KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU

KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU
KU JUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU BAB 13 by widi nugriati


__ADS_3

Erin terbangun dari tidurnya perutnya kencang dan nyeri mulai datang


"mbak mbak mia tolong ....".


mia yang di panggil ternyata sedang menyiram bunga di teras dia tak menyadari kalau Erin sudah bangun dan minta pertolongan dirinya, hingga terdengar suara benda jatuh dari kamar erin,mia berlari dan membuka pintu


"astaga erin kenapa sudah sakit ya ayo ke rumah sakit ...aduh ....bibi bantuin saya bibi"


"iya bu sini di papah ya!"


"masukkan ke mobil bibi jaga rumah saja biar saya sendiri yang ke rumah sakit"


mia menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai ke rumah sakit.


sampai di rumah sakit erin langsung di tangani dokter , menurut pemeriksaan erin sudah bukaan lima tak lama lagi bayinya akan lahir ,mia segera menelpon suaminya dan juga wanto.


****


Sudah dua jam mia menunggu proses kelahiran yang ia rasa begitu lama tetapi sebagai seorang wanita hatinya begitu tersentuh mendengar jeritan dan erangan wanita yang mau melahirkan , mia menutup telinganya saat tangan kekar menyentuh pundaknya


"kenapa sayang ?"


"oh kamu mas, a...aku nggak tega dengernya!"


"kita doakan saja agar lancar" sambil duduk di sebelah mia dan merangkul pundaknya.


Tak lama berselang wanto keluar dari ruang bersalin


"gimana wanto apa sudah mau lahiran?"


"mungkin sebentar lagi mbak saya mau ke toilet dulu!"


dengan tergesa wanto menuju toilet dan segera kembali masuk ruangan bersalin.


tidak semua klinik memperbolehkan suaminya ikut menyaksikan proses persalinan walaupun dengan persyaratan dan aturan yang berbeda beda tetapi di klinik ini suami boleh menunggui istrinya melahirkan tak sampai satu jam terdengar suara tangisan bayi,mia melonjak kegirangan ia peluk suami yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


"anak kita sudah lahir pa ...aku akan jadi ibu..."


"ya sayang semoga bayinya sehat dan segera kita bawa pulang"


wanto keluar dari ruang bersalin dan mengabarkan bahwa bayinya telah lahir sehat dan selamat juga ibunya.


tak lama kemudian keluarga di perbolehkan melihat bayi yang sudah di bersihkan tetapi hanya lewat ruang kaca .


"bayinya laki -laki pipinya tembem kulitnya putih dan hidungnya mancung ganteng ya?"


"iya sayang gemes liatnya"


wanto juga melihat anaknya ,dari sorot matanya ada rasa kecewa di wajahnya


"saya temani erin dulu mbak ,soalnya baru di pindah ke ruang sebelah."


"oh iya wanto"


sayang sebaiknya kita belikan makanan untuk erin kasihan dia mungkin masih lemas setelah bertaruh nyawa melahirkan.


selang beberapa waktu mia dan suaminya kembali membawa dua kotak makanan dan nasi bungkus,mia masuk memecah keheningan di ruangan tempat erin melakukan pemulihan


"hai erin...cepat sehat ya "sambil memeluk erin yang terbaring di tempat tidur"


" mbak ini kapan saya boleh pulang"


"besok ,kamu nggak usah kuatir semuanya sudah saya siapkan termasuk tempat tinggal kamu yang baru"


"terimakasih mbak"


ada senyum getir di wajah erin hatinya sedih karena bayi yang dia lahirkan dengan susah dan sakitnya luar biasa harus menjadi milik orang.


"makanlah erin ini ada nasi dan kue biar kamu cepat pulih"


"ya mbak"

__ADS_1


malam itu erin menginap di klinik bersalin dan esok harinya seperti yang di janjikan mia erin akan di beri uang sebesar dua puluh lima juta rupiah dan bayi itu akan menjadi milik mia .


"erin apakah kamu mau menyusui anakmu?"


"tidak mbak, aku juga tak mau melihatnya saya takut berubah pikiran mbak"


"baik segera aku transfer ke rekening mu"


mia mentransfer uang ke rekening erin lewat hp miliknya


"sudah masuk ke rekening mu dan tanda tangani ini jika kamu setuju!"


tanpa membaca erin tanda tangani kertas yang di sodorkan mia dan memberikan kembali pada mia sambil mengusap air matanya yang terus jatuh.


"administrasi persalinan sudah saya bereskan sebentar lagi bayinya akan di bawa ke sini"


Pintu di ketuk seorang perawat membawa bayi erin


"sini sus bayinya" mia menggendong dan mencium bayi erin


baiklah mari kita pulang ,erin terimakasih aku berjanji akan menyayangi anak ini dan merawatnya dengan baik aku menganggapnya anakku sendiri sekali lagi terima kasih erin.


mia keluar dari ruangan itu sambil membawa bayi yang selama ini mereka idamkan mia dan suaminya begitu bahagia .


tak lama wanto mendorong erin dengan kursi roda di ikuti sopir pribadi mia yang akan mengantar mereka ke kontrakan baru yang telah di siapkan mia.


mobil melaju menuju kontrakan minimalis tapi bersih dan rapi.


wanto membuka pintu di dalam kontrakan sudah ada peralatan lengkap juga bahan makanan 1 kardus mi instan .oh betapa baik dan perhatian mbak mia padanya semoga anaknya yang sekarang di asuh mia juga mewarisi sifat baik ibu angkatnya


erin masuk dan merebahkan tubuhnya perlahan lahan karena bagaian bawah miliknya masih terasa sakit.


sopir membawakan tas dan makanan lalu berpamitan pulang.


wanto masuk menutup pintu dan menemani erin yang masih larut dalam kesedihannya.

__ADS_1


__ADS_2