
Satu demi satu di susunnya gorengan yang sudah matang ke dalam nampan besar ,sebagai permulaan seratus biji gorengan terpampang di etalase kaca , erin berdoa semoga usahanya lancar
"bismillah semoga laris seru erin"
sambil mengelap meja kayu yang ada di depannya, tak lama dua orang wanita mendekati dagangannya.
"gorengan mbak"
"apa aja tuh gorengannya?"
"ada bakwan ,tempe ,tahu isi" erin menawarkan dagangannya .
"saya mau sepuluh ribu ya campur"
"ya mbak , masih anget baru aja goreng"
erin menyerahkan plastik berisi gorengan pada pembelinya
" ini uangnya"
"terima kasih "
erin duduk sambil memainkan hp miliknya tak sengaja ia melihat status wa milik mbak mia yang sedang mengendong bayinya dengan caption aku sudah menjadi ibu seutuhnya hari erin bagai di iris melihat foto itu air matanya hampir tumpah saat seorang ibu yang tinggal di sebelah rumahnya menyapanya
"sudah mulai jualan mbak erin?"
"e...eh iya bu maaf"
"wah kelihatanya enak saya mau tahu isinya sepuluh ribu mbak?"sambil menyerahkan uang sepuluh ribu.
"iya bu, tahu aja nih"
__ADS_1
" iya anak saya doni suka tahu isi"
"nih saya kasih bonus 2 untuk ibu"
"wah makasih mbak semoga jualannya lancar seru bu darni sambil berjalan masuk rumahnya
hingga lepas magrib dagangan erin hanya tinggal beberapa biji saja , ia memutuskan masuk toh sisanya bisa di makan wanto lalu dirinya beranjak tidur di sebelah wanto.
hari berikutnya dan berikutnya erin terus berjualan walau terkadang jualannya tak habis namun erin tetap semangat untuk meningkatkan pembeli ia terus belajar supaya gorengan miliknya lebih enak dan laku
bahkan ia menambahkan berbagai bahan supaya gorengan miliknya punya rasa ciri khas sendiri.
"mas cobain gimana rasanya ?"sambil memasukkan potongan bakwan goreng ke mulut wanto
"lebih enak dan krispi sambil terus mengunyah dan merasakan perbedaannya dengan yang kemarin -kemarin"
"aku tambahkan bumbu spesial supaya lebih gurih ,gimana apa sudah pas rasanya?"
"menurutku sudah enak"
begitulah rutinitas erin sekarang sedikit demi sedikit dia bisa melupakan bayi yang dilahirkannya dan wanto juga sudah bekerja dengan motor barunya dan menghasilkan uang yang cukup lumayan dari hasil mereka erin ingin membeli rumah sendiri dan untuk sementara ia harus ber kb supaya bisa cepat mewujudkan keinginannya dan dia tak mau punya anak jika nasibnya belum berubah hingga tahun demi tahun mereka jalani dengan kerja keras dan hidup hemat .
****
Sore itu sepulang kerja wanto tergopoh-gopoh ingin memberikan suatu kabar pada erin yang seperti biasa sedang duduk di depan warung gorengan nya?"
"dek...dek sini tak bilangin"
"ada apa sih mas?"
"itu tadi si ardi temen kerjaku mau jual depot atau bisa di sebut warung lah lokasinya depan masjid nggak jauh dari pasar pokoknya kalo untuk jualan strategis lah"
__ADS_1
"daerah mana itu mas?"
"dekat rumahnya si ayung temanmu yang ofis girl itu loh "
"oh daerah situ!"
" minta berapa mas?"
"katanya sih cepek tapi bayar berapa dulu nggak apa apa"
"wah berat mas uang kita nggak sebanyak itu"
"kalo dia terima du cicil beberapa kali dan waktunya panjang mungkin bisa "
"kalo kamu berminat kita rembuk saja besok gimana?"
"ya kita lihat dulu dan pastikan kita kuat nggak nyicilnya"
" oke aku hubungi dulu si ardi"wanto mengatur janji untuk ketemuan besok.
erin selalu berkhayal ingin sekali rasanya memiliki rumah sendiri dan usaha yang mapan untuk masa depan keluarga kecilnya .
walaupun usaha gorengan yang dirintisnya kini belum berkembang setidaknya dia sudah memiliki tabungan bersama wanto .
****
malam itu sudah pukul 10 di luar ada orang mengetuk pintu erin membangunkan wanto yang sudah terlelap sejak sore tadi
"mas ada orang ngetuk pintu di luar"
"ah siapa sih ?"
__ADS_1
"lihat dulu siapa?"
wanto menyingkap sedikit tirai ternyata ardi ,orang yang menawarkan warungnya tadi siang ada apa ya malam -malam begini bertamu?"