KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU

KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU
KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU BAB 1 by widi nugriati


__ADS_3

Malam ini langit cerah bintang bertaburan di langit ku lirik jam di hp masih jam 7.10 ,masih terlalu sore untuk nongkrong bersama teman -temanku ,ku buka tudung saji hanya ada sayur sawi dan beberapa potong tempe ,aku tak berselera ku tutup kembali tudung saji dan masuk ke kamarku


"erin ada yang manggil tuh !" seru mama


"ya tunggu sebentar"sambil merapikan bedak di wajahku .


malam ini memang malam minggu biasanya teman nongkrong ku di cafe lebih banyak dari hari biasa .


kupakai baju seksi dan agak terbuka juga make up yang lumayan tebal. sambil setengah berlari ku kenakan jaket levis


andalanku,sampai di teras kulihat joki siap dengan motornya.


"ayo berangkat coy"teriak joki bersemangat


joki adalah temanku nama aslinya joko dia sama sepertiku putus sekolah selalu hura hura dan keluar malam ,sebenarnya aku tau itu bukan hal baik tapi bodoh amat yang penting aku senang dan bisa menikmati hidup ini.


motor terus melaju dengan kencang hingga


tak butuh lama kami sampai di cafe donna


di sana sudah ada riny ,atiek ,bony ,surya dan beberapa orang asing yang tak ku kenal.


"hay ,erin kesini"seru atiek melambaikan tangannya.


"wah ada pesta nih nggak seperti biasa!"


"lu makan minum apa aja gua yang bayarin seru surya"


"tumben lu menang judi on line ya!"


"nggak gue panen singkong"


"oke kebetulan gue belum makan"


mumpung gratis gue pesan 1porsi ayam bakar plus minuman es kopi ,tak lama makanan yang ku pesan terhidang di meja .tanpa basa basi ku habiskan makanan itu,selesai makan atiek menarik aku ke sudut cafe di sana ada 2 laki laki yaitu bony dan seorang pria kekar yang belum kukenal


"nih temen bony namanya eko asmoro walaupun agak hitam tapi manis dan dompetnya agak tebal kalo lagi gajian lho" ,seru atik sambil cekikikan.


"kamu bisa aja tik"


"erin "ku sebutkan namaku pada lelaki itu sambil berjabat tangan."memang namanya begitu mas ?" tanyaku basa -basi"


"ya orang tua yang kasih nama begitu"


begitulah kami ngobrol ke sana kemari


dan rasanya seperti sudah lama saling mengenal dan dia memuji tubuhku yang seksi.


sebenarnya kalo jujur wajahku tak terlalu cantik sih cuma body ku bohay bagaian dada besar menarik bagi semua laki laki yang melihatku,aku pun kerap memakai pakaian seksi yang memperlihatkan bodi ku ,tak apalah memperlihatkan keindahan tubuh toh aku masih muda dan tak ada yang melarang.


lampu cafe memang tak begitu terang tapi aku bisa melihat mas eko dari tadi memperhatikanku ,ku perhatikan dia lumayan juga tubuhnya kekar kumis tipis rambut cepak ,usianya mungkin di atas 25 tahun.

__ADS_1


semakin lama ia menggeser tubuhnya mendekatiku ,tangannya mulai berani memegang pinggang dan pahaku, aku berusaha menghindar .


"erin tolong ambilkan minum itu."


"yang ini mas,nanti mabuk lho"


"aku sudah biasa"


"hay erin ke depan yuk ada yang aku pingin omongin!"


"oke ke depan dulu ya mas "


riny dan erin duduk di tangga cafe yang di hiasi warna warni lampu .


"eh tadi siang aku ketemu nina katanya mau keluar negri "


"masa sih ,tiga hari yang lalu dia nggak cerita apa -apa sama aku"


"katanya mau cari duit gede di taiwan"


"ah mau jadi babu aja kok jauh amat"


"bukan jadi babu tapi ngurus orang jompo"


"sama aja riny" seruku ,mending di sini aja


seneng -seneng sambil cari cowok tajir dan uangnya mengalir".


"eh erin sebenernya kamu pacarannya sama siapa sih andi apa aris lha ini tadi malah udah dapet gebetan baru"


"suka-suka gue dong riny si andi lagi ke jawa si aris lagi berladang sama bokap jadi boleh dong sementara senang -senang dengan yang lain".


"emang yang tadi tuh siapa?"


"namanya mas eko temen bony ,lumayan kan wajahnya manis dan badannya kekar pasti dia kuat dan perkasa"


"erin di otakmu cuma itu yang ada"


"biarin ,kamu ganggu aja ,tadi udah hampir pemanasan kamu dateng huh"


"oke kamu lanjutin lagi tapi hati hati ya!"


rini berjalan meninggalkan diriku.


aku kembali masuk cafe kulihat mas eko sudah tidak ada lagi di tempatnya kulihat jam sudah jam sepuluh lewat ah aku mau pulang saja batinku.


"hey ayo pulang seru joki"


"tunggu lu liat mas eko yang tadi ngobrol sama aku ?"


"nggak,eko siapa lagi lu punya gebetan baru?malah masih celingukan ayo buruan ntar mak lu marah lagi "

__ADS_1


"oke gue naik dasar nggak sabaran joko"


aku bergegas naik motor joki dan sampai di teras papa menegurku"


"dari mana kamu erin ini jam berapa?"


"main tempat rini pa!" jawabku bohong.


"masuk,lain kali lihat waktu kelayapan malam malam."


sampai di kamar ku buka ponselku ternyata ada pesan dari mas eko yang sebelumnya memberi nomor ponselnya.


"malam erin seksi maaf tadi ada urusan ,bisakah besok ketemuan ?"


lalu aku membalas " bisa".


***


Pagi ini aku bangun kesiangan , secepat kilat aku mandi dan bergegas ke warung sembako tempat mama dan aku biasa mencari rezeki , memang sejak aku putus sekolah karena sering bolos dan pacaran aku di perintah papa untuk membantu mama mengurus warung sembako yang berada di perempatan jalan lima ratus meter dari rumahku.


"erin ini catatan belanjaku pulang nanti ku ambil ya!"


"oke nanti ku siapkan bang"


"erin .....erin.....panggil mama


"apa ma"


"layani dulu ibu ini mama mau ke belakang"


mama kebelakang warung yang berdiri bangunan tua rumah peninggalan nenek yang di tempati kak ira sepupuku tetapi kak ira sedang pulang kampung karena melahirkan.


Setelah melayani pembeli ku buka wa dari mas eko "aku jemput di pertigaan masjid "


"oke"


"ma mumpung warung sepi aku ke tempat rini sebentar ya"


"ya jangan lama"


aku melangkah cepat menuju pertigaan masjid di sana mas eko menungguku dengan mobil pick up putih.


"erin kita mau makan dimana"


"terserah mas "


"di sini aja ya "mobil berhenti di rumah makan besar .


"kita di pondok -pondok situ yah"sambil tangan nya merangkul pundak milikku.


"oke"setelah memesan makanan kita ngobrol

__ADS_1


ternyata dia punya bisnis kayu ,wah lumayan bisik ku dalam hati .setelah makan mas eko mulai menggodaku dengan kata kata manis dan rayuan gombalnya .alhasil aku terbuai sebentar kemudian sudah berada di pelukan mas eko bahkan dengan berani dia mencumbu ku di dalam pondok rumah makan yang berukuran 2×3 dan sekeliling pondok ditumbuhi pohon rindang


__ADS_2