
Sore itu sepulang kerja erin mampir membeli 2 bungkus nasi padang untuk makan malam dirinya dan sebungkus lagi untuk rony ,memang tempat kost mereka tidak terlalu jauh hanya berjarak dua ratus meter
saja,erin mengetuk pintu kos rony sebentar kemudian rony menyahut .
"ya sebentar "rony membuka pintu
"nih untuk makan malam tapi lauknya cuma telur "
"terima kasih tau aja kamu ,mau masuk dulu aku juga baru pulang mau sholat asar"
"nggak lah aku mau langsung ke kosan capek!"
"oke"
rony memang pemuda yang soleh berbeda dengan pacar -pacar erin sebelumnya sehingga ada jarak pembatas antara mereka ,kalau ditanya jujur sebenarnya ia lebih menyukai cowok agresif tapi entah mengapa dia menerima rony menjadi pacarnya saat ini apakah ini merupakan pertanda baik kalau dirinya akan berubah dan rony menuntunnya ke jalan yang benar.
***
Hari masih pagi ketika erin bersiap siap untuk bekerja ada panggilan masuk di teleponnya ia segera mengangkatnya ternyata telepon dari papa.
"halo papa, ada apa pa?"
"halo rin mama kamu sakit pulanglah dulu?"
"sakit apa pa?"
"darah tingginya kambuh dan sejak kemarin muntah- muntah badannya lemas sekarang papa bawa ke rumah sakit."
__ADS_1
"baiklah pa! Tapi erin ijin dulu"
segera erin minta ijin kepada atasannya untuk pulang kampung.
waktu cepat berlalu ketika waktu menunjukkan pukul dua erin sampai di rumah sakit ,di sana dengan setia papa menemani mama yang tampak lemah memegang kepalanya yang sakit.
***
Malam ini aku tidur di rumah sakit menemani mama , papa ku suruh pulang supaya beristirahat di rumah ,mama belum mau makan, tubuhnya masih lemas tapi tekanan darahnya sudah turun. Hingga menjelang subuh aku baru bisa memejamkan mata.
Sudah dua hari aku menemani mama ,hari
ini mama boleh pulang karena kesehatan mama semakin membaik. saat aku menebus obat kulihat aris sedang duduk di ruang tunggu .
"hey ngapain di sini"sapa ku padanya."
"oh kamu erin ngapain di sini"
"gimana kabarmu"
"baik"
"lama nggak ketemu apakah sudah punya pacar baru?"
"sudah ,kenapa?"
"nggak papa sih?"
__ADS_1
"sudah ya mama menungguku"
aku kembali ke kamar rawat mama dan mengemasi
barang- barang lalu pulang .
karena mama sudah pulih aku berniat kembali ke jakarta . saat akan berangkat aris menawarkan diri mengantarku kami mengobrol ,dia cerita kalau dirinya
baru mendapatkan warisan aris masih berharap pada erin agar mau menikah dengannya ,sebenarnya erin masih ada rasa sih di tambah aris lumayan kaya walaupun dia kalah tampan dengan rony pacarnya sekarang ah erin masih belum berubah dia masih suka gonta ganti pacar dan suka nongkrong saat ahir pekan bersama teman
urakan nya selain itu pakaian yang digunakan terlalu seksi mengumbar aurat ,rony pernah mengingatkannya tapi nol dia tak berubah.erin sebenarnya tipe mata duitan dimana ada duit disitu ada cinta ,aris terus merayunya dan mengajaknya makan di hotel melati langganannya dulu setelah makan mereka berdua memesan sebuah kamar dan melakukan hubungan in**m untuk melampiaskan na**u . keduanya begitu menikmati hingga melakukanya berkali -kali bak pasangan suami istri.erin mungkin lupa rasa sakit yang ia harus rasakan karena aborsi dan membohongi orang tuanya kalau dirinya menginap di rumah atiek .
"aris bangun udah hampir sore nih"
"ah besok pagi saja kamu berangkatnya masih capek kan habis tempur!"
"ah kamu alasan saja kalo ada kesempatan begini biar bisa lama -lama kan".
"erin udah lama kan kita nggak bisa kayak gini ,tapi mungkin sama pacarmu?"
"pacarku alim tak pernah minta beginian dan rajin solat lima waktu wajahnya ganteng kamu nggak ada apa apanya!".
"masa sih?"
"kamu nemu di mana ,nggak normal kali ,hey semua laki-laki ngelihat tubuh bohay begini pasti ngiler lah,"sambil mengelus tubuh molek di depannya.
"aku mau mandi gerah lengket semua"
__ADS_1
"mandilah yang bersih nanti main lagi"
erin melotot dan mencubit aris padahal hatinya senang mendapat kepuasan yang tak pernah dia rasakan bersama rony.