Kucing Dan Tikus

Kucing Dan Tikus
Keadaan Dimas


__ADS_3

Tak lama akhirnya kedua orang tua Dita menghampiri kamar Dita.


"Sayang, bagaimana keadaanmu..? Maafin mama sama papa ya karena kami mengabaikanmu. Karena ada hal yang sangat penting dan tidak bisa kami tinggalkan." Ucap mama Dewi


"Memang hal penting apa yang membuat kalian melupakan putri kalian yang tengah. terbaring lemah disini." Dita terlihat kesal kepada orang tuanya.


"Sekali lagi maafkan kami sayang." Papa Damar menimpali.


"Udah deh de gak usah manja napa, ada kaka disini. Lagian lo juga sudah gak apa-apa juga." Kata Dika berharap adiknya tidak lagi kesal dan bertanya macam-macam pada mama papa mereka.


"Apanya yang gak apa-apa...? Kalau gak apa-apa sekarang gue sudah boleh pulang bukan malah nunggu besok.Lagian lo juga tadi ninggalin gue kan mana lama banget lagi,mana ada makan ber jam-jam." Perotes Dita.


"Iya iya gue salah, tapi kan gue sudah minta maaf.˝


"Sudah-sudah kok kalian malah ribut sih.Udah ya mama sama papa janji gak akan tinggalin kamu lagi kita akan dampingi kamu terus disini sampai kamu sembuh."Mendengar ucapan sang mama seketika terbit senyuman dibibir Dita.


******


Kondisi Dimas sudah mulai membaik pasca operasi dan kini Dimas sudah pindah ruangan ke ruang rawat. Namun Dimas belum sadar karena masih terpengaruh bius.


Semua anggota keluarga Dimas kini menunggunya siuman di ruangan yang sama tempat Dimas berbaring.


"Dita.... Dita... Aku Pulang."Terdengar suara Dimas yang terdengar sangat lirih.


Zul yang duduk di kursi samping ranjang Dimas mendengar apa yang Dimas ucapkan meskipun sangat pelan namun masih terdengar jelas ditelinga Zul.Zul tersenyum dan mengira adiknya itu sudah sadar. Zul mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa tadi Dimas bicara dan kedua orang tuanya nampak tersenyum bahagia. Zul langsung memanggil dokter agar segera memeriksa keadaan Dimas.


Dokter yang telah tiba itupun memeriksa keadaan Dimas. Namun senyum di wajah kedua orang tua Dimas dan Zul memudar karen mendengar perkataan dokter.


"Maaf pak bu sepertinya saudara Dimas hanya mengigau dia belum sadar. Mungkin tak lama lagi hanya beberapa jam saja." Ucap Dokter itu. Dan mereka semua hnya mengangguk.

__ADS_1


"Apakah ada yang bernama Dita...? Siapa dia apakah kekasihnya...? Mungkin Dimas hanya merindukan orang yang dia sebut namanya." Ucap dokter.


"Ada dok dan benar Dita kekasihnya sudah kurang lebih tiga hari mereka tidak bertemu karena Dimas harus kepuncak mengurus pekerjaannya."Kata Zul.


"Cobalah ajak kekasihnya menemuinya mugkin bisa mempercepat kesembuhan Dimas."


"Tapi dok, Dita sedang sakit dan tengah dirawat disini juga. Kami sengaja tidak memberi taunya karena takut Dita kepikiran." Ucap Zul lagi.


"Baik kalau begitu diruang mana Dita dirawat biar saya sendiri yang memeriksanya jika keadaannya baik-baik saja maka sebaiknya pertemukan mereka." Kata Dokter.


"Kamar Dita tepat di depan kamar ini dok." Ucap Zul.


"Baik kalau begitu saya akan temui pasien Di ta dulu." Ucap dokter dan berlalu pergi setelah mendapat persetujuan Zul.


*****


"Permisi saya akan memeriksa keadaan pasien." Ucap Dokter Bima.


"Loh kok dokter yang memeriksa anak saya, bukankah dokter itu dokter...."Ucap mama Dewi terpotong karena dokter Bima lebih dulu menyela.


"Oh itu, iya saya hanya menggantikan dokter Amara karena saat ini beliau ada keperluan mendadak." Ucap Dokter Bima.


Berhubung memang benar Dita belum diperiksa oleh doktr Amara hari ini jadi Dita hanya mengiyakan perkataan dokter Bima.


Setelah melakukan pemeriksaan dokter Bima pun mengajak Dita keluar kamar. Sontak saja membuat keluarga Dita bingung terlebih Dita sendiri.


"Kok saya diajak keluar dok, memangnya saya sudah bisa pulang..?"Tanya Dita heran.


"Keadaan kamu baik-baik saja sekarang dan sebenarnya juga kamu boleh pulang. Tetapi berhubung dokter Amara tidak ada disini jadi kamu harus bersabar dulu menunggu."Ucap dokter Bima menjelaskan.

__ADS_1


Dita hanya pasrah menuruti perkataan dokter untuk menunggu dulu. Dan kini Dita sudah kuat dan sudah tidak pusing lagi dikepalanya.


Akhirnya Dita mengikuti langkah kaki dokter Bima diikuti leluarganya juga. Baru beberapa langkah berjalan dokter Bima menghentikan langkahnya tepat di seberang kamar yang di tempati Dita. Dita pun semakin heran. Sedang keluarga yang sudah faham maksud dokter Bima pun hanya diam.


"Ngapain dokter ngajak saya kesini....? Harusnya ke taman dok biar fikiran saya rileks..!" Ucap Dita terlihat wajah kesalnya.


"Maaf tapi menurut saya ini akan membuat kamu lebih baik daripada ketaman. Meskipun awalnya pasti terasa sakit, namun bisa mengurangi kerinduan yang bersarang di hatimu." Tutur dokter Bima tersenyum simpul.


Akhirnya merekapun masuk. Perasaan Dita menjadi tak karuan setelah melihat Dimas terbaring lemah di ranjang. Perlahan Dita mendekati ranjang Dimas dengan perasaan sedih karna ternyata kekasihnya tengah berjuang untuk sembuh.


"Maafin aku ya karna ngambek sama kamu. Kamu kenapa bisa seperti ini..? Cerita sama aku." Tak terasa air matanya luruh .


"Dimas kecelakaan kemaren pas jalan pulang sayang." Ucap mama Dimas sambil mengusap lembut kepala Dita.


"Maafkan Dita, ini semua salah Dita." Ucap Dita tertunduk lemah.


"Tidak sayang ini semua bukan salahmu." Ucap mama Dimas menenangkan.


"Kamu tenang aja ya sayang Dimas tidak akan pernah mengkhianatimu."Kata mama Dimas membuat Dita kaget dan penasaran.


"Maksud tante....? " Tanya Dita.


"Tante tau kok kamu sedang marah dan kecewa dengan Dimas. Tetapi alangkah baiknya suatu masalah itu dibicarakan terlebih dahulu dan cari jalan keluarnya sama." Dita semakin bingung mengapa mamanya Dimas tau perihal dipuncak itu. Bahkan Dimas pun tidak tau Dita ada disana kemaren.


"Tante tau kok semuanya meskipun kamu tidak bilang apa masalahmu dengan Dimas."


"Dari mana tante tau...? Sedangkan aku tidak pernah mengatakan apa yang membuatku marah pada Dimas."


"Kamu memang tidk mengatakannya sayang tapi mama dan tante termasuk juga Dika, om dan papa.Kami menyelidikinya sejak kamu memutuskan pulang sedangkan baru sehari kamu disana dan bahkan belum bertemu Dimas."

__ADS_1


__ADS_2