
Pagi yang cerah seperti hari -hari kemarin erin tetap berjualan walaupun duka masih terasa apalagi saat melihat barang -barang wanto yang masih tersusun di lemari plastik di sudut kamar erin ,hatinya seakan hancur apalagi saat melihat topi ,sepatu,tas kerja, erin tak sanggup sehingga memasukkan barang barang itu dalam lemari ,sambil mem bolak balik gorengan di tepisnya kesedihan yang selalu datang mengusik hatinya.
"mbak erin "
"eh ibu bikin kaget aja"
"mau gorengan mbak lima ribu aja untuk lauk nyuap dedek!"
"o iya ini tempe mendoan sama bakwan ya!"
"iya mbak,gimana urusan nya sama penabrak mas wanto?"
"sudah bu , dia mau kasih saya kerjaan"
"syukurlah, jadi nggak jualan lagi?"
"kalo menjanjikan kayaknya nggak deh bu"
"kalo boleh saya sewa biar saya yang jualan soalnya kerjaan bapaknya lagi sepi "
"lihat nanti ya bu,soalnya saya juga belum tau di kasih kerjaan apa!"
tak di sangka mobil pak gunadi memasuki pekarangan erin,mobil bak terbuka itu membawa motor wanto yang sudah di perbaiki.
"maaf mbak erin kami mengantar motor mbak yang sudah di perbaiki"
"ya pak saya terima " sambil menerima kunci
motornya
__ADS_1
"mbak erin besok bisa datang ke kantor yang letaknya di sebelah kiri bengkel mbak akan bekerja di bagaian alat onderdil motor pekerjaan mbak mudah kok hanya mencatat stok dan barang yang keluar "
"baik pak terima kasih"
"ini sekalian seragamnya "sambil menyerahkan 2 setel baju seragam kerja.
"sekali lagi terima kasih pak!"
pak gunadi undur diri bersama sopirnya
erin memasukkan motornya di pandangi nya motor itu lama ,erin tak tau harus berbuat apa dengan motor itu apakah akan di jual atau di jadikan kenangan untuk di pakai kerja erin bingung lalu dia duduk dan membuka bungkusan seragam yang di berikan pak gunadi di antara seragam itu ada amplop tebal bertuliskan
" uang duka untuk keluarga almarhum bapak wanto " di bukanya amplop itu ada 2 gepok uang ratusan ribu jumlahnya dua puluh juta rupiah,oh tuhan seru erin aku tak tau harus apa bahagia atau sedih menerima uang itu.
****
tiga puluh tahun ini menjelaskan tugas -tugas erin .
"mbak erin kalo kurang jelas bisa tanya saya langsung ruangan saya ada di depan"
"o iya pak terima kasih"
erin kembali ke belakang sebuah ruangan besar yang isinya alat-alat motor ada 2 rekannya yang tugasnya mengurus alat-alat motor
"tuh ada yang mau ambil alat-alat"seru cici teman kerja erin
"biar aku aja sambil belajar ya ci!"
"silahkan erin"
__ADS_1
lalu erin membuat nota untuk barang barang yang di ambil tadi dan mencatatnya dalam buku besar ,erin tak paham nama onderdil motor jadi masih agak kesulitan mengerjakannya
"dulu awal kerja aku juga begitu lama lama hapal sendiri kok"
"erin ayo makan siang ke belakang yuk"
"jadi dapet makan juga ya"
"iya"
"wah enak dong makan siang gratis gaji utuh"
"yah makanya aku betah kerja di sini sudah 4 tahun loh ucap dita yang umurnya lebih tua dari erin dan punya anak satu"
"mana bosnya baik lagi" tambah cici yang masih lajang
"kalo kamu suka deketin ci lumayan loh duda kaya!"
"ah nggak ngarep sampe segitunya dit"
"o jadi pak gunadi itu duda"kata erin
"iya lah istrinya selingkuh setahun yang lalu terus di cerai"
"wah kasian amat ya udah baik di selingkuhi lagi"
"eh ayo keasikan ngobrol nggak makan- makan nih"
mereka bertiga berjalan ke belakang sebuah lorong dan dua meja makan dengan menu lele goreng dan sayur asam semua karyawan boleh makan siang di sini tanpa memandang kedudukan mereka karena menunya sama dan tempatnya cukup sederhana, bengkel pak gunadi mempunyai 16 orang karyawan termasuk orang mekanik yang jumlahnya 8 orang selebihnya karyawan kantor dan bagian dapur.
__ADS_1