
Dimas langsung berangkat ke kantor ayahnya yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.Sesampainya di kantor Dimas disambut ramah seluruh karyawan.Dimas juga membalas dengan senyuman.
Disisi lain Zul tengah bersiap siap pergi ke kampus. Hari ini hari pertamanya mengajar di kampus milik papanya. Jika Dimas sang adik akan mewarisi perusahaan maka Zul akan mewarisi kampus tempat ia mengajar saat ini.
***KAMPUS***
Terlihat para mahasiswi kasak kusuk seperti tengah membicarakan sesuatu. Hampir di setiap sisi koridor yang tengah di jalani Dita saat ini, mahasiswi asyik berbisik - bisik bahkan ada beberapa mahasiswa yang juga kelihatannya sedang berbisik- bisik pada temannya.
"Entah apa yang mereka gosipkan" gumam Dita yang terlihat bingung namun ia tak menghiraukannya dan langsung mempercepat jalannya menuju kantin.
Dikantin tak jauh berbeda dengan di koridor. Dita masih menemukan orang birbisik- bisik.
" Taaa" sini Meri melambaikan tangannya kearah Dita. Dita yang melihat Meri dan teman - temannya yang lain sudah berkumpul langsung menghampiri.
"Lo kenapa Ta, kaya lagi bingung gitu?" tanya Dela saat Dita sudah duduk dihadapannya. Belum sempat Dita menjawab pertanyaan Dela, Regi menyaut.
" Paling bingung nyariin Dimas " celetuk Regi menggodai Dita.
"Emangnya Dimas kemana?" tanya Dita pada Regi. Yang disambut senyum menggoda dari teman - temannya.
"Ihh apaan sih kalian ditanya malah senyum" ucap Dita
" Cieee yang rindu Dimas, ekhem kayak nya sudah ada getar - getar gimana gitu" ucap Surya ikut menggoda Dita.
"Tau ah" Dita mendengus merasa sudah tidak tahan lagi dengan godaan dari teman - temannya itu.
__ADS_1
" Cie ngambek, ok gue kasih tau ya Dimas lagi ke kantor papanya disuruh papanya belajar biar bisa nanti kalau sudahsaatnya gantiin posisi papanya di perusahaan ........." ucap Regi menjelaskan. Namun saat ia. ingin mengucapkan nama perusahaan tiba - tiba terhenti, karna kaki nya diinjak Surya dan Tirta bersamaan sebagai tanda Regi harus diam. Kalau tidak maka habislah ia sama Dimas karna membongkar identitasnya.
" Perusahaan apa ...?"tanya Dita penasaran.
"Emmm,gue lupa namanya" Regi menggaruk tengkukya dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.
" Ohh" jawab Dita.
"Oh iya gue lupa, tadi gue mau nanya. Sebenarnya apa sih yang sedang mereka bicarakan..? " tanya Dita pada teman - temannya. Dita menunjuk dengan dagu ke arah mahasiswi yang ada di kantin saat ini.
" Oh itu mereka lagi membicarakan dosen baru yang katanya GANTENG MAKSIMAL" dengan senyum mengembang Meri menjawab antusias.
" Oh" kembali Dita ber Oh ria.
Zul tak menghiraukan teriakan histeris dari mahasiswinya itu. Zul terus aja berjalan menuju ruangan dosen dan ternyata disana juga ia disambut oleh para dosen dan rektor dengan baik.
Bagaimana tidak disambut dengan hormat, orang Zul bukan sekedar dosen ganteng tetapi anak dari pemilik universitas ini. Ia adalah Zulfikar Hadi Kusuma anak dari Riki Kusuma.
Hari pertama ini Zul tidak langsung mengajar. Hanya perkenalan kepada seluruh mahasiswa/i di lapangan kampus.
Kembali terdengar kasak - kusuk fansnya membicarakan ketampanan juga betapa tajirnya dia. Berbanding terbalik dengan Dimas yang menutupi identitasnya.
"Emmmm dosen baru ganteng" celetuk Meri dengan senyuman bahagianya.
" Emang dasar Meri matanya itu gak bisa liat cowok bening dikit aja langsung deh kumat lebaynya" Dita menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Tapi menurut gue emang benar kok apa tang dikatakan Meri pak Zul memang ganteng, andai aja gue belum punya Surya pasti gue bakal naksir dia" ucap Dela yang mendapat tatapan tajam Surya dan yang lain hanya terkekeh.
"Mmmm iya sih pak Zul memang ganteng. Berhubung lo gak akan ngejar pak Zul biar gue aja Del kan gue jomblo" ucap Dita kemudian tersenum menang.
"Jomblo aja bangga lo,mending lo sama Dimas aja Ta" saut Meri.
"Ih ogah, amit - amit gue mah"sambil mrngetuk kepalanya dengan tangan yang mengepal.
" Jangan gitu lo ta, baik - baik lo entar ketulah aja sama omongan baru tau rasa" lanjut Meri lagi.
" Bener ta, gue punya pengalaman kaya gitu. Temen gue waktu SMA pernah ngomong kek gitu sama si cewek yang dibencinya eh sekarang mereka udah nikah aja bahkan bentar lagi punya bayi" jelas Regi.
"Hmmmm, tp gue sama Dimas kan udah baikan gak musuhan lagi" ucap Dita.
" Suka - suka lo deh " Meri mengalah karna jika diteruska berdebat dengan Dita tak ada habisnya.
**PERUSAHAAN HK**
Dimas mulai memeriksa file - file perusahaan dan ia bangga melihat statistik pembukuan prusahaan yang tiap bulan naik. Namun sesaat kemudian ia menyadari ada yang salah disana. Laporan keuangan itu tidak sesuai dengan penjualan. Harusnya pemasukan lebih besar lagi mengingat barang yang terjual melebihi target sedang laporannya hanya sebatas target.
Seketika Dimas langsung memanggil bagian keuangan keruangannya. Namun bagian keuangan mengatakan bahwa ia hanya mengikuti perintah pak Satrio sang manager.
Dimas beranjak dari duduknya meninggalkan ruangan CEO berjalan menuju ruangan manager keuangan. Dimas yang sudah membuka pintu ingin masuk namun ia urungkan karna dilihatnya pak Satrio sedang berbicara di telpon. Dimas memutuskan menguping.
Dan benar saja apa yang dikatakan Nita staf keuangan, bahwa pak Satrio korupsi. Dari yang Dimas tangkap saat ini bahwa pak Satrio akan kembali menerima pesanan dari klien namun hanya tujuh puluh lima persen saja yang dimasukkan ke rekening perusahaan sedang dua puluh lima persennya di masuk ke rekening pribadi.
__ADS_1