
Selamat Membaca Reader ❤❤❤❤❤
***
Kringgg....Kringgg....
Dimas dikagetkan oleh suara alarm. Dimas bangkit dari tidurnya namun matanya masih enggan terbuka. Dimas meraih alarm lalu mematikannya dan ia kembali merebahkan tubuhnya. Namun beberapa detik kemudian Dimas kembali bangkit dan duduk dengan mata yang tengah membulat.
"Astagaa.... gue lupa hari ini gue ada kuliah pagi" ucap Dimas seraya menepuk jidat.
Dimas beranjak dari tempat tidur dan langsung bergegas menuju kamar mandi. Selesai bersiap ia langsung turun membawa kunci mobil dan HP dan beberapa lembaran tugas yang akan ia serahkan kepada dosen.
"Sarapan dulu Dim" teriak mamanya dari dapur.
"Nanti saja mah di kantin kampus, Dimas sudah telat" saut Dimas dengan sedikit beeteriak juga.
Dimas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil dengan kecapatan yang lebih daripada biasanya. Sekitar setengah jam Dimas sampai di parkiran kampus.
***KAMPUS***
Dimas berlari cepat melewati koridor kampus, karna saking buru-burunya Dimas tak sengaja menabrak cewek yang juga sedang membawa lembaran-lembaran tugasnya dan akhirnya jatuh berserakan di lantai.
"Sory, gue buru-buru" ucap Dimas yang masih membantu cewek itu membereskan lembaran tugasnya.
"Iya gak papa kok Dim" jawab cewek itu. Seketika Dimas langsung menatap kedepan.Dimas terkejut sekaligus bahagia karna yang ditabraknya adalah Dita.
"Elo Ta, gue kira siapa"
" Iya ini gue, emangnya lo mau kemana sih buru-buru gitu sampai gak fokus jalan..?"
" Gue lagi buru-buru mau nganterin tugas dari Pak Adrian karna pagi ini gue ada kelas beliau " dengan napas ngos-ngosan Dimas menjawab.
" Oh, tapi lo tenang aja Pak Adriannya hari ini sampai seminggu kedepan gak masuk. Lagi ngambil cuti, katanya sih mau liburan bareng keluarga beliau "
"Hahhh yang bener lo...?? " tanya Dimas dan Dita hanya menjawab dengan anggukan.
" Gue udah susah-susah bangun pagi,buru-buru,gak sarapan pula" gerutu Dimas dengan rasa kaget dan kesalnya.
"Tapi untung juga sih beliau gak masuk, setidaknya gue gak harus ribet dengan tugas-tugas yang beliau berikan setiap ada jadwal mata kuliah beliau" Dimas bernafas lega.
__ADS_1
" Dasar lo nya aja yang malas " celetuk Dita. Dimas hanya terkekeh. Mereka berjalan menuju kantin tempat biasa mereka dan lima orang lainnya berkumpul.
" Lain kali lo kasih tau kalo ada dosen yang gak masuk" ucap Dimas.
" Hahaha lo kira gue asisten kampus yang setiap hari tau keberadaan dosen-dosen dan jadwal mengajarnya. Ini bukan kantor lagian kita kan beda jurusan hanya satu dua orang dosen yang sama".
"Iya juga ya, hehehe" jawab Dimas menggaruk tengkuknya dan terkekeh geli.
Karena asyik mengobrol tak terasa mereka telah sampai di area kantin. Mereka langsung masuk dan bergabung bersama lima orang lainnya. Namun kelima orang itu langsung meledek mereka karna jalan berdua ke kantin.
"Ceelah yang baru baikan udah lengket aja nih kaya perangko" ucap Meri.
"Ciee Ciee Ciee,, ada yang lagi PDKT nih kaya'nya" kata Tirta.
"Echem bentar lagi ada yang jadian nih" saut Dela.
" Hussttt, bisa diam gak sih kalian. Gue laper mau makan" kata Dimas mengalihkan pembicaraan.
"Sok ngalihin pembicaraan lo Dim" ucap Tirta.
"Abisnya kalian ribut, gue berantem sama Dita kalian minta kita baikan, saat kita baikan kalian malah mengejek" kata Dimas dengan wajah kesalnya.
"Ah elah sok kesel, padahal lo senengkan kita ejek..? Udah jujur aja gue faham kok" saut Regi.
Mereka semuapun melanjutkan makan, selesai makan mereka semua pergi ke taman karna hari ini sebenarnya yang ada kelas pagi cuman Dimas, Regi, dan Tirta sedang yang lain ada kelas siang. Namun kebetulan dosennya Fakultas Bisnis gak masuk jadi mereka semua free sekarang.
Sekitar lima belas menit berjalan kaki mereka semua sampai di taman. Mereka duduk melingkar di atas rerumputan hijau di bawah pohon yang cukup rindang tak lupa mereka membawa camilan. Mereka bercerita sambil sesekali tertawa. Terlihat sekali keakraban mereka, padahal belum setahun mereka bersahabat.
Saat matahari terlihat sangat terik mereka memutuskan untuk balik kekampus sekalian makan siang.Saat mereka asyik menyantap makan siang tiba-tiba HP Dita bergetar ada yang menelpon.
" Hallo.. mah ada apa Dita masih dikampus" katanya.
"....................."
"Apa...?" Dita kaget bukan kepalang.
"...................."
"Dita sekarang kesana"ucap Dita lalu memutus sambungan telponnya. Terlihat sekali raut wajah Dita sedih.
__ADS_1
"Siapa yang menelpon Ta? Ada masalah? " tanya Meri yang ikut khawatir melihat ekspresi Dita.
" Nyokap gue, kak Dika kecelakaan" ucap Dita. Seketika air matanya mulai menetes.
Dita langsung berlari meninggalkan sahabat-sahabatnya yang masih kaget mendengar kata Dita tentang kecelakaan Dika.
" Dita tunggu...... Gue antar"
Dita berhenti dan berbalik menatap suara itu dan mengangguk mengiyakan.
Dita berlari menuju mobil diikuti Dimas dibelakangnya. Dimas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang namun Dita yang sedari tadi menangis karna khawatir akan keadaan kakaknya meminta Dimas mempercepat laju mobilnya.
Dimas mempercepat sedikit laju mobilnya.Namun bagi Dita itu masih terlalu lambat. Dita berhenti menangis dan Dita terus berdebat dengan Dimas. Karna Dita ingin cepat sampai dan Dimas yang tidak ingin mereka celaka juga maka dari itu enggan mendengar permintaan Dita.
Akhirnya mereka sampai di sebuah taman. Dita kembali marah pada Dimas yang dianggapnya salah alamat. Dita ingin kerumah sakit kenapa malah dibawa ketaman.
Hiks.... hiks....
Dita kembali menangis tetapi bukan karena telat menemui kakaknya melainkan karena menyesali dirinya sendiri telah salah mengiyakan tawaran Dimas untuk mengantarnya menemui Dika.
Namun berbeda halnya dengan Dita Dimas malah menahan senyumnya melihat tingkah Dita. Bagi Dimas, Dita lucu saat menangis.
Tiba - tiba terdengar suara dari seseorang yang sangat Dita kenal memanggilnya. Terdengar juga suara cekikikan dari beberapa orang yang entah kenapa Dita merasa familiar juga dengan suara itu.
Dita menghentikan tangisnya dan membuka matanya, karena Dita menangisnya dalam keadaan terpejam. Seketika Dita terbelalak melihat pemandangan indah di depannya. Taman ini sungguh indah dipandang mata karna telah didekor dengan beberapa balon merah dan putih dan ia lupa akan keadaan kakaknya. Dilihatnya di sekeliling ada sahabat-sahabatnya kedua orang tuaya, kedua orang tua Dimas, dan pak Zul dosennya. Dan didepannya berdiri seseorang tanpa terlihat wajahnya membawa bucket bunga besar bertuliskan HBD Dita.
Baru Dita sadari bahwa sejak tadi ia dikerjai. Dan Dita yakin orang yang ada dibalik bucket bunga itu adalah kakaknya Dika yang jahil itu.
"Kejutaannnn.... selamat ulang tahun adikku sayang" ucap Dika setelah menampakkan wajahnya.
"KAKAKKKKKKKKKKKK" jerit Dita. Karna merasa dikerjai kakaknya itu.
.
.
.
.
__ADS_1
Makasih yang udah mau tunggu upnya. Maafin autor ya telat up soalnya sering mati lampu disini jadi jaringan gak stabil. Juga kemaren gak ada ide masih terbawa suasana liburan jadi gak fokus wkwkwk. (hah@ha curhat)
Tunggu up selanjutnya ya kakak-kakak Reader ❤❤❤❤❤