KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU

KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU
KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU BAB 9 BY WIDI NUGRIATI


__ADS_3

pagi itu erin tampak tidak bersemangat ,bagaimana tidak uang belanja yang di berikan wanto tak cukup untuk makan walaupun sudah irit ,selesai membuatkan kopi wanto susi duduk di sebelah wanto yang sedang memakai sepatu untuk berangkat kerja.


"mas ini kopi terakhir uang belanja sudah menipis"


"aku juga bingung"


"kalo bisa kamu cari pekerjaan lain mas?"


"ada sih yang tawari aku pekerjaan jasa antar paket gajinya lumayan tapi nggak punya motor yang sehat soalnya jarak barang yang diantar cukup kumayan jauh dan harus cepat,sedangkan motorku ini sudah tua dan sering rewel"


"sebenarnya ini kesempatan mas!"


"yah mau apa lagi kalo ada yang bisa kita jual kita jual"


memang benar kata wanto di saat seperti ini sangat mendesak apapun yang bisa kita jadikan uang kita jual.


"sudahlah aku kerja dulu ,semoga dapat rejeki banyak hari ini."


"wanto pergi dengan motor tuanya "


erin mengambil beras di kresek merah yang berada di pojok ruangan ,dibukanya kresek lalu dia takar dua gelas plastik bekas air mineral , sisa beras mungkin hanya cukup untuk besok saja selanjutnya dia tak tau karena uang di tangannya tinggal lima belas ribu,kemudian dia bergegas memasak nasi dengan magic com sambil menunggu nasi matang erin berjalan ke warung teh nyai yang menjual lauk dan sayur matang ,sampai di warung itu erin tertegun melihat wanita muda cantik sedang membeli lauk di warung teh nyai.

__ADS_1


"sayurnya apa mbak mia?"


"saya mau tumis jagung muda dan kikil lauknya ikan mas goreng 2 aja sama gulai bungkus ya teh!"


"iya mbak mia sebentar saya bungkus! Eh erin ibu hamil mau sayur apa?"


wanita yang di panggil mbak mia itu menoleh ke arah erin sambil tersenyum


"e saya tempe bacem aja teh lima ribu"


"bentar ya erin teteh bungkus dulu punya mbak mia"sambil membungkus sayur yang di pesan mia


"hamil berapa bulan mbak?"tanya mbak mia"


"wah seneng ya ,saya sudah bertahun tahun menikah belum hamil juga!."


"belum rejeki kali mbak"seru teh nyai


"mbak erin ini cari pekerjaan mungkin mbak mia bisa bantu ,kasian untuk lahiran suaminya tukang parkir tak menentu hasilnya.


"iya mbak saya butuh biaya untuk hidup kalo mbak punya kerjaan saya mau mbak!"

__ADS_1


"o gitu ,saya punya sih bisnis cuci setrika tapi tempatnya agak jauh dari sini saya punya 2 karyawan yang satu sedang cuti seminggu kalo rame mbak yang di rumah saya suruh bantu ke tempat usaha jadi kerjaan rumah saya kerjakan sendiri kalo mbak mau bisa bantu- bantu kerjaan di rumah tapi yang ringan ringan aja mbak kan lagi hamil .


"makasih ya mbak kapan saya bisa kerja?"


"besok bisa!"


"oke mbak"


erin kembali ke kontrakan dengan membawa sebungkus tempe bacem untuk lauknya sarapan.


esok harinya erin mendatangi rumah mbak mia , rumahnya cukup besar banyak bunga berjejer dalam pot besar dan pohon -pohon tertata apik di bagaian depan gerbang ada patung macan loreng berwarna keemasan. Mbak mia membuka pintu dan menyuruh erin masuk lalu menunjukkan pekerjaan yang akan di kerjakan.


Erin hanya di suruh menyetrika pakaian dan menyapu ruangan bagaian belakang pukul sebelas pekerjaan nya selesai mbak mia mengajaknya mengobrol.


"erin andai kamu tau orang yang belum memiliki momongan seperti aku ini sangat sangat merindukan tangis bayi di rumah kami seandainya ada orang yang mau memberikan bayinya pasti aku akan berterima kasih


Dan memberikan kompensasi yang pantas untuknya"


"wah mbak mia begitu menginginkan bayi ya mbak sampai segitunya"


"yah begitulah kalau kamu sepertinya masih muda banget kenapa cepat menikah "

__ADS_1


"saya hamil duluan mbak sebenarnya saya nggak menginginkan anak ini dari awal"


__ADS_2