
" Sudahlah dek aku juga kehilangan anak kita tapi bagaimana lagi kalau kita rawat keadaan kita sulit begini mungkin dia lebih bahagia dengan orang tua angkatnya, istirahat ya?" atau kamu mau makan dulu ini aku ambilkan,
wanto mengambil nasi kotak pemberian mia dan menyuapi erin walaupun hanya beberapa suap saja.
"sudah mas cukup aku sudah kenyang"
"ya sudah kamu tidur ya" sambil mengusap kepala erin,tetapi mata erin tak kunjung mengantuk, bayangan bayi mungil dan suara tangisannya menggangu pikirannya.
****
Sudah tiga hari kepulangannya dari rumah sakit erin berangsur membaik dan mulai melakukan kegiatan ringan dan barang yang ada di kontrakan lama sudah wanto bawa ke kontrakan yang sekarang mereka tempati ,sore itu wanto membuka pembicaraan tentang uang pemberian mbak mia.
"dek mau kita apakan uang dari mbak mia di rekening itu"
"aku masih bingung mas"
"maaf ya dek!"
"nggak apa apa mas?"
Dalam hati erin berpikir untuk merubah nasib mereka apa yang harus dia lakukan dengan uang itu.
"mas"
"apa dek"
"aku ingin nasib kita berubah"
__ADS_1
"aku pun berpikir begitu , mas ingin pindah kerja tapi bingung"
"mas gimana kalau uang itu kita belikan motor baru dan kamu coba melamar pekerjaan jasa antar barang yang di tawarkan temanmu itu siapa tahu masih buka itu kan perusahaan besar dan gajinya lumayan.
"oke aku tanya dulu sama temanku"
wanto menelfon temanya menanyakan lowongan pekerjaan jasa antar barang apakah masih buka .
"dek masih buka ,besok aku mau melamar pekerjaan itu?"
"ya mas ,dan motor butut mu itu kita jual saja untuk modal aku jual gorengan aku lihat di depan kontrakan ini ramai dan bisa kita jadikan tempat jualan, tinggal kita ijin dulu sama yang punya rumah ,kamu setuju mas?"
"boleh, tapi apa kondisi tubuhmu sudah baik,sudahlah mas aku mau mencari kesibukan supaya bisa melupakan bayiku."
****
Esok harinya wanto mengajak erin ke dealer motor besar ,di pilihnya motor baru sesuai jumlah uang yang mereka punya bahkan ada diskon untuk pembelian cash. Tak berlama lama erin membayar motor itu dan langsung dikendarai mereka berdua menuju kontrakan.
"kenapa"
"motor baru yang ku beli dari menjual anakku"
"hus, jangan bilang begitu dek"
"air mata erin meleleh ke sekian kalinya mengingat bayi laki -laki darah dagingnya yang ia berikan pada mia. Tapi ia berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk merubah nasibnya supaya bisa menjadi orang yang sukses.
hari ini hari terakhir wanto menjadi juru parkir di berikan nya gaji terakhirnya pada erin .
__ADS_1
"mas uang ini akan ku jadikan modal jualan gorengan"
"terserah kamu dek"
"mungkin dua hari lagi aku sudah masuk kerja"
"mudah mudahan usaha kita berkah ya mas!"
" o iya katanya kamu minta tolong aku untuk taruh meja di depan"
"ya mas sama pasangkan sekaligus payung besarnya biar teduh"
wanto menaruh meja dan merapatkannya pada tembok pembatas yang berada di tengah antara rumah kontrakan erin dan rumah sebelah,memang strategis sih tempatnya di sebelah kiri kontrakannya ada mini market apik mart di seberang jalan ada bengkel motor dan persis di depan rumah ada lapak buah dan berjejer di sebelahnya lagi pangkas rambut dan warung bakso jadi otomatis setiap hari ramai orang berlalu lalang di jalan itu.
hari ini dapur erin penuh dengan bahan - bahan jualan gorengan ada tempe berjejer satu baskom tahu sayuran bahan bakwan dan beberapa bungkus tepung dan bumbu juga satu dus minyak goreng,erin menyiapkan barang-barang yang akan di gunakan sementara wanto mengusung kotak kaca semacam etalase yang di pinjamkan sahabat wanto karena sudah tak terpakai .
"di lap dulu mas ,takut ada bau soalnya lama nggak di pakai"
"ya dik udah bersih dan nggak ada bau,sambil masuk ke kotak kaca itu"
"mas kamu udah ijin kan sama yang punya rumah ini ?"
"sudah ,rumah ini punya orang kaya dek nggak masalah katanya?"
"iya mas lagian kita juga jualannya di halaman nggak ganggu rumah"
"sudah mau di bantu apa lagi?"
__ADS_1
"nggak ada kamu makan dulu sana! lalu istirahat kalo aku perlu bantuan aku panggil "
****