
Besoknya seperti yang di sepakati pak gunadi datang ke rumah erin untuk bersilaturahmi,erin yang di temani rani sudah bisa menguasai emosinya pak gunadi memohon agar erin mencabut gugatannya agar dapat meringankan hukuman amin. bahkan pak gunadi menawarkan sejumlah uang dan imbalan menarik tapi erin belum bisa menjawab sekarang karena masih selalu teringat almarhum wanto ,pak gunadi pun pulang kabar selanjutnya akan dia beritahukan dalam waktu dekat.
****
Tiga hari yang lalu erin memberi kabar pada orang tuanya tentang kematian wanto ,mereka sangat kaget dan hari ini akan mengunjungi erin di rumahnya.
pukul 3 sore ayah dan ibu erin tiba dengan mobil travel ,ibu memeluk erin mereka menyayangkan , padahal bulan depan mereka mau berkunjung ke lampung tapi umur manusia tak bisa di tebak tuhan memanggil wanto terlebih dahulu.
"mama tak menyangka, kejadiannya bagaimana erin?"
sambil mengajak mamanya duduk di kursi
"mas wanto pagi berangkat kerja motornya di tabrak oleh mobil berkecepatan tinggi , tubuhnya terpental dan motornya hancur ma!"
" apakah penabrak itu bertanggung jawab?"tanya papa
"iya pa semua biaya rumah sakit dan lainya dia yang tanggung,erin benci orang itu ma karena dia mas wanto meninggal"
"erin ini memang berat , tapi bukan salah dia sepenuhnya semua sudah di atur oleh yang maha kuasa maafkanlah dia"
"kemarin pihaknya kesini pa minta aku cabut tuntutannya!"
"erin kalau menurut papa kamu cabut saja tuntutannya lagian penabrak itu juga tidak sengaja anggap ini adalah kecelakaan ,musibah yang tak pernah di inginkan kedua pihak,ikhlaskan suamimu nak!
"baiklah pa"
erin terdiam ,hatinya kembali bersedih mengingat kemalangan wanto.
"kembalilah ke rumah kita papa mama juga kesepian sejak abang mu meninggal!"
"erin masih ingin di sini ma!"
"terserah kamu yang penting kamu bahagia!"
"ma pa ayo kita makan! erin sengaja masak kesukaan papa sayur lodeh dan sambal ikan
tapi maaf rumah erin kecil!"
"ayo papa memang sudah lapar"
__ADS_1
mereka makan bersama di rumah kecil milik erin.
****
"Erin mama dan papa pamit jaga dirimu baik-baik ya?"
..."ya pa ,ma!" sambil berpelukan dan mencium ...
pipi kedua orang tuanya.
mobil travel itu berjalan meninggalkan rumah
erin.
esoknya rani mengendarai motor menjemput erin menuju kantor polisi untuk mencabut gugatan nya ,di kantor polisi pak gunadi sudah menunggu mereka berdamai secara kekeluargaan ,pak gunadi berjanji akan memberikan pekerjaan yang cocok untuk erin dan ia menerimanya.
"baiklah pak kami permisi dan menunggu kabar dari pak gunadi semoga pekerjaan yang bapak berikan cocok untuk erin"
rani dan erin menjabat tangan pak gunadi dan berpamitan ,mereka berjalan beriringan menuju parkiran
"erin kita mampir makan bakso dulu ya aku yang traktir deh!"
"ada deh"
tak terasa motor rani telah sampai di sebuah warung bakso mang ucil,warungnya tak terlalu besar sih tapi saat istirahat pasti ramai pembeli
"udah lama ya kita nggak makan bakso di sini?"
"ya sejak kamu menikah kan jarang kita bisa main kayak gini!"
"ayo duduk di pojok sana kayaknya lebih adem"
"bang bakso 2 sama es tehnya juga 2"
"iya neng"
"erin setelah ini apa rencana mu ?"
"paling nunggu kerjaan dari bapak itu"
__ADS_1
"pak gunadi maksudmu?"
"iya lah siapa lagi"
"eh ngomong ngomong pak gunadi itu sudah berumur tapi masih kelihatan tampan ya?"
"Oalah rani sempat sempatnya kamu memperhatikan pak gunadi"
"ya namanya usaha ,gue kan jomblo"
"silahkan neng baksonya"seru mang ucil
"terima kasih mang"
rani dan erin segera menyantap bakso mereka yang tampilannya menggugah selera dan masih mengepulkan uap panas.
"hem enak baksonya"
"erin kamu nggak boleh larut dalam kesedihan kalo kamu butuh teman aku siap jadi pendengar dan keluh kesah mu!"
"ya rani"
"kira-kira kamu mau di kasih kerjaan apa ya?"
erin menggeleng sambil mulutnya terus mengunyah bakso
"yang pasti usahanya bengkel besar dekat simpang randu tepatnya depan swalayan condro "
"oh disitu berarti tak terlalu jauh paling 10 menitan sampai dari rumahku"
"ya memang deket, eh misalnya kamu dapet kerjaan enak aku mau juga dong ,rasanya aku sudah bosan jadi tukang bersih-bersih di kantor besar tapi bayarannya nggak besar"
"ya sabar ya rani!"
"kurang sabar gimana udah 4 tahun erin, sejak kamu belum menikah aku sudah duluan kerja kan!"
"aku tau itu rani"
keduanya selesai menikmati bakso dan rani mengantar erin pulang ke rumahnya , menunggu kabar dari pak gunadi yang akan memberinya pekerjaan.
__ADS_1