihat tidak nyaman karena keberadaan Dika. Ditambah kata - kata sayang yang keluar dari mulut Dika membuat Dimas makij panas namun Dimas masih bisa mebetralkan diri hingga tak terlihat kekesalannya. Hanya Dika yang menyadari.
Dita salfok sama kata (sayang) yang diucapkan kakaknya. Gak biasanya Dika seperti itu. Toh Dika kakak nya bukan kekasihnya ya rasa aneh aja gitu kalo dipanggil sayang biasa juga adek jika Dika panggil sayang ada kata adek didepannya.
Dika melenggang pergi meninggalkan Dita dan teman - temannya menghampiri Zul yang sudah menunggu ditempatnya.
.
.
.
Bagaimana reader ceritanya?
__ADS_1
Maaf ya kalo terdapat typo.
Terimakasih sudah mau membaca ceritaku ❤❤❤❤❤