
Tak terasa akhirnya Dimas sampai ke jalan yang didekatnya ada rumah pohon. Dimas tersenyum mengingat pertemuannya pertamanya dengan Dita ditempat itu.
"Andai kamu ada disini, pasti aku tidak akan merasa kesepian. " Gumam Dimas.
"Sini aku temani. " Seseorang menyahut dari belakang. Dimas pun menoleh kebelakang.
" RENITA" Ucap Dimas kaget melihat Rere ada disini.
"Gak usah kaget gitu juga kali." Ucap Rere. Dimas pun tersenyum.
"Apa kabar lo,lama gak temu?" Tanya Rere.
"Gue baik.Elo sendiri..?"
"Alhamdulillah gue jua baik."
"Beneran nih baik,tapi kok kayaknya galau gitu ya..?" Rere mencoba mencari tau.
"Ah gak kok cuman rindu sama pacar gue aja." Ucap Dimas.Yang hanya dijawab anggukan oleh Rere.
"Lo ngapain disini..?" Tanya Rere.
"Gue lagi ngecek perkebunan disini.Lo sendiri ngapain?" Dimas balik bertanya.
"Oh, kalau gue disini lagi jalan-jalan aja." Jawab Rere.
Mereka terus berbincang-bincang sambil berjalan. Tak terasa sudah pukul tiga sore.Dimas pamin pulang pada Rere.
"Sudah sore nih,gue duluan ya Re." Ucap Dimas sesaat setelah ia melihat jam yang melingkat dipergelangannya.
"Yah, padahal gue masih kangen." Ucap Rere.
"Hah apa...?" Dimas pura-pura tidak mendengar.
"Eh anu itu..maksud gue gue masih ingin ngobrol sama lo. Kita kan lama gak ketemu." Ucap Rere.
"Oh, ya sudah gue duluan." Ucap Dimas tak menghiraukan perkataan Rere.
"Oke kali ini lo boleh lepas Dim tapi tidak untuk hari-hari berikutnya. " Ucap Rere
__ADS_1
sambil menatap punggung Dimas yang mulai menjauh.
***VILA***
Sepulang dari perkebunan dan jalan-jalan Dimas langsung mengambil HP nya yang tertinggal di Vila lalu ia menekan salah satu nomor yang ada di kontaknya.
"Tuuuutttttt Tuuuuuutttt Tuuuuuutttt"
"Halo"
"Hai sayang maaf ya baru telpon sekarang soalnya tadi pas nyampe langsung keperkebunaan dan HP aku ktinggalan di Vila rasanya capek kalau harus balik ke Villa.Setelah dari perkebunan aku jalan-jalan sebentar menghirup udara pegunungan tapi sayangnya aku jalannya gak sam kamu gak asyik aku kesepian." Dimas menjelaskan apa yang ia lakukan di Puncak takut Dita marah.
"Hmmmm iya aku ngerti kok." Jawab Dita.
"Makasih ya atas pengertiannya, tapi kok jawabnya gitu kamu marah ya sama aku..? "
"Enggak kok, aku cuman lagi kesel aj nonton sinetron." Dita memutupi perasaannya.
"Hahaha dasar kamu ya, suka banget sama sinetron. Ya udah lanjutin gih nontonnya aku mau mandi dulu."
TUUTTTT sambun sambungan telpon mereka terputus.
Dita termenung setelah menutup telpon dari Dimas. Dita sebenarnya tau apa saja yang Dimas lakukan hari ini karena Dita pergi sehari sebelumnya dan dia tak memberitahu Dimas karena ingin memberinya kejutan.
Tapi rasanya hati Dita sakit saat melihat Dimas tengah mengobrol dengan seorang wanita dan saat ditanya Dimas tak menceritakan seluruh kegiatannya hari ini terlebih Dimas tak memberitahu pertemuannya dengan gadis itu.
Dita terus termenung dan larut dalam fikirannya hingga suara ketukan pintu mengagetkannya.
Tok Tok Tok
"Non ini bi Ati, ini non jus mangganya sudah siap. " Ucap wanita paruh baya itu setelah Dita membukakan pintu kamarnya.
"Makasih bi. " Ucap Dita tersenyum tipis setelah mengambil gelas berisi jus mangga itu.Dan kembali masuk kekamarnya tak lupa menutup pintunya kembali.
Dita berjalan ke arah balkon serta membawa jus yang baru saja diberikan penjaga villa keluarganya itu kemudian Dita mendudukkan diri pada kursi yang ada dibalkon itu menikmati suasana sore agar merasa rileks.
"Mengapa Dimas tidak menceritakan pertemuannya dengan gadis itu...? Apakah kepergian Dimas kemari hanya alasan untuk bertemu dengan gadis itu? Apa Dimas sudah tidak mencintaiku lagi.?" Dan masih banyak lagi pertanyaan dibenak Dita mengenai Dimas dan gadis itu.
Dita semakin khawatir karena ia tau betul siapa gadis itu. Dia adalah Rere seseorang yang menjadi rivalnya sejak masih sekolah. Dan Rere sangat terobsesi merebut semua yang Dita miliki terutama kekasihnya.
__ADS_1
--–flasback---
Saat ini Dita tengah bercengkrama bersama sahabatnya Jovita dan Firda di pinggir lapangan basket. Beberapa saat kemudian datanglah Farel menghampiri mereka. Farel adalah kekasih Dita saat itu dan juga Farel itu kapten tim basket sekolah mereka hingga Farel menjadi idola kaum hawa disekolahnya termasuk Rere.Namun Farel lebih memilih melabuhkan hatinya pada Dita.
Selain Vila keluarga Dimas, Dita juga punya Vila keluarga disana yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan milik keluarga Dimas.
***VILA DIMAS***
"Aku merindukanmu sayang" Gumam Dimas menatap foto Dita dari layar ponselnya.
Dimas: "Hai sayang lagi apa? Aku rindu." isi pesan Dimas.
Dita: "Lagi santai. Ah masaa?"
Dimas: "Aku beneran kangen sama kamu."
Dita: "Hmmmm."
Dimas : "Kamu kenapa... Kok jawabnya gitu?"
Dita: "Engga kenapa-kenapa kok."
Dimas: " Engga kenapa-kenapa kok jawabnya ketus...?"
Dita : "Itu hanya perasaan kamu aja."
Dimas: "Ya udah... maafin aku ya kalau aku ada salah. Tapi plis jangan cuek gini. Kalau kamu marah bicaralah biar aku tau salahku."
Dita:"Hmmmm, sudah ya aku capek mau istirahat."
Dimas:"Ya sudah istirahatlah aku tak akan mengganggumu. Jaga dirimu baik-baik selagi aku tak disampingmu. Selamat istirahat sayang I LOVE U."
Dimas bingung mengapa sikap Dita berubah.Dimas merasa tak punya salah tapi mengapa Dita seperti marah kepadanya. Dimas mengusap kepalanya kasar.
"Mungkinkah Dita kesepian karna tak ada alu lalu Dita berpaling dariku. " Gumamnya dalam hati.
"Tidak Tidak Tidak..... Dita orang yang setia mana mungkin berpaling dariku. Lagi pula aku kan baru sehari disini. Sangat tidak mungkin Dita berpaling dan mencari penggantiku." Fikiran Dimas bertanya-tanya akan sikap kekasihnya itu.
"Apa salahku Ditaaaa.....????" Ucapnya frustasi.
__ADS_1