
Setelah selesai acara perpisahan Dita dan keluarganya pulang kerumah.Begitu juga dengan Dela dan Meri tapi kali ini mereka tidak ikut pulang kerumah Dita melainkan kerumah mereka masing - masing.
Kebahagiaan terpancar dari keluarga Wijaya. Bagaimana tidak bahagia kalo putri mereka menjadi lulusan terbaik di sekolahnya. Keluarga Wijaya memang terkenal tajir dan pintar juga pekerja keras, jadi tidak heran jika mereka menjadi seperti sekarang ini. Mempunyai prusahaan properti yang sekarang dipegang Delia, hotel dan resort dipegang Dika dan Restoran milik Dita, dan masih bnyak lagi cabangnya tersebardi beberapa kota di Indonesia seperti di Bandung,Surabaya,dan Bali.
Hari ini tiba saatnya Dita harus mendaftarkan diri di Universitas pilihannya. Meskipun melalui perdebatan cukup panjang dengan papanya yang menginginkan Dita kuliah di jurusan bisnis agar bisa lebih mengembangkan restonya atau kalau Dita tak mau bisnis harusnya Dita ambil jurusan chef di luar negri. Tetapi Dita tidak mau menuruti keinginan papanya yang Dita rasa bertolak belakang dengan fasionnya, Dita sendiri memilih jurusan musik. Karena Dita rasa musik bukan sekedar hobi tetapi juga fasion. Dan pada akhirnya memang ada yang harus mengalah.
" Baik lah papa izinkan kamu ambil kuliahmu sesuai minatmu. Tetapi kamu harus bisa buktikan kepada kami terutama papa bahwa keputusanmu benar dan tidak akan kamu sesali nantinya ". Jelas papa Damar seraya mengelus lembut kepala purtinya itu.
Dita yang sedang menunduk guna menahan rasa sedihnya pun mendongak dan menatap lekat peia paruh baya itu seakan tak percaya.
"Benarkah....? " Dita mencoba bertanya pada papanya.
" iya benar, demi anak papa " jawab papa Damar. Dita pun memelukayahnya mengucapkan terimakasih yang juga diangguki sang papa.
Namun wajah Damar yang tadi tersenyumbahagia untuk putrinya mulai memudar karna teringat akan putrinya yang lain.
" Karna papa tidak mau ditinggal putri papa untuk yang kedua kalinya " gumam Damar pelan namun masih bisa didengar oleh telinga Dita. Namun Dita enggan membahasnya.
Hari yang ditunggu - tunggu Dita telah tiba. Bukan hanya Dita dan sahabatnya yang antusias tetapi mungkin juga calon maba lainnya. Dita dan kedua sahabatnya kuliah di kampus yang sama tetapi beda fakutas.
Dengan memakai atribut lengkap ala Ospek Dita berangkat di antar ka Dika. Sedang Dela sudah tiba lebih dulu, namun Meri belum menampakkan batang hidungnya. Sekian lama mereka menunggu dan lima menit lagi upacara pembukaan ospek akan dimulai tetapi Meri belum juga datang.
"Tunggu pak ". Ucap Meri yang baru saja sampai di depan gerbang yang sebentar lagi tertutup rapat.
" untung neng belum saya tutup telat semenit sudah saya tutup gerbangnya" saut pak satpam yang tidak Meri ketahui namanya itu.
__ADS_1
Tak jauh dari pagar terlihat dua gadis cantik berdiri dan melambaikan tangan ke arah Meri yang sedari tadi celingak - celinguk.
" Hampirr aja lo telat Mer, gue udah deg - deg an nunggu lo takut lo kenapa kenapa " ucap Dita lalu melirik jam tangan yang menempel di lengan sebelah kirinya.
" Ayo cepat tiga menit lagi upacara dimulai ".
Mereka bertiga berlari ke arah kerumunan orang yang mulai mengatur barisan dan berbaur dengan kerumunan orang tersebut.
Selesai upacara para maba itu berkumpul di aula kampus. Para senior satu persatu memperkenalkan diri di depan maba tak lupa aktivis BEM juga memperkenalkan diri. Dan diantara senior itu ada sesosok laki - laki berperawakan tinggi dan atletis juga wajah yang rupawan ia adalah DIMAS HADI KUSUMA namun Dita, Dela dan Meri tidak mengenalinya, mungkin karena mereka sudah lupa atau mungkin lelah sehingga tidak fokus. Sedang mahasiswi lain malah terpesona akan Dimas.
Hari pertama ospek berjalan dengan lancar tak ada kendala berarti.Hanya para ssnior menegaskan peraturan yang tidak boleh dilanggar senior maupun junior, tetapi jika junior melanggar mereka harus dihukum sedang jika senior melanggar junior harus ingat satu hal bahwa SENIOR SELALU BENAR.
Hari kedua ospek, para maba dikerjai oleh seniornya, dikasih tugas - tugas yang aneh - aneh seperti dirsuruh menirukan suara kodok, bebek, ayam, joget - joget gak jelas dan masih banyak lagi. Tetapi lebih aneh lagi para junior nurut aja sama senior kaya kerbau yang di cocok hidungnya. Ya apa lagi yang bisa junior lakukan selain menuruti kata senior karna ya biar tak ada gunanya yang dikatakan senior tetap saja senior itu tak pernah salah.
Akhirnya setelah melewati serangkaian kegiatan ospek hari ini terakhir dan membuat para maba sedikit lega karna siksaan akan segra berakhir. Namun rasa cemas masih menyelimuti karna bisa saja hari terakhir siksaannya makin sadis. Meskipun bukan dipukul badan hanya tersiksa batin. Tapi tetap saja badan juga kena imbasnya ikut terasa remuk karna kegiatannya terlalu padat.
" Sama gue juga capek, tapi gue masih punya semangat karna seniornya ganteng - ganteng " ucap Meri tersenyem lebar.
" Itu mah dasar elo nya aja kegatelan " saut Dita. " Ya mending Dela tuh punya pacar daripada elo jomblo yang bucin, doain deh lo dapat senior yang lo kata ganteng itu" lanjut Dita.
" Ni orang ngomong ga nyadar diri ya ngatain orang sembarangan, situ apa kabar, ha? "
" Gue mah beda, karna memang gue yang enggak mau pacaran dulu, kalo elo kan suka sama cowok tapi tak pernah nyangkut sekalinya dapat yang hanya manfaatin lo doang kan" ejek Dita terkekeh, Dela pun ikut menertawakan. Sedang Meri hanya mendengus kesal.
" Awas aja ya kalian klo entar gue dapat laki - laki yang tampan, tajir dan baik hati ". Gumam Meri kemudian.
__ADS_1
" Hey kalian bertiga masih mau mengobrol dan kena hukuman atau masuk kedalam " sontak suara besar namun ketus itu mengagetkan ketiga remaja itu. Mereka menoleh ke asal suara.
" Aaaaaa " pekik Meri membuat kedua sahabatnya berbalik melihatnya.
" Kenapa Mer?? " tanya Dita. Namun Meri tak menjawab namun berjalan kearah cowok yang menegurnya tadi.
" kak gue Meri " seraya mengulurkan tangannya ingin berkenalan. Namun laki - laki itu tetap dengan ekspresi datarnya.
Sejenak Meri berpikir. " Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya " gumam Meri.
" saya hutung sampai sepuluh Satu, dua, tiga em... ". Belum sempat senior itu berucap tiga remaja itu ngacir masuk kedalam aula.
.
.
.
.
.
.
Makasih ya kalian sudah membaca karyaku ❤❤❤❤❤
__ADS_1
Happy reading..... jangan lupa like dan komennya ya, beri saran juga. 😊😊😊