
Seminggu telah berlalu dari kejadian dikantin kampus waktu itu saat perkenalan Dita dengan Dimas. Namun bukannya baikan yang ada berantem aja kerjaannya.
" Apa lo liat - liat? naksir lo sama gue..? " tanya Dita ketus.
" cih, siapa juga yang naksir sama lo. N***s banget " balas Dimas tak kalah ketus.
" Terus ngapain lo liatin gue dari tadi senyum - senyum lagi" kembali pertanyaan dilontarkan Dita.
" Gak ada gue tuh gue senyum, ya kalo pun gue senyum gak mau juga gue senyum sama lo " kilah Dimas. Dita hanya memutar bola matanya.Malas berdebat karna gak akan ada akhirnya kalo di lanjutin.
Selalu seperti itu setiap kali mereka bertemu. Teman - teman mereka hanya mampu menggelengkan kepala melihat kelakuan dua manusia itu seperti tikus dan kucing. Numun itu juga mennadi hiburan tersendiri bagi ke lima orang lainnya.
*** RUMAH DIMAS***
Pukul tiga sore Dimas baru sampai rumah padahal kegiatan dikampus tidak padat. Harusnya sih pukul sebelas tadi ia sudah pulang. Namun Dimas nongkrong dulu sama sahabatnya di kafe. Setelah satu jam di kafe Dimas dan ketiga sahabatnya memutuskan untuk pulang. Tetapi tiba-tiba ponsel Surya bergetar cukup panjang tanda telpon masuk. Surya melihat nama yang tertera di layar ponselnya, dengan cepat iya menjawab telpon tak lupa rona bahagia terpancar di wajahnya. Ketiga orang yang berada didekatnya pun seakan bisa menebak siapa yang menelpon Surya.
## flashback
"hallo" ucap Surya
"..................."
__ADS_1
"Oh gitu, dimana..? " tanya Surya
".........................."
"Baiklah kami akan kesana " kata terakhir Surya lalu menutup telpon dengan ekspresi sama seperti awal. Membuat ketiga sahabatnya itu mengerukan kening penasaran dengan kata kami yang diucapkan Surya barusan.
Surya beranjak pergi dari kafe dengan mengajak serta sahabat - sahabatnya yang masih bingung akan dibawa kemana mereka bertiga oleh Surya. Surya masuk kedalam mobil dan memegang kemudi sedang Regi duduk disampingnya kemudian melajukan mobilnya diikuti mobil Tirta dan Dimas.
Sekitar dua puluh menit perjalanan mereka sampai di salah satu mall besar yang ada di tengah kota Jakarta.Mereka semua turun dari mobil lalu melenggang masuk kedalam mall.
" Ngapain kita kesini..? " celetuk Dimas.
" hmmm " Dimas hanya berdehem.
Setelah cukup lama mengitari mall mencari keberadaan orang yang tadi menelponnya. Akhirnya Surya menemukan gadis itu di resto sedang makan bersama dua sahabatnya. Surya langsung menghampirinya diikuti tiga orang dibelakannya.
" Hay, sayang sudah lama nunggunya..? maaf ya aku telat. " ucap Surya pada Dela kekasihnya.
" Enggak apa - apa kok sayang kita juga baru nyampe kok baru makan sedikit " jawab Dela tersenyum pada surya.
" Kalo mau pacaran kenapa ngajak kita?" tanya Dimas ketus.
__ADS_1
" Sengaja, kali aja kalian lagi nyari cewek tuh temen gue jomblo dua - duanya " jawab Dela mempromosikan sahabatnya. Meri terlihat semangat mendengar penuturan sahabatnya. Sedang Dita hanya diam saja dan matanya tak berpaling dari ponsel yang sejak tadi dipandanginya mungkin sedang main game.
" Ga selera gue sama temen lo " balas Dimas. Dan Dita masih fokus pada ponselnya. Sedang Tirta dan Meri mulai pedekate 😃😃
Tersisalah Dita dan Dimas yang sibuk dengan dunianya masing - masing. Lalu Regi.....??? Hayoo kemana Regi kok ga ada?? 😁😁 Regi lagi jemput pacarnya di luar karna tadi ia meminta ditemani sang kekasih juga biar sama berdua - berdua.
Selesai makan empat pasangan itu memilih nonton bioskop. Bukan empat sih lebih tepatnya tiga, dua udah resmi yang satu masih tahap PDKT sedang dua orang lainnya berseteru. Entah kenapa mereka bisa sefitunya padahal cuman masalah sepele.
Setelah membeli tiket mereka pun masuk mencari tempat duduk. Sudah menemukan tempat duduk merekapun duduk berjejer dengan posisi Dela, Surya, Tirta, Meri, Sarah, Regi, Dimas dan Dita paling pojok didekat tagga.
Film yang menjadi pilihan mereka adalah film horor. Ya tau lah maksudnya cowok - cowo itu apa 😁😁 biar bisa modusin cewek - cewek gitu. Dan itu berhasil membuat tiga cewek itu histeris ketakutan dan reflek memeluk cowok yang ada di samping merekaka saat adegan penampakan hantunya muncul. Menang banyah dah cowok - cowok.
Berbeda dengan tiga cewek lainnya. Dita malah terlihat fokus memperhatikan film yang tengah mereka tonton. Tak ada sedikit raut muka takut tergambar di wajah cantik itu. Tanpa Dita sadari seseorang disampingnya memperhatikannya dengan senyum tersungging di wajah orang tersebut.
##flashback off
Sejak kepulangannya dari mall Dimas selalu tersenyum seakan ia sangat bahagia hari ini. Bagaimana tidak hari ini Dimas bisa melihat wajah cantik Dita dengan begitu dekat bahkan Dimas mampu memperhatikan dalam - dalam wajah Dita dan melihat sikap nya yang pemberani itu Dimas semakin terpesona kan Dita.
Tak bisa dipungkiri memang setiap kali bertemu mereka selalu saja bertengkar. Tapi bagi Dimas itulah cara agar mereka bisa dekat. Diantara teman - temannya tak ada satupun yang tau perihal perasaan Dimas pada Dita karna ia selalu menutupi dengan tampang dinginnya sehingga teman - temannya tak mencurigainya.
Dimas benar - benar telah jatuh pada pesona mahasiswi baru yang bernama NADIA ANINDITA WIJAYA. Sejak lama malah, yang pasti bukan sejak mereka bertemu pertama kali di puncak. Melainkan sejak kelas empat SD. Dulu selama satu tahun mereka sempat satu sekolah di Bandung. Karna waktu Dimas naik kelas empat Dita masuk sebagai anak baru di kelas tiga. Selama setahun itu Dimas pernah beberapa kali menolong Dita yang di bully teman - temannya. Selama setahun itu Dimas juga sering main kerumah Dita karna orangtua mereka telah menjadi teman baik.Dulu Dita dipanggil Nadia oleh Dimas. Namun sayang kelas lima Dimas yang akhirnya pindah ke Jakarta mengikuti pekerjaan orang tua nya.
__ADS_1