
Hari itu cuaca mendung ,matahari belum muncul ,awan kelabu menyelimuti hamparan langit yang tak berujung ,dengan mata sembab erin bangun dari tempat tidur ,malas rasanya kalau harus pergi menjaga warung sembako yang menjadi rutinitasnya setiap hari,erin menuju kamar mandi dengan asal asalan ia mandi dan berangkat ke warung sembakonya dibukanya rolling dan menyapu bagian depan warung tak lama seorang ibu gendut berbelanja.
"rin beli telor setengah kilo"
"iya teh sebentar erin timbang"
"mak lu kemana?"di tempatnya wak romi,lha teh popon nggak ke sana?".
"nanti siang soalnya eneng sakit masih rewel aja biar gantian sama bapaknya.
"oh gitu,apa lagi teh?"sambil membetulkan letak bajunya yang kusut
"biskuit 1 bungkus sama mi instan 1 berapa?"
"dua puluh tujuh ribu teh"
erin memasukkan semua belanjaan tadi ke dalam plastik dan memberikan kembalian pada teh popon
"eh erin kamu sakit?"
"kok pucat mata sayu abis begadang apa kamu masih suka keluar malem ya?"
"nggak teh erin di rumah aja kok!"
"hati- hati suka keluar malem pacaran bisa -bisa lu bunting!"
duarr hati erin serasa di tusuk teh popon
"enggak lah teh "
__ADS_1
"udahan ya teteh pulang"
mendengar omongan teh popon tadi dia jadi takut kehamilannya ketahuan.
dia pegang perutnya ,masih biasa ah ia bingung harus berbuat apa ,haruskah ia turuti kemauan eko untuk mengugurkan kandungannya.
Hari beranjak sore , erin memutuskan untuk kembali menemui eko dan berniat mengugurkan kandungannya malam ini juga
lewat pesan w.a erin mengajak eko menuju tempat praktek sang dokter.
Tempat praktik dokter itu lumayan jauh dari rumah erin butuh waktu 1 jam perjalanan
namun tekadnya sudah bulat ia akan membuang janin ini.
mobil pick up eko sampai di rumah besar bercat putih gerbangnya tinggi dan tertutup tak ada tulisan praktik dokter tapi kata eko tempatnya di sini.
eko memencet bel ,seorang laki -laki kurus membukakan pintu ,eko berbicara sebentar dan kami masuk ,di dalam ada banyak ruangan berjejer ternyata di dalam ada pasien seorang wanita muda cantik dan seorang om om dan wanita seksi berambut pirang mungkin mereka sama denganku mau mengugurkan janin juga.
"mbak sendiri aja"
"ya kalo ajak orang ntar ketahuan"
"elu ngapain ke sini,mau mengugurkan juga?
"iya tapi saya takut mbak "sambil memperlihatkan muka cemas
"udah berapa bulan ?"
"dua bulan"
__ADS_1
"ah masih kecil ,lebih mudah"
"memang mbak pernah sebelum ini"
"pernah ,udah beberapa kali"
"gimana mbak sakit kah"
"sakit sih tapi daripada bikin repot kesini aja dua hari pemulihan beres"
"gitu ya saya takut"sambil memandang wajah tante yanglumayan cantik
"lu sama pacar kesini "
"iya mbak, pacar saya sudah punya istri dia nggak mau menikahi saya"dengan wajah sedih
" makannya lu masih belum pengalaman hati- hati,gue yang udah pengalaman aja kayak gini "
"memang mbak punya suami nggak"
"suami gak ada lah, gue ini kupu -kupu malam lu tau tiap malam pasangan gue ganti lagi apes aja gue,kalo ditanya nih misal anak ini sampai lahir gua nggak bisa jawab siapa bapaknya dan kalo gue bunting nggak ada yang mau pakai gue makanya gue buang.
"mbak tinggal di mana "
"di jalan mawar no 6 deket laut nggak jauh dari sini mau mampir boleh namaku tante jenny banyak temen gue seumuran elu tak lama ada suara perawat memanggilnya.
"atas nama jenny masuk"sambil tanganya melambai ke arah tante jeny yang bersiap.
"giliran gue duluan ya ,jangan takut"
__ADS_1
tante yang bernama jenny itu masuk ke ruangan yang tertutup diikuti seorang dokter dan perawat wanita sementara erin masih ketakutan hatinya bimbang .