
Dimas merasa lega karena telah berhasil mengungkapkan perasaannya kepada gadis yang dicintainya sejak kecil terlebih saat perasaan itu berbalas.
Kini mereka tengah menikmati hidangan yang sudah sangat menggoda itu. Tak butuh waktu lama makanan yang tersaji itu ludes.
***RUMAH DITA***
Sungguh Dita sangat menikmati kebersamaannya dengan Dimas hari ini. Masih terasa mimpi bagi Dita kalau dia sekarang sudah jadian dengan Dimas, sahabat kecilnya.
Dita kembali melamunkan pertemuan indah mereka tadi. Namun suara HP nya membuyarkan lamunannya.
"Drrtttt Drrrttttt" Dita meraih HP nya, ada satu pesan masuk. Dita membuka lalu membacanya.
(Dimas: Hay cantik, selamat tidur jangan lupa mimpiin aku. πβ€)
Senyum Dita kembali merekah setelah membaca pesan singkat dari Dimas. Hingga tak disadari Dita sudah terlelap dengan nyenyaknya.
Keesokan Paginya.............
"Pagi mah, pah, kaka" sapa Dita dengan senyum manisnya ketika sudah di meja makan.
"Pagi juga sayang. Keliatannya anak mama ini seneng banget nih hari ini." saut mama yang lagi sibuk mengambilkan nasi untuk papanya.
"Hehehe" Dita cuman cengengesan.
"Iya deh tau yang kemaren jalan sama sahabatnya yang kira-kira bakal jadi pacar nih" kata Dika menggoda adiknya karna ia tidak tau kalau sebenarnya adiknya sudah jadian sama Dimas.
"Ih apaan sih kaka nih.Kalo ngiri bilang aja. " celetuk Dita.
"Kaka gak tau aja kalo aku udah jadian sama Dimas, ah biarin aja gak usah kasih tau dulu sama kaka apalagi papa dan mama." Gumam Dita dalam Hati.
Setelah selesai sarapan mereka semua pergi meninggalkan rumah, Dika kekantor karena papa dan mamanya akan ke apartemen Delia sekalian membujuknya lagi mungkin sekarang ia mau tinggal dirumah. Sedangkan Dita kekampus.
***RUMAH DIMAS***
Tak jauh berbeda dengan Dita semalam pun Dimas merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Hingga ia tidur begitu nyenyaknya dan paginya kesiangan dan hampir telat kekampus.
"Mah, pah, Dimas berangkat kekampus dulu ya" ucapnya.
"Ngga sarapan dulu Dim? " tanya bang Zul.
"Ngga bang gue hampir telat nih" Dimas melirik jam tangan yang melingkar dipergelangannya.
__ADS_1
"Lo telat juga gak apa-apa" kata bang Zul
"Iya sih gak apa-apa tapi pada akhirnya gak lo bolehin gue masuk kelaskan?" gerutu Dimas yang langsung disambut tawa dari Zul.
"Puas kan lo??" Tukas Dimas dan berlalu pergi setelah lebih dulu pamit kepada orang tuanya. Sementara Zul masih tertawa ditempatnya.
Sedangkan mama dan papanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anak mereka.
***KAMPUS***
Dita berjalan dengan raut wajah bahagia. Sepertinya ia belum bisa move on dari perlakuan manis yang diberikan Dimas kemaren malam. Tiba-tiba ada yang berteriak memanggil Dita.
"Anindita.... " Teriak seseorang di ujung sana sambil melambaikan satu tangannya ke udara.
"Dela..." Dita pun juga membalas melambaikan tangan ke udara dan berdiri ditempatnya menunggu Dela.
"Huh huh, capek ngos-ngosan gue ta." Keluh Dela.
"Emang siapa yang suruh lo lari?" sungut Dita.
"Gak ada sih." Jawab Dela sambil nyengir.
"Itu sih lo namanya nyiksa diri sendiri, udah ayo jalan" ajak Dita.
Sementara tak jauh dari Dita dan Dela berdiri tadi ada Dimas yang memperhatikannya dari jauh. Dimas tersenyum melihat kekasihnya yang tampak bahagia.
Tak terasa kini mereka semua telah selesai dengan kelas masing-masing. Kini mereka tengah berkumpul dikantin. Mereka berbincang-bincang ringan. Dan mereka tentunya lagi minta PJ sama pasangan baru yang kemaren baru saja jadian. Ditengah perbincangan, Dimas bicara ingin mengajukan cuti beberapa hari.
"Gue ingin cuti dulu nih beberapa hari" Ucap Dimas.
"Mau kemana emangnya? " Tanya Dita.
"Ciee yang abis jadian takut ditinggalin." Celetuk Meri hingga membuat yang lain tertawa.
"Lo tenang aja sih, kaya pengantin baru aja lo takut ditinggalin." Lanjut Meri mereka semua kembali tertawa.
"Puas lo ngejek gue? Gak gue bayarin pada tau rasa lo." Sungut Dita dengan muka sebelnya.
"Ehh jangan gitu dong." Saut Tirta
"Abisnya lo pada nyebelin." Kata Dita.
__ADS_1
"Ya udah sorry." Kata Meri.
Menyaksikan perdebatan mereka Dimas hanya tersenyum.
"Eh iya, alasan lo untuk cuti apa bro?" Tanya Regi kembali ke topik utama.
"Gue di minta ayah ke Bandung buat ngecak perkebunan strobery." ucap Dimas.
"Wah seru tuh kayanya kalau kita ikutan, itukan tempat pertama kalian bertemu" Dela melirik Dimas dan Dita.
"Oh iya Del, gue ingat dari situlah mereka jadi kaya kucing dan tikus, tapi sekarang udah jadian aja. Enggak nyangka juga gue kalo mereka sahabat sejak kecil." Jelas Meri.
" Nanti kalo kita libur kuliah, gue ajak kalian kesana. " Ucap Dimas yang disambut antusias oleh semuanya.
Merasa cukup puas mengobrol dan perut juga sudah kenyang lebih tepatnya kekenyangan karena hari ini dapat traktiran dari pasangan baru jadinya mereka makannya kalap.Mereka semua akhirnya pulang. Pulang ini Dita diantar Dimas.
" Kamu memangnya harus bangrt ya ke luar kota Dim? " Dita bertanya ketika mereka sudah didalam mobil dan keluar dari area kampus.
" Iya, aku memang harus kesana. Kamu engga apa-apa kan aku tinggal?"
" Sebenarnya aku masih ingin kamu temenin aku disini." Dita mencoba jujur.
" Sudah mulai manja nih baru juga jadian, mmm gemezzz" Dimas mengusap kepala Dita dengan lembut.
"Ih kamu apaan sih, memangnya aku salah manja sama pacar aku sendiri..? " Dita balik bertanya.
" Cie ngaku pacar cie " Dimas terus menggoda Dita. Hingga Dita merasa kesal dan membuang muka kearah samping. Sedangkan Dimas terus tertawa bagi Dimas sikap Dita seperti itu bikin gemas.
.
.
.
.
β€β€β€β€β€
Makasih ya, bagi yang udah mau baca ceritaku. Semoga sukaπππ.
Maaf ya kalo upnya lama harap maklum.
__ADS_1
Jangan bosan menunggu lanjutannya dan jangan lupa kasih like dan komen serta jadikan favorit.
aku sayang kalianππππ