KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU

KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU
KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU bab10 by widi nugriati


__ADS_3

Erin bercerita panjang lebar tentang nasibnya pada mbak mia ,saat ini kehidupannya sedang sulit dan tak punya tabungan sedikitpun padahal kehamilannya sudah memasuki bulan ke 7 suaminya belum juga mendapat pekerjaan yang bisa menghasilkan banyak uang.


"erin kamu jangan tersinggung ya"


"memang kenapa mbak!"


"mungkin kita berjodoh ,rin bolehkah aku merawat anakmu ,aku akan memberikan apa yang kamu butuhkan dan anakmu akan ku rawat dengan baik dengan cinta kasih dan hidup berkecukupan di sini."


erin kaget sesaat tapi yang di ucapkan mbak mia mengusik hatinya


"saya belum bisa jawab mbak "


"saya nggak maksa kamu erin setidaknya pikirkan dulu tawaranku tadi "


"ya mbak saya bilang suami saya dulu"


"ya erin,jangan lupa nanti kalo kamu pulang bawa plastik putih di meja itu ,itu isinya lauk dan buah biar bayimu sehat ya!"


"terimakasih mbak saya pamit"


erin pulang ke kontrakannya ,sore hari saat wanto sudah pulang erin menceritakan tawaran mbak mia yang ingin mengadopsi bayi dalam perutnya dengan memberikan imbalan yang pantas .wanto hanya diam tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya erin meminta pendapat wanto.


"gimana mas jawab, aku bingung dengan apa aku biayai anak dalam perutku sementara kita belum siap apa-apa."


"rin sebenarnya aku berat mengambil keputusan ini tapi bagaimanapun kita harus memilih".


"iya mas gimana"


"bagaimana kalo kita berikan saja anak ini pada mbak mia majikan mu itu setelah itu kita pindah dari sini dan memulai hidup baru dengan modal yang di berikan mbak mia kamu setuju?".

__ADS_1


"tapi apakah kamu tidak menyayangi anak ini"


"justru karena aku menyayanginya makanya aku berikan pada orang yang berkecukupan kalo kita rawat apa yang kita punya ? Untuk makan saja susah !"


"baiklah mas kita sepakat untuk memberikan anak ini pada mbak mia , besok aku sampaikan saat aku bantu -bantu di sana"


"ya sudah aku mau makan ,apa kamu masih punya makanan untuk mengganjal perut mala m ini"


"ada mas ,mbak mia memberiku lauk uang dan buah ini sebagian uangnya sudah ku belikan beras ."


"baik sekali mbak mia ,semoga anak kita nantinya' bahagia bersama orang tua angkatnya"


wanto dan erin makan berdua malam itu walaupun nasi dan ayam yang ia suap kan ke mulutnya namun ada rasa sedih dalam hatinya apalagi nantinya akan berpisah dengan anaknya,anak yang belum pernah ia lihat wajah dan bentuknya.


setelah makan dan duduk-duduk sebentar erin membaringkan tubuhnya di kasur ,di rabanya perut yang mulai membesar ada gerakan kecil seakan membalas belaian dari ibunya ,erin sedih sekali saat itu hingga larut malam dia baru bisa tidur.


****


Mbak mia mendekati erin sambil meletakkan sepiring kue.


"ini kue di makan ya!"


"ya mbak terima kasih"


"kamu bekerja dalam keadaan hamil begini nggak capek erin?"


"nggak mbak sudah biasa!"


"apa suamimu tidak kuatir seharusnya ini kan tanggung jawab dia"

__ADS_1


"ya sih mbak tapi gimana ,gajinya sebagai tukang parkir nggak cukup,ya mau nggak mau mbak .


"sebelumnya kamu juga kerja?"


"ya mbak, jadi cleaning servis tapi suruh berhenti karena hamil"


"kamu kenal suamimu di mana?"


,,"di diskotik"


"astaga kamu ke tempat seperti itu"


"ya mbak, setiap malam minggu saya senang-senang pulang pagi hingga akhirnya saya hamil dan harus menikah "


"rin semua orang pernah melakukan kesalahan yang penting kalau kita sudah sadar kita jangan pernah mengulanginya lagi, syukurlah kalau saat ini kamu sudah sadar."


"ya mbak "


"orang tua kamu di mana?"


"di lampung mbak"


"mereka tau kamu sudah menikah"


"erin menggeleng"


"kenapa?"


"saya nggak mau mereka repot dan malu melihat kelakuan saya mbak"

__ADS_1


"tapi mereka harusnya kamu beritahu bagaimanapun mereka berhak tau"


"saya nggak mau repot mbak!"


__ADS_2