
❤❤❤❤❤
Maafin ya Autor lama baru up soalnya seminggu ini liburan dulu 😊 sambil kerja juga sih.
Makasih ya yang mau nungguin cerita selanjutnya.Semoga kalian suka ya....
Happy Reading.....
❤❤❤❤❤
Dika telah sampai dimeja Zul namun Dika masih berpaling sesekali melambai pada adiknya. Sepertinya Dika sengaja seperti itu hanya ingin melihat ekspresi lelaki di depannya. Dika melihat ada kecemburuan dimatanya namun lelaki itu mampu menyembunyikannya.
" Itu Dita adik lo kan? " tanya Zul.
"Iya, kok lo tau?" setelah menjawab pertanyaan Zul, Dika balik bertanya.
"Mana mungkin gue gak tau orang gue dosennua dia, dan gue masih mengenali adik lo kok orang wajah kalian mirip banget" ucap Zul.
" Iya lah mirip orang dia adik gue" ucap Dika terkekeh.
"Nah itu lo tau "
" Eh ngomong - ngomong lo masih ingat adik gu gak?" tanya Zul lagi.
" Dimas? gue ingat kok cuman nananya doang wajahnya gue lupa" jawab Dika sambil nyengir.
" Coba lo liat tu di antara Dita dan teman - temannya ada Dimas disana.." seru Zul menunjuk dengan dagunya.
__ADS_1
"Yang mana? "
"Itu lo yang pake jaket item"
"Hah itu? itu adik lo, kok gak mirip. Gantengan adik lo deh kayaknya" ejek Dika
" Kita memang gak mirip kata orang-orang, tapi sih kita tetap mirip orang tua kita, cuman gue mirip nyokap Dimas mirip bokap"
"hahahahaha berarti lo kaya cewek dong"
" Kurang ajar lo, enak aja ngatain gue kayak cewek"
" Oh iya, kaya nya adik lo ada perasaan deh sama adik gue. Soal nya tadi waktu Dita memperkenalkan gue raut wajahnya seperti tidak suka dengan gue. Jadi gue godain aja sekalian. Gue bilang sama adik gue ( ya udah aku kesana dulu ya sayang) dan lo tau ekspresinya makin gak suka liat gue, tapi dia hebat bisa nyembunyiin itu dari adik gue"
" Yang bener lo? besok - besok gue coba godain adik lo di depan Dimas, pengen tau gue"
Mereka pun tertawa bersama cukup nyaring hingga orang yang mereka bicarakan barusan menoleh.
" Bener juga ya Zul"
Mereka kembali tertawa renyah. Kemudian mereka melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda karena malah membahas Dimas dan Dita.
Hari ini rasanya melelahkan sekali bagi Dita. Seusai kuliah Dita langsung pulang. Dita menuju parkiran karna tadi Dika berjanji menunggunya. Dika yang melihat Dita yang sedikit berlari ke arahnya melambaikan tangan. Dika membukakan pintu mobil untuk Dita kemudian Dita masuk dan diikuti Dika.
Namun dari dalam mobil Dika terus menatap keluar dimana Dimas tengah berdiri memperhatikan tingkah mereka berdua. Dika pun tersenyum bahagia karna berhasil membuat Dimas cemburu.
" Kak ayo jalan jangan bengong aja" titah Dita.
__ADS_1
"Iya bawel.. " jawab Dika menjawil hidung adiknya.
Sesampainya dirumah Dita langsung menuju kamarnya untuk beristirahat dan tak lama Dita langsung tertidur.
Sedang di sisi lain Dimas yang sedari tadi menatap kepergian Dita dengan Dika dari kejauhan hanya bisa mengelus dada rasanya ada sesuatu yang mengganjal didadanya.
Dimas merasakan ada getaran saat ia berdekatan dengan Dita, namun saat rasa itu mulai tumbuh dan ia baru baikan dengan Dita. Dimas harus menelan kenyataan pahit karna ia mengira Dita sudah punya kekasih. Padahal kenyataannya Dika itu kakaknya Dita.
Dimas berlalu dari tempat itu langsung menuju mobil dan bergegas pulang.Sepanjang jalan bayangan Dita bersama Dika terus menghantuinya membuat Dimas mengumpat pada dirinya sendiri.
***RUMAH DIMAS***
Sekarang waktu menunjukkan pukul delapan malam waktunya untuk makan malam. Namun Dimas rasanya enggan untuk ikut makan malam bersama keluarganya, tetapi Dimas tak ingin mengecewakan mamanya karena tidak memakan makanan yang telah disiapkan sang mama.
"Lo kenapa Dim? " tanya Zul pura-pura tidak tau padahal dalam hatinya tertawa.
" Gak apa-apa kok bang " jawab Dimas.
" Gak apa-apa kok makanannya cuman dimainin aja gak di makan, kayak gak selera gitu. Kamu sakit..?? " ucap mama khawatir.
"Dimas hanya ngantuk kok ma, ya udah Dimas kekamar duluan ya" jawabnya dan berdiri laku pergi menuju kamar.
Didalam kamar Dimas langsung merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap ia memejamkan mata namun tetap tak mau tertidur. Dimas kembali teringat Dita dan Dika. Bahkan saat mengingat wanita itupun dada Dimas kembali bergetar.
Dimas mencoba mengalihkan perhatiannya dengan membuka akun sosmed. Dimas tak sengaja menemukan pistingan Dita foto bersama Dika. Rasa kepo Dimas pun mulai menyeruak. Dimas ingin tau sejauh mana hubungan Dita dengan Dika.
Cukup lama Dimas mengepoi akun sosmed Dita akhirnya Dimas menemukan titik terang. Seketika Dimas menepok jidat dan menggerutu pada dirinya sendiri karna telah salah faham. Namun ada kelegaan juga dihatinya karna ternyata mereka itu saudara.
__ADS_1
" Untung Dita gak tau perasaan gue dan gak tau kecemburuan gue yang buta ini, kalau dia tau mungkin akan menertawakan gue apalagi kalau yang tau anak-anak mereka pasti akan mengejek gue" gumam Dimas pada diri sendiri.
Dimas tersenyum dan bersemangat kembali untuk merebut hati Dita. Dimas memang telah jatuh pada pesona gadis kucing tersebut.