
Orang tua Dita dan Orang tua Dimas menceritakan semuanya. Terutama tentang Renata yang membuat Dita salah paham terhadap Dimas.
Ternyata dulu Renata itu adalah kekasih Zul namun Zul terlalu sibuk dengan kuliahnya juga pekerjaannya sehingga membuat Renata merasa kesepian hingga akhirnya Renata bertemu Dimas ditaman dekat kampus Dimas dan Zul.
#flashback
Kala itu Dimas melihat Renata tengah duduk sendiri dibangku taman namun guratan diwajahnya menandakan kesedihan, kerinduan mungkin juga kesepian. Dimas pun mencoba mendekatinya.
"Maaf boleh gue duduk disini...?" Tanya Dimas.
"Silahkan." Jawab Renata mencoba tersenyum pada Dimas.
"Maaf jika gue mengganggu.Kenalin nama gue Dimas." Dimas mengulurkan tangannya.
"Renata."Renata menyambut uluran tangan Dimas.
Sejak saat itu mereka jadi sering bertemu dan setiap hari selalu telpon atau chat tidak penah absen. Semakin lama mereka semakin Dekat hingga Dimas memberanikan Diri menyatakan perasaannya pada Renata.
"Renata." Ucap Dimas
"Iya." jawab Renata.
"Aku ingin mengatakan sesuatu." kata Dimas.
"Apa...?" Tanya Renata penasaran.
"Aku bingung memulainya." Ucap Dimas lagi.
"Katakanlah jangan membuatku penasaran."
"Baiklah.." Dimas membuang napas kasar.
"Kamu ma gak jadi pacar aku. ?" Tanya Dimas yang kini sudah menggenggam. tangan Renata.
Renata diam tengah berfikir, namun akhirnya ia menerima Dimas meskipun kini ia masih kekasih Zul. Dan Dimas tidak tau itu.
"Iya aku mau." jawab Renata.
"Yes.. Terimakasih sayang." ucap Dimas tersenyum bahagia seraya mengecup punggung tangan Renata.
(Maafkan aku Dim aku menjadikanmu yang ke dua. Tapi aku janji akan tinggalkan Zul untukmu. Aku merasa lebih nyaman bersamamu) Gumam Renata dalam hati.Renata pun tidak tau jika Zul dan Dimas itu kaka beradik.
Dan sejak mereka jadian Renata jadi berubah kepada Zul. Zul yang menyadari perubahan sikap Renata berniat meminta maaf karna Zul menyangka Renata berubah karena dirinya kurang perhatian. Memang benar sih adanya, tapi Renata pun salah karena telah selingkuh.
Zul sengaja datang kekampus Renata dengan membawa sebucket bunga mawar merah kesukaan Renata. Zul turun dari mobilnya yang diparkir didepan kampus Renata.
__ADS_1
Dari kejauhan terlihat Renata keluar dengn senyum yang mengembang.Membuat Zul terpukau dan merasa bahagia karen sudah lama ia tak melihat senyum itu. Zul yang berdiri tak jauh dari mobilnyaitu pun tersenyum menyambut kedatangan Renata.
Namun seketika senyum bahagia itu pudar karna Renata tidak berjalan kearahnya melainkan berbelok kearah kanan. Zul terus menatap Renata mencari tau keman kakinya itu melangkah.
Disatu sisi Dimas berdiri menunggu kedatangan Renata yang berjalan kearahnya dengan senyuman manisnya.
"Hai sayang... gimana kuliahnya hari ini lancar....?" Tanya Dimas.
"Lancar dong."Jawab Renata.
"Sekarang mau kemana.?"
"Bukankah kemaren kamu ngajakin makan di iga bakar." Ucap Renata mengingatkan.
"Oh iya ya, aku lupa. Ya udah ayo." Ajak. Dimas.
BUG
Tiba-tiba ada yang memukul Dimas dari samping.
"BANG ZUL" Ucap Dimas kaget dan gak tau maksud abangnya mukul dia.
"ZUL" Ucap Renata yang lebih kaget.
"Kenapa kalian kaget...?" Tanya Zul.
"Abang....? " Tanya Renata meredakan ketegangan yang terjadi.
"Iya, ini abang Zul kaka ku." Ucap Dimas membuat Renata terlonjak kaget.
"Oh iya, bang udah deh ya kita gak usah ribut malu bang diliatin banyak orang. Ini Renata bang pacar gue." Ucap Dimas menjelaskan.
"Ooooo jadi lo pacar Dimas..? Gak nyangka gue lo jadi cewek murahan banget." Kata Zul membubuat Dimas naik pitam.
BUG
Kali ini Dimas yang memberikan pukulan pada kakanya itu.
"Jangan sebut Rere murahan bang, jaga mulut lo."
"Lo minta gue jaga mulut gue...? gak salah...?" ucap Zul.
"Harusnya lo minta ini perempuan jaga harga dirinya jangan jadi murahan." Lanjut Zul lagi.
"Emang lo tau apa sebut dia murahan..? kalo lo gak tau apa- apa mending diam deh bang." Pinta Dimas
__ADS_1
Semua orang yang menonton perkelahian kaka beradik itu pun penasaran bagaimana kelanjutannya.
"Cih, adik gue udah berani ya sama gue haya gara-gara perempuan."
"Maaf aku gak maksud.... " Belum selesai Renata bicara langsung disambar Zul.
" Gak maksud...? kalo gak maksud kenapa pacarin adik gue..? gue tau gue salah karna gak perhatian tapi itu semua gue lakuin untuk masa depan kita gue kerja keras gue nabung untuk beli rumah masa depan kita. Tapi nyatanya orang yang gue perjuangin tidak perah menghargai keringat gue." Zul meluapkan emosinya dan menatap tajam Renata.
"Maksudnya apa...?" Tanya Dimas yang masih belum memahami masalah sesungguhnya.
"Lo beneran gak tau atau pura-pura gak tau hah...? Sekarang gue beri tau. Renata ini PACAR GUE." Ucap Zul dengan tegas.
"Apa Pacar....? Gak mungkin." Dimas kaget.
"Apa benar lo pacar abang gue...?" Tanya Dimas pad Renata, namun Renata hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan Dimas.
"Gue tanya apa benar lo pacaran sama abang gue..?"Dimas kembali bertanya namun sudah dengan emosi.
"Ii... ii... iya" Jawab Renata terbata.
"Jadi lo bohong selama ini...? Gak nyangka gue lo tega permainkan hati laki-laki terlebih mereka yang lo mainin kaka beradik." Dimas nampak sangat kecewa.
"Maaf gue gak maksud.Gue juga gak tau kalo kalian saudara" Renata mencoba membela diri.
"Andaipun gue dan Dimas bukan kaka beradik gak sepantasnya juga lo mainin. Laki-laki juga punya hati Re."Ucap Zul.
"Mulai sekarang kita PUTUS." Dimas menegaskan.
"Tapi Dim.. "Renata mencob mencegah Dimas.
"Gue lebih baik kehilangan kekasih daripada kehilangan saudara. Apalagi kekasihnya kaya lo." Tukas Dimas dan berlalu pergi.
"Lo denger sendirikan apa yang dikatakan adik gue barusan." Ucap Zul.
"Maaf Zul, maafin gue. Gue janji gak bakal selingkuh lagi."Rere memohon.
"Tetapi maaf juga gue sudah tak bisa lagi bersama lo.Gue harap lo berubah dan bisa temukan cinta sejati lo." Ucap Zul dan juga brlalu pergi meninggalkan Renita yang masih mematung ditempat.
"huuuuuu" Sorakan dari mahasiswa lain yang sejak tadi menonton perdebatan mereka lalu mereka pun membubarkan diri.
#flashbakc off
.
.
__ADS_1
.
Maaf ya jika masih banyak Typo. Terimakasih juga sudah mau membaca novel ini.