KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU

KUJUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU
KU JUAL BAYIKU SEHARGA MOTOR BARU bab16 by widi nugriati


__ADS_3

erin menyetujui untuk membayar warung milik ardi dengan uang tabungan mereka berdua lalu sisanya di cicil dalam waktu 2 tahun erin senang keinginannya akan terwujud walaupun dirinya harus berhemat selama dua tahun ini


"mas besok kita bersihkan warung itu ya!"


"ya dek kata ardi masih ada sisa tanah 6 meter bisa kita buat satu kamar dan kamar mandi dan kita nggak usah ngontrak lagi"


"ya mas mudah mudahan bisa segera kita bangun walaupun kecil tapi itu sudah milik kita.


Hari terus berganti bulan pun terus berjalan


hingga dua tahun terasa berlalu begitu cepat


erin dan wanto sudah menempati warung kecilnya bahkan seminggu yang lalu mereka sudah melunasi uang pembelian warung yang sekarang sudah menjadi tempat tinggal mereka erin dan wanto hidup tenang dan bahagia hingga suatu hari ada kabar mengejutkan dari kampung halaman erin bahwa kakak laki -lakinya meninggal dunia erin bersiap untuk pulang kampung namun wanto tidak ikut karena alasan pekerjaan sore hari erin sampai di rumah.


"sebenarnya apa yang terjadi dengan abang ma?"


"abang kamu kecelakaan erin motornya ditabrak dari belakang"


"erin menangis di samping jasad kakaknya tak lama kemudian peti jenasah di tutup dan di bawa ke pemakaman untuk di kuburkan , menurut mama kondisi tubuh kakakku tak utuh lagi oleh sebab itu jenasah di masukkan dalam peti . Di antara para pelayat yang datang tampak aris mantan pacarku juga ikut membantu dalam pemakaman bang erik karena aris adalah teman sepermainan sejak SMP .


sudah dua hari aku di rumah mama dan aku merasa tak ada yang berubah dari rumah ini walaupun sudah 3 tahun aku tak pulang ,terkadang aku kasihan pada mama di usia yang sudah tua melakukan apa apa sendiri apalagi papa suara batuknya terkadang membuatku kasihan emang sih secara ekonomi mereka tak kekurangan dengan warung sembako yang lumayan laris di tempat tinggal kami.


"erin lagi masak apa kamu nak"


"sup untuk makan siang ma"


"wah kelihatanya enak"

__ADS_1


"sebentar ya ma erin ambilkan?"


mama duduk di ruang makan menungguku mengambil sup ayam


"erin sebaiknya kamu pulang dan tinggallah kamu di sini meneruskan warung mama"


"ini sup nya ma"


sambil makan sup yang aku buat mama sepertinya berharap sekali kalau aku bisa tinggal lagi di sini sebab mama tak tahu kalau aku sudah menikah dan hidup mandiri bersama wanto.


"ma aku mau telpon mbak as dulu sekalian mau ingetin nasi kotak untuk yasinan ntar malem"


"ya erin "


****


Malam ini malam tahlilan 3 hari kematian bang erik aku melihat aris hadir di antara para tamu yang turut mendoakan di ahir acara dia juga ikut membagikan nasi kotak ,hingga acara selesai dia mendekatiku dan bertanya kabarku menurut berita sampai sekarang dia belum juga menikah.


"ya ,mungkin besok sore!"


"nggak nunggu 7 hari sekalian"


"nggak mas aku harus kerja" aku bohong untuk menutupi kalau aku sebenarnya sudah menikah dan tak mau terlalu lama meninggalkan suamiku dan usahaku


"erin menikahlah denganku"


deg aku kaget mendengar kata kata aris hingga saat ini dia masih mengharap aku menjadi istrinya ,sebenarnya aku malu padanya karena selama pacaran kami telah melakukan hal yang dilarang bahkan berulang kali.

__ADS_1


"nggak bisa mas kita sudah nggak ada hubungan apa apa lagi!"


"erin apakah kamu sudah nggak ada rasa lagi padaku?"


"maaf mas ,maaf banget aku harus ke belakang membereskan gelas bekas minum tadi."


aku ke belakang hanya sekedar alasan pada aris , kulihat dia begitu kecewa dengan keputusanku walaupun aku masih ada sedikit rasa sama dia tapi ku abaikan saja aku lebih memilih wanto suamiku walaupun ia tak sekaya aris tapi sudah terlalu banyak hal manis dan pahit kami jalani bersama.


Sore ini aku akan kembali ke jakarta sebelum berangkat aku berterus terang pada mama papa kalau aku sudah menikah mungkin dalam waktu dekat akan ku bawa ke hadapan mama papa.


mama papa mendoakan aku dan usahaku agar lancar selalu bersama mas wanto ,tetapi aku tak mau menceritakan kesusahan ku selama ini apalagi mengenai bayiku yang ku jual karena tak punya uang untuk merawatnya beberapa tahun lalu,aku ke jakarta dengan derai air mata.


saat subuh mas wanto sudah menjemput ku di terminal bus hanya 10 menit sampai di rumah kami ,lebih tepatnya warung sekaligus tempat tinggal karena ukuranya memang sangat sempit bagaian depan untuk jualan gorengan ada satu kamar tidur dan sebuah lorong yang digunakan untuk memasak dan di bagaian belakang ada kamar mandi seadanya setiap hari erin berjualan nasi uduk pada pagi hari dan juga kopi dan minuman hangat.


erin segera masuk rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah , membuat sarapan untuk wanto.


"ini sarapan mu mas "seru erin sambil membereskan pakaian Wanto yang beberapa hari belum di cuci.


"kalo masih capek istirahatlah dulu nggak usah mikir jualan"


"ya mas tapi sayang kalo istirahatnya kelamaan ntar sore aja aku belanja bahan sepulang kamu kerja"


" terserah kamu lah dek,eh ngomong ngomong bagaimana reaksi mama papamu waktu kami bilang sudah menikah?"


"ya kagetlah karena aku nggak pernah cerita tapi dalam waktu dekat kita tengok mama ya mas?"


"ya kalau aku ada waktu libur " sambil memakai jaket dan helem bersiap berangkat kerja.

__ADS_1


wanto sudah berangkat kerja deru motornya sudah tak terdengar lagi erin selalu berdoa dalam hati untuk keselamatan suaminya .


setelah rumah mungilnya rapi dan pekerjaannya selesai erin merebahkan tubuhnya di kasur untuk beristirahat.


__ADS_2