
Sore itu erin dan wanto menemui mbak mia di rumahnya mereka bermaksud mengiyakan tawaran mbak mia tempo hari
mereka setuju kalau erin melahirkan bayinya akan ia berikan pada mbak mia , mbak mia senang sekali mendengar pernyataan erin kebetulan suaminya ada di rumah saat itu.
"mas aku senang sekali mimpiku punya anak akan menjadi kenyataan"
"syukurlah sayang"
"erin kamu tak perlu lagi bekerja untuk kami semua kebutuhan makan minum kamu saya yang tanggung sampai anak ini lahir untuk uang akan saya berikan sepulang kamu melahirkan sebesar dua puluh lima juta kamu setuju ?"
"ya mbak kami setuju"
"satu lagi saya nggak mau di belakang hari ada masalah kalian berdua juga harus menandatangani surat pernyataan bahwa kalian menyerahkan bayi ini dengan rela tak ada paksaan jadi bayi ini sepenuhnya milik saya."
"ya mbak"
setelah terjadi kesepakatan erin dan wanto pulang ke kontrakan mereka.mungkin setelah bayinya lahir erin akan pindah dari tempat itu untuk menjaga hal yang tidak mengenakkan dan menghindari omongan orang yang sudah pasti akan tertuju padanya.
hari terus berganti erin begitu menikmati hari harinya tetapi anak dalam perutnya sebentar lagi akan keluar dan akan menjadi milik mbak mia sebenarnya dirinya sangat sedih walaupun wajah dan bentuk bayi ini belum terlihat tapi ia bisa merasakan betapa ia dekat dan menyayanginya .
****
Usia kandungan erin sudah memasuki bulan ke sembilan jadi kurang lebih satu bulan lagi
bayinya akan lahir mbak mia mengajak erin ke dokter kandungan untuk memastikan kesehatan bayi dan ibunya .
"bagaimana dok?"
__ADS_1
"dari semua pemeriksaan semuanya bagus bayi dan ibunya sehat semoga nanti bisa lahir normal "
"wah saya senang mendengarnya dok?"
terlihat senyum bahagia di wajah mia
mereka meninggalkan ruang praktik dokter kandungan sebelum pulang terlebih dahulu mia membelikan makanan dan kebutuhan pokok untuk erin setelah selesai berbelanja erin di antar pulang ke kontrakannya dengan menenteng dua plastik besar belanjaan dari mbak mia.
"mas tolong belikan aku rujak cingur ya?"
suara erin setengah berteriak kepada wanto
melalui telepon
"ya, tapi belinya di mana?"
"oke kamu tunggu aja dua jam lagi aku pulang"sambil meminum kopinya yang masih setengah.
Benar saja setelah pulang kerja wanto menenteng plastik yang berisi rujak cingur pesanan erin.
"sudah kepingin banget ya?"
"iya" sambil mengangguk dan segera membuka bungkusan plastik itu.
"masak apa kamu dek?"
"sambal telur mas"
__ADS_1
"aku juga lapar tapi mau mandi dulu" sambil mengambil handuk dan masuk kamar mandi
sementara erin menikmati rujak cingur dengan lahap.
hari itu erin merasa perutnya sedikit mulas wanto yang akan berangkat kerja tak tega meninggalkan erin sendiri lalu di antarnya ke rumah mbak mia supaya jika ada apa apa mudah karena ada kendaraan mobil.
"maaf ya mbak saya titipkan erin disini,kalau ada apa apa kabari saya"
"tidak apa saya malah senang ,kamu bekerjalah dengan tenang ,erin aman bersama saya "
"erin ayo ke kamar!" kalo kamu mau istirahat katanya tidurmu tidak nyenyak semalam?"
"iya mbak sambil membawa tas yang berisi baju ganti erin"
"kalo gitu saya sekalian pamit kerja mbak"
"ya wanto kamu nggak usah khawatir"sambil menuntun erin menuju kamar
di dalam kamar yang bersih sejuk dan nyaman itu erin tidak juga bisa memejamkan matanya sakit ,kontraksi ringan datang silih berganti ,mia datang membawakan sepiring makanan fan teh hangat
"makanlah erin supaya tubuhmu tidak lemas"
"ya mbak,mbak apa saya ini sudah mau melahirkan ya?"
"saya juga nggak tahu erin kan belum pernah tapi kalau sudah sakit biasanya hampir mendekati ,kita siap -siap saja kalo kamu sudah merasa nggak nyaman sekali kita ke rumah sakit ya?"
erin mengganguk dan menyendok makanan yang di berikan padanya.
__ADS_1
sambil sesekali menahan nyeri erin mengobrol bersama mia tak terasa ia mengantuk dan bisa tertidur dengan nyenyak dengan perlahan lahan mia beranjak meninggalkan erin dikamar.